Derita Remaja Berpenyakit 'Aneh': Diawali Gatal, Kini Kaki Lumpuh

Arsito Hidayatullah

Sabtu, 06 Februari 2016 | 05:14 WIB
Derita Remaja Berpenyakit 'Aneh': Diawali Gatal, Kini Kaki Lumpuh
Ilustrasi kaki. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang remaja putri asal Desa Dusun Sawah Kabupaten Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, terpaksa berhenti sekolah sejak tiga tahun lalu lantaran menderita penyakit aneh sehingga mengalami kelumpuhan.

Remaja malang ini ialah Meilan Marsela (15) anak dari pasangan Gafrianto (46) dan Emi Suryani (36) warga Dusun III Desa Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara. Saat ditemui, Jumat, korban yang kini beranjak dewasa itu hanya bisa terbaring di rumah kakeknya dengan kondisi badan yang mulai membungkuk dan kaki sebelah kiri yang membusuk.

 
Menurut keterangan ibu korban, Emi Suryani, anaknya itu terserang penyakit aneh pada 2013 lalu yang awalnya hanya gatal-gatal biasa di bagian kaki, namun lama-kelamaan semakin parah dan membengkak hingga akhirnya tubuh bagian bawahnya tidak bisa digerakkan lagi.

"Awalnya cuma gatal-gatal biasa, tapi beberapa hari kemudian semakin parah dan anaknya menangis karena sakitnya luar biasa. Akibat sering digaruk kulit kakinya menjadi bengkak dan mengeluarkan cairan serta mengelupas semua seperti ular yang berganti kulit," ujarnya.

Dirinya bersama dengan suami sendiri sudah berupa melakukan pengobatan medis di RSUD Curup dan anaknya itu juga sempat dilakukan rontgent, namun tim medis yang merawatnya tidak bisa mendiagnosa penyakit apa yang dialami Meilan.

Lantaran tidak memiliki biaya lagi, karena suaminya hanyalah seorang buruh bangunan yang hingga saat ini masih menumpang di rumah orangtuanya kemudian menjalani perawatan dari rumah tapi bukan ditangani petugas kesehatan. Pengobatan dilakukan secara tradisional yang dilakukan oleh paranormal.

Gadis yang terlihat ceria ini dan sempat duduk di kelas I SMPN Curup Utara itu setiap harinya hanya diobati dengan dedaunan dan air mantera yang diberikan dukun kampung di desa itu.

Sementara itu Meilan sendiri saat ditemui mengatakan, dirinya jika sembuh masih akan bersekolah layaknya anak-anak sebayanya. Namun dengan kondisi bagian bawah tubuhnya terutama dibagian kakinya yang sudah tidak dapat diluruskan lagi itu, dirinya hanya bisa berharap ada keajaiban tuhan sehingga bisa kembali normal.

Sedangkan Edi Azhar perangkat Desa Dusun Sawah, mengatakan pihak desanya sudah mengusulkan bantuan ke pemkab setempat agar yang bersangkutan dapat ditangani oleh pihak medis guna pengobatan dan mengetahui jenis penyakitnya.

"Masih akan diupayakan agar anak ini bisa dapat bantuan guna mengobati penyakitnya. Kami kasihan karena keluarga ini tidak mampu, rumah saja tidak punya dan masih menumpang ke orangtuanya bersama dengan beberapa keluarga lainnya," kata Edi. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Gara-gara Longsor di Bogor Layanan KRL Terganggu, KAI Minta Maaf

Gara-gara Longsor di Bogor Layanan KRL Terganggu, KAI Minta Maaf

News | Selasa, 24 November 2015 | 20:27 WIB

Citayam-Bojonggede Mulai Bisa Dilewati KRL Kecepatan Rendah

Citayam-Bojonggede Mulai Bisa Dilewati KRL Kecepatan Rendah

News | Selasa, 24 November 2015 | 20:03 WIB

Orang Lumpuh Ini Gerakan Robot dengan Pikiran

Orang Lumpuh Ini Gerakan Robot dengan Pikiran

Tekno | Sabtu, 23 Mei 2015 | 06:30 WIB

Perempuan Ini Lumpuh Gara-gara Kuas "Make-up"

Perempuan Ini Lumpuh Gara-gara Kuas "Make-up"

Lifestyle | Selasa, 07 April 2015 | 12:27 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×