Kecelakaan KA Bangunkarta, DPR: Pemerintah Abaikan Keselamatan

Siswanto

Minggu, 24 Mei 2015 | 15:37 WIB
Kecelakaan KA Bangunkarta, DPR: Pemerintah Abaikan Keselamatan
Kereta Api Bangunkarta yang anjlok di Waruduwur, Cirebon. (Antara/Solihin)

Suara.com - Wakil Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Yudi Widiana Adia menyesalkan terjadinya tabrakan kereta api Bangunkarta dengan kereta barang yang mengakibatkan dua orang luka-luka di dekat Stasiun Waruduwur, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (23/5/2015) malam. Komisi yang membidangi transportasi ini meminta pemerintah dan PT. KAI tidak lagi mengabaikan keselamatan dan memiliki sensitifitas dalam mengurus persoalan keselamatan, khususnya kereta api.

“Saya sangat prihatin dengan terulangnya kecelakaan kereta api ini. Seharusnya, kecelakaan kereta yang terjadi akhir-akhir ini menjadi momentum pemerintah dan KAI untuk memperbaiki kelaikan sarana dan prasarana kereta dan meningkatkan keselamatan. Tapi, seperti pemerintah dan KAI mengabaikan hal itu, atau memang ada penurunan managemen di KAI,” kata Yudi dalam pernyataan tertulis kepada suara.com, Minggu (24/5/2015).

Kasus kereta Bangunkarta anjlok lalu menabrak kereta barang yang berada di jalur sebelah, kata legislator dari dapil Jabar IV, menunjukkan masih rendahnya manajemen pengoperasian sarana dan prasarana kereta api. Selama 2004-2010, katanya, telah terjadi lebih dari 700 peristiwa luar biasa hebat, yang terdiri dari tabrakan antar KA (5 persen), anjlok atau terguling (75 persen), dan tabrakan antara KA dan kendaraan bermotor (20 persen).

Alumnus master dari Universitas Padjadjaran Bandung menambahkan bahwa dari beberapa hasil penelitian diketahui bahwa untuk keseluruhan kecelakaan yang terjadi, faktor yang paling besar berkontribusi masuk ke dalam kategori preconditions for operator acts (44 persen), diikuti dengan faktor organisasi (27 persen). Kategori preconditions for operator acts terlibat dalam 33 dari 35 kecelakaan (94 persen), sedangkan faktor organisasi terlibat dalam 22 dari 35 kecelakaan (63 persen).

Baik untuk tumbukan KA dengan KA dan kejadian anjlok, sebagian besar disebabkan karena kesalahan ataupun kerusakan pada sarana maupun prasarana, karena masih kurangnya perawatan yang dilakukan.

"Karena itu, diperlukan upaya perbaikan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kualitas perawatan, pengaplikasian manajemen kelelahan bagi para operator, maupun perbaikan dari segi kelembagaan, agar perkeretaapian Indonesia memiliki nilai keselamatan yang tinggi dan dapat mencapai target zero accident," kata legislator kelahiran Sukabumi 45 tahun silam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kecelakaan KA Bangunkarta, Sejumlah Perjalanan KA Terhambat

Kecelakaan KA Bangunkarta, Sejumlah Perjalanan KA Terhambat

News | Minggu, 24 Mei 2015 | 11:03 WIB

Terkini

Atlet Open Donasi Demi Harumkan Indonesia, Publik Bongkar Anggaran Sewa Mobil Rp2,4 M di Kemenpora

Atlet Open Donasi Demi Harumkan Indonesia, Publik Bongkar Anggaran Sewa Mobil Rp2,4 M di Kemenpora

Sport | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:14 WIB

BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan untuk Diaspora Indonesia

BRI Resmi Luncurkan BRImo Taiwan untuk Diaspora Indonesia

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:13 WIB

Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional

Alek Nagari Berpadu Teknologi, Pacuan Kuda Payakumbuh Tembus Standar Nasional

Sumbar | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:12 WIB

Arema FC Pinjam Mauro Zijlstra dari Persija, Lini Serang Makin Tajam?

Arema FC Pinjam Mauro Zijlstra dari Persija, Lini Serang Makin Tajam?

Jatim | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:10 WIB

BRImo Taiwan Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital untuk PMI

BRImo Taiwan Hadir, BRI Perkuat Layanan Digital untuk PMI

Banten | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:09 WIB

Pemkab Bogor Siapkan Pusat Ekonomi Baru di Sisi Barat dan Timur, Buka Lapangan Kerja

Pemkab Bogor Siapkan Pusat Ekonomi Baru di Sisi Barat dan Timur, Buka Lapangan Kerja

Jabar | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Ketika Satu Pabrik Tutup, yang Runtuh Bukan Hanya Lapangan Kerja

Ketika Satu Pabrik Tutup, yang Runtuh Bukan Hanya Lapangan Kerja

Your Say | Senin, 24 Agustus 2026 | 10:00 WIB

Sumatra Dikepung 2.894 Hotspot! Prabowo Turun ke Riau Pimpin Penanganan Karhutla

Sumatra Dikepung 2.894 Hotspot! Prabowo Turun ke Riau Pimpin Penanganan Karhutla

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:59 WIB

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI

BRI Luncurkan BRImo Taiwan, Permudah Layanan Finansial PMI

Bisnis | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:57 WIB

Mengapa Nasi Cepat Kering di Bagian Atas Rice Cooker? Ini Penyebab dan Solusinya

Mengapa Nasi Cepat Kering di Bagian Atas Rice Cooker? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Senin, 24 Agustus 2026 | 09:56 WIB

×