RI Lobi Afrika Agar Dukung Indonesia Masuk ICAO

Adhitya Himawan

Rabu, 09 Desember 2015 | 05:19 WIB
RI Lobi Afrika Agar Dukung Indonesia Masuk ICAO
Mantan Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo. [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com -  Pemerintah Indonesia secara intensif melancarkan lobi kepada negara-negara Afrika dan negara-negara sahabat lainnya untuk mendukung keanggotaan RI dalam Dewan (Council) Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO) masa bakti 2016-2019.

Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Dwisuryo Indroyono Soesilo saat ini memimpin delegasi Indonesia untuk menghadiri Pertemuan Komisi Penerbangan Sipil Afrika ke-25 yang digelar di Kairo, Mesir.

"Kehadiran Indonesia dalam Pertemuan Komisi Penerbangan Sipil Afrika yang beranggotakan 54 negara ini merupakan bagian dari upaya kita untuk melancarkan lobi guna menarik dukungan bagi keanggotaan Dewan ICAO mendatang," kata Indroyono dalam perbincangan di Kairo di sela pertemuan tersebut, Selasa (8/12/2015).


Sebelumnya, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyatakan pemerintah Indonesia telah menetapkan Dr Ir Dwisuryo Indroyono Soesilo, M.Sc, sebagai utusan khusus ICAO untuk membantu melancarkan lobi kepada negara-negara sahabat bagi keanggotaan Dewan ICAO.

Bulan lalu, Indroyono Soesilo juga memimpin delegasi Indonesia untuk menghadiri forum penerbangan Internasional dalam acara ICAO World Aviation Forum (IWAF) di Montreal, Kanada yang berlangsung pada 23-25 November 2015.

Menurut Indroyono, dalam pertemuan tersebut selain membahas perkembangan terkini dunia penerbangan internasional serta berbagi pengalaman dengan negara-negara anggota ICAO, delegasi Indonesia juga menggunakan kesempatan untuk melobi negara-negara sahabat.

Indroyono yang juga mantan Direktur Badan PBB untuk Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) menyatakan bahwa Kementerian Perhubungan bekerja sama intensif dengan Kementerian Luar Negeri untuk keanggotaan Dewan ICAO tersebut.

Pernyataan senada diutarakan Kepala Pelaksana Fungsi Ekonomi KBRI Kairo, Meri Binsar Simorangkir, yang mendampingi delegasi pimpinan Indroyono.

"Kemenlu dan Kementerian Perhubungan saat ini memang 'all out' melancarkan lobi untuk menggolkan Indonesia dalam anggota Dewan ICAO," ujar diplomat muda energik itu.

Pemilihan anggota Dewan ICAO dijadwalkan akan digelar pada September 2016 mendatang.

ICAO merupakan organisasi di bawah PBB yang berfokus pada keselamatan penerbangan sipil dan beranggotakan 191 negara.

Dari jumlah anggota ICAO tersebut, hanya 36 negara anggota Dewan yang berhak berpartisipasi dalam pertemuan Komisi Teknis guna membahas peraturan baru yang dirumuskan ICAO.

Jumlah 36 anggota Dewan ICAO itu terbagi dalam tiga bagian sebagai kelompok negara anggota Dewan berdasarkan posisi geografis ruang udara negaranya yang strategis.

Pembagian posisi terebut terdiri atas, bagian pertama, negara yang memiliki kepentingan utama dalam transportasi udara.

Bagian kedua, negara yang memberikan kontribusi terbesar terhadap penyediaan fasilitas sipil navigasi udara internasional. Dan bagian ketiga adalah negara representasi geografis di transportasi udara.

Anggota Dewan bagian pertama, mencakup Australia, Brazil, Kanada, Tiongkok, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia, Inggris, dan Amerika Serikat.

Bagian kedua, terdiri atas Argentina, Mesir, India, Meksiko, Nigeria, Norwegia, Portugal, Arab Saudi, Singapura, Afrika Selatan, Spanyol, dan Venezuela.

Dan bagian ketiga, mencakup Bolivia, Burkina Faso, Kamerun, Cile, Republik Dominika, Kenya, Libya, Malaysia, Nikaragua, Polandia, Republik Korea, Uni Emirat Arab, dan Tanzania.

Anggota dewan ICAO dipilih setiap tiga tahun sekali melalui pemungutan suara secara rahasia dalam sidang anggota Dewan.

Pemilihan sebelumnya dalam Sidang Majelis ICAO ke-38 pada September 2013 di Kanada, Indonesia kalah dari Malaysia yang posisi jumlah suaranya persis di atas Negeri Jiran itu dengan perolehan 128 suara.

Optimistis Indroyono optimistis Indonesia akan mampu menjadi anggota Dewan ICAO dengan memperbaiki peraturan dalam beberapa bulan ke depan, khususnya yang berkaitan dengan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

"Bila Indonesia lolos menjadi anggota Dewan ICAO, maka kita dapat berpartisipasi aktif dan berkontribusi untuk menentukan kebijakan penerbangan sipil internasional," katanya.

Diutarakannya, Indonesia sangat layak menjadi anggota Dewan ICAO karena posisi geografisnya yang mengontrol empat rute regional utama dari total sembilan rute utama di dunia.

Selain itu, mengutip data Bank Dunia, Indroyono menekankan bahwa Indonesia juga menempati peringkat kedelapan ihwal jumlah penumpang udara selama kurun 2011-2015.

Bahkan, tuturnya, berdasarkan data Dewan Bandara Internasional (Airport International Council/AIC), Bandara Soekarno-Hatta Jakarta berada di peringkat ke-12 sebagai bandara tersibuk di dunia pada 2014.

Peringkat tersebut berdasarkan pada Indonesia memiliki 1.200 pesawat dari semua jenis dan telah memungkinkan perusahaan pesawat seperti Airbus untuk beroperasi.

"Dari fakta-fakta ini, sesungguhnya Indonesia sangat layak menjadi anggota Dewan ICAO," papar Indroyono optimistis.

Sejauh ini, Indonesia selalu gagal menjadi anggota Dewan sepanjang lima kali secara berturut-turut, mulai dari Sidang Umum ICAO pada 2001, 2004, 2007, 2010, 2013.

Indroyono mencoba mengidentifikasi faktor kegagalan demi kegagalan Indonesia merebut posisi anggota Dewan ICAO tersebut.

Menurut dia, faktor yang menjadi penyebabnya yang dapat digeneralisir dalam dua kelompok besar, yaitu internal dan external.

"Faktor internal, menyangkut dukungan kebijakan seutuhnya yang berasal dari institusi yang terkait langsung, dan ini merupakan faktor klasik karena memang terus terjadi sejak lama," paparnya.

"Adapun faktor eksternal, menyangkut pengakuan negara-negara di luar Indonesia, baik sebagai anggota Dewan atau perwakilan di ICAO dalam kaitaannya dengan gambaran kondisi keselamatan penerbangan di Indonesia". (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Rupiah Makin Tertekan, Sudah Melemah 7,74% Sepanjang 2026

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 19:08 WIB

Telkom Indonesia Tiba-tiba Ganti Dirut

Telkom Indonesia Tiba-tiba Ganti Dirut

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:53 WIB

Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK, Rahmad Darmawan Beri Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Nama Shin Tae-yong Menggema di GBK, Rahmad Darmawan Beri Peringatan Keras untuk Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 18:51 WIB

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Jangan Terjebak Harga Murah, Tengok Strategi Investasi Setelah Aturan Rp1

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 18:31 WIB

Pohon Berukuran Raksasa Tumbang Dekat Stasiun UI, KRL Lintas Bogor Sempat Tertahan

Pohon Berukuran Raksasa Tumbang Dekat Stasiun UI, KRL Lintas Bogor Sempat Tertahan

News | Rabu, 30 September 2026 | 17:57 WIB

Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN

Uang Negara Bukan Cek Kosong: Pelajaran dari Putusan MK soal APBN

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 17:32 WIB

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Biaya Mahal Menguatkan Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 16:57 WIB

Malaysia Geram dengan Tuduhan Anak Buah Prabowo Soal Main Mata Lawan Singapura

Malaysia Geram dengan Tuduhan Anak Buah Prabowo Soal Main Mata Lawan Singapura

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 16:09 WIB

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Pelatih Bangladesh Tepis Rumor Keretakan Skuad Jelang Laga Kontra Timnas Indonesia

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 15:50 WIB

Synchronize Fest 2026 Kembali ke Semangat Gerakan, Sambut Generasi Baru

Synchronize Fest 2026 Kembali ke Semangat Gerakan, Sambut Generasi Baru

Entertainment | Rabu, 30 September 2026 | 16:26 WIB

Terkini

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:57 WIB

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

×