Mungkinkah PT Freeport Dinasionalisasi?

Esti Utami, Nikolaus Tolen

Sabtu, 05 Desember 2015 | 13:43 WIB
Mungkinkah PT Freeport Dinasionalisasi?
Unjukrasa menuntut nasionalisasi PT Freeport Indonesia. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara meragukan kemampuan Pemerintahan Jokowi-JK untuk tidak memberikan kemudahan bagi PT. Freeport Indonesia dalam memperpanjang Kontrak Karyanya di Indonesia.

Menurutnya, tidak ada yang bisa diharapkan dari Pemerintah sekarang untuk bisa mengambil alih saham dari perusahaan yang sudah beroperasi di Papua sejak tahun 1967 tersebut.

"Kalau menurut saya, tidak ada yang bisa diharapkan dari Pemerintah saat ini, sehingga berbicara nasionalisasi pun sangat sulit. Bicara nasionalisasi itu terlalu ideal bagi Indonesia," kata Marwan dalam diskusi yang bertajuk "Dramaturgi Freeport" di Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (5/12/2015).

Penilaian Marwan ini didasarkan pada fakta, di mana Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) sudah memperpanjang nota kesepahaman (MoU) yang juga dilakukan pemerintahan SBY. Dengan diperpanjangnya MoU itu, menurut Marwan, maka PT. Freeport Indonesia masih bisa melakukan kegiatan ekspor bahan mentah ke luar negeri.

"Faktanya kan sudah melanjutkan MoU yang ditandatangani tahun lalu, sehingga masih mengizinkan ekspor bahan mentah. Sekarang mestinya bisa diperbaiki, cuma masalahnya kemampuan profil pemerintah sekarang yang sudah memperpanjang MoU. Dan melaui surat yang dikirim ke James Moffet mengindikasikan bahwa Freeport sudah mendapat kelegalan untuk memperpanjang kontraknya," jelas Marwan.

Namun, Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio melihat bahwa pemerintah masih memiliki ruang untuk 'mengusir' Freeport dari Indonesia.

"Kenapa tidak bisa, kalau menurut saya pemerintah sekarang punya kemampuan untuk itu. Saya heran kenapa kok, dan baru kali ini saya dengar pengusaha begitu pesimis dengan kemampuan pemerintah untuk menasionalisasi Freeport," kata Hendri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Prajurit dan Persit Yonif 413/Bremoro Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 05:00 WIB

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Wajah Baru Bogor Barat, 6 Stasiun Kereta Siap Garap Jalur Parung Panjang - Jasinga

Bogor | Senin, 24 Agustus 2026 | 03:49 WIB

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

×