Pernyataan PM Hungaria Soal Pengungsi Muslim Dikecam

Laban Laisila

Kamis, 03 September 2015 | 20:55 WIB
Pernyataan PM Hungaria Soal Pengungsi Muslim Dikecam
Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban. [shutterstock]

Suara.com - Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban menyatakan bahwa arus pengungsi dan pendatang ke Uni Eropa serta kegagalan kebijakan imigrasi dari organisasi tersebut mengancam jatidiri Kristen dari benua Eropa.

"Jika kalah dalam jumlah, maka Anda tidak bisa lagi menerima imigran," kata Orban seperti dilansir dari  surat kabar Jerman Frankfurter Allgemeine Zeitung, Kamis (3/9/2015).

Ini adalah komentar rasis yang diungkapkan PM Hungaria, sambil menambahkan kalau sebagian besar pengungsi adalah muslim.

"Kita tidak boleh lupa bahwa yang datang ke sini membawa agama berbeda dan mewakili kebudayaan sangat berbeda pula," kata pemimpin konservatif itu, yang baru saja mengunjungi Brussels.

Viktor dalam tulisan itu menjelaskan, keputusan pemerintah Hungaria mendirikan pagar di perbatasan Serbia, untuk menghentikan dan memperlambat arus pengungsi yang meninggalkan negaranya karena perang dan kemiskinan.

"Jika kami sudah berhasil melindungi perbatasan, kami bisa menjawab berapa banyak pengungsi yang dapat kami biarkan masuk, atau menjawab perlukah kuota diberlakukan," demikian penjelasan Orban.

Sementara dari Brussels, Belgia, Presiden Uni Eropa Donald Tusk langsung menanggapi artikel Orban.

Dia menegaskan bahwa bahwa sebagai Kristen harus membantu sesama manusia yang mebutuhkan.

"Rujukan pada ajaran Kristen dalam debat publik mengenai imigrasi harusnya berarti kemanusiaan untuk saudara-saudara sesama dan kesiapan untuk menunjukkan solidaritas," kata Tusk. (AFP/Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tumpukan Mayat Pengungsi Eropa Ditemukan di Truk

Tumpukan Mayat Pengungsi Eropa Ditemukan di Truk

News | Jum'at, 28 Agustus 2015 | 07:56 WIB

Terkini

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:22 WIB

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 10:13 WIB

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:29 WIB

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB