Indonesia Tetap Hukum ABK Kapal Cina Pencuri Ikan di Natuna

Pebriansyah Ariefana | Erick Tanjung | Suara.com

Kamis, 24 Maret 2016 | 17:27 WIB
Indonesia Tetap Hukum ABK Kapal Cina Pencuri Ikan di Natuna
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengadakan pertemuan dengan masyarakat dan pemuka adat Bali di Jakarta, Senin (29/2). [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan sejumlah anak buah kapal (ABK) berbendera Cina KM Kway Fey 10078 yang ditangkap karena melakukan penangkapan ikan secara ilegal di perairan Natuna beberapa waktu lalu tidak akan dibebaskan begitu saja. Sampai sekarang semua ABK masih diperiksa lebih lanjut dan diproses secara hukum Indonesia.

"Mereka (ABK kapal nelayan pencuri ikan Cina) sudah ditangkap‎, sekarang dalam pemeriksaan. (Pemerintah) Cina melobi dan meminta mereka dibebaskan, tapi kita tetap akan proses secara hukum di Indonesia," kata Susi di kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Jakarta, Kamis (24/3/2016).

Sedangkan Kapalnya tidak bisa ditarik oleh petugas KKP ke wilayah Indonesia. Namun dibawa oleh kapal militer coastguad China ke wilayah negara mereka.

Sebelumnya kapal petugas dari pihak KKP menangkap kapal nelayan Cina itu, namun justru kapal militer China menabrak tersebut dan membawanya ke wilayah mereka. Oleh sebab itu, Pemerintah Indonesia meminta China menyerahkan kapal pencuri KM Kwey Fey tersebut.

"Kami minta kapal itu dikasihkan ke kita. Sekarang kami tunggu reaksi mereka (Pemerintah China)," ujar dia.

Atas kejadian itu, beberapa waktu lalu Kementerian Luar Negeri RI telah melayangkan nota pro‎tes kepada Pemerintah Cina. Dalam nota diplomatik itu, Indonesia memprotes tiga pelanggaran yang dilakukan China, di antaranya adalah pertama, pelanggaran terhadap yurisdiksi wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE), ‎kedua pelanggaran yang dilakukan costguard China menghalangi upaya Indonesia untuk melakukan hukum against pencurian ikan. Ketiga, pelanggaran terkait dengan konfrensi teritorial water Indonesia.

"Kami telah sampaikan protes dan nota protes diplomatis. Kami tunggu klarifikasi dari mereka," tandas dia.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan mendeteksi adanya pergerakan kapal yang diduga menangkap ikan secara ilegal di perairan Natuna, pada Sabtu (19/3/2016) sekitar pukul 14.15 WIB.

Kapal itu diketahui sebagai KM Kway Fey yang berbendera Cina. ‎Lalu kapal milik KKP, yakni KP Hiu 11, mendatangi kapal motor tersebut dan mengamankan delapan awak buah kapal (ABK). Meskipun kejadian itu ada di wilayah perbatasan, kapal tersebut dinyatakan telah berada di Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia.

Namun, saat KM Kway Fey akan dibawa petugas KKP, tiba-tiba datang kapal coastguard (penjaga pantai) Cina yang datang mendekat. Mereka menabrak Kway Fey.‎

Menghindari konflik, petugas KKP meninggalkan Kway Fey dan kembali ke KP Hiu 11 dan hanya berhasil membawa delapan ABK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Susi Minggu Ini Bakar Kapal Maling Ikan Malaysia dan Vietnam

Susi Minggu Ini Bakar Kapal Maling Ikan Malaysia dan Vietnam

Bisnis | Rabu, 16 Maret 2016 | 17:51 WIB

Mau Tiru Argentina Berantas Illegal Fishing, Susi: Nanti Diprotes

Mau Tiru Argentina Berantas Illegal Fishing, Susi: Nanti Diprotes

Bisnis | Rabu, 16 Maret 2016 | 17:29 WIB

Menteri Susi Janji Langsung Ledakkan Kapal Pencuri Ikan

Menteri Susi Janji Langsung Ledakkan Kapal Pencuri Ikan

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 16:40 WIB

Menteri Susi: Pencurian Ikan Sudah Terorganisir Lintas Negara

Menteri Susi: Pencurian Ikan Sudah Terorganisir Lintas Negara

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 16:23 WIB

Selama 2 Bulan, Menteri Susi Tangkap 40 Kapal Ilegal

Selama 2 Bulan, Menteri Susi Tangkap 40 Kapal Ilegal

News | Rabu, 16 Maret 2016 | 15:24 WIB

Terkini

Mantan Kades Rindu Hati Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Kasus Dana Desa Rugikan Negara Rp892 Juta

Mantan Kades Rindu Hati Dituntut 4,5 Tahun Penjara, Kasus Dana Desa Rugikan Negara Rp892 Juta

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:08 WIB

Israel Sahkan Hukuman Mati untuk Warga Palestina, PBB Beri Kecaman Keras

Israel Sahkan Hukuman Mati untuk Warga Palestina, PBB Beri Kecaman Keras

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:03 WIB

DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil

DPR Minta Warga Tak Panik, Harga BBM Dipastikan Tetap Stabil

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 16:00 WIB

Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar

Pramono Minta Maaf Soal Zebra Cross Tebet, Janji Perbaikan Sesuai Standar

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:57 WIB

Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat

Bareskrim Sita Rp55 Miliar Judi Online, Pengamat: Sistem Payment Gateway Harus Ditutup Rapat

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:57 WIB

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

Menjerit Kesakitan: Warga Tambun Disiram Air Keras Sepulang dari Masjid, Aksi Pelaku Terekam CCTV!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Sampaikan Duka Mendalam dan Pastikan Pemulangan Jenazah

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:55 WIB

DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN

DPR Minta Kompensasi Listrik untuk Orang Kaya dan Industri Dihentikan, Demi Jaga APBN

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:54 WIB

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

Iran Tarik Biaya Tambahan Kapal Lewat Selat Hormuz, Teman AS - Israel Haram Melintas

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:45 WIB

Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI

Polda Metro Bungkam Ditanya Alasan Pelimpahan Kasus Andrie Yunus ke TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 15:42 WIB