PM India: Runtuhnya Jembatan adalah Peringatan dari Dewa

Ruben Setiawan

Jum'at, 08 April 2016 | 13:39 WIB
PM India: Runtuhnya Jembatan adalah Peringatan dari Dewa
Perdana Menteri India Narendra Modi. (Shutterstock)

Suara.com - Perdana Menteri India Narendra Modi mengomentari tragedi runtuhnya jembatan layang yang menewaskan lebih dari 20 orang di Kolkata, dengan pernyataan berbau politis. Modi menyebutkan, tragedi itu merupakan peringatan dari Dewa, agar masyarakat di kawasan Bengal dibebaskan dari pengaruh All India Trinamool Congress, partai berkuasa di Bengal Barat yang diketuai Kepala Menteri Mamata Banerjee.

"Ini adalah bencana yang tak terelakkan," kata Modi dalam sebuah kampanye pemilihan umum di Madarit, Bengal utara.

"Karena ini terjadi di masa pemilihan umum, maka orang menjadi tahu pemerintahan macam apa yang dijalankan olehnya (Banerjee)," lanjut Modi.

"Dewa telah mengirim pesan kepada rakyat - bahwa hari ini jembatan ini runtuh, esok ia akan melumatkan seluruh Bengal. Pesan Dewa untuk anda semua adalah untuk menyelamatkan Bengal," katanya lagi.

Sedikitnya 21 orang tewas, sementara lebih dari 150 lainnya terluka setelah sebuah jembatan layang tiba-tiba ambruk dan menimpa jalanan yang sarat kendaraan di bawahnya.

Modi menuduh Banerjee bermain politik di tengah tragedi tersebut. Banerjee dikabarkan menyalahkan Left Front, sebuah aliansi parta-partai sayap kiri India, yang mengeluarkan kontrak untuk proyek flyover sebagai dalang tragedi tersebut.

Modi mengatakan, alih-alih menuduh Left Front, alangkah baiknya apabila Banerjee membantu proses penyelamatan korban.

"Hanya kursi saja yang dilihat olehnya (Banerjee) dan bukan orang-orang yang sekarat," ungkap Modi.

Tak selesai sampai di situ. Di hadapan warga di Asansol, Modi menyebut inisial TMC (Trinamool Congress), merupakan kependekan dari, "T untuk Teror, M untuk Maut, C untuk Korupsi (Corruption)".

Menanggapi serangan Modi, anggota parlemen dari Trinamool Congress, Derek O'Brien menyatakan bahwa apa yang dikatakan Modi tidak pantas.

"Apa yang dikatakan PM (Perdana Menteri) tidak pantas untuk kedudukannya," kata O'Brien lewat akun Twitternya.

Partai Trinamool Congress mengklaim, kendati tragedi tersebut terjadi di masa pemerintahan mereka, kontrak pembangunan jembatan ditandatangani oleh pemerintahan sebelumnya yang dipimpin aliansi partai Left Front.

Sementara itu, Left Front menuding pemerintahan Partai Trinamool Congress meneruskan pembangunan dengan kontraktor yang sama kendati sudah di-blacklist oleh beberapa negara bagian. (Independent)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aktivis Pro Partai Rakyat Kecoa Mogok Makan Hampir Sebulan, BB Turun 11 Kg: Saya Masih Hidup

Aktivis Pro Partai Rakyat Kecoa Mogok Makan Hampir Sebulan, BB Turun 11 Kg: Saya Masih Hidup

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:21 WIB

Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan

Negara Ini Darurat Pemerkosaan, Rakyat Main Hakim Sendiri Gebuki Diduga Pelaku Sampai Tewas di Jalan

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 16:25 WIB

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

Detik-detik Ledakan Gas Metana Terowongan Sikkim India, 12 Pekerja Proyek PLTA Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 13:15 WIB

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:55 WIB

Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

Terowongan PLTA Meledak, 9 orang Tewas dan 27 Lainnya Terjebak di Pegunungan Himalaya

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 15:58 WIB

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

Pendemo Partai Rakyat Kecoa Gen Z Habis-habisan Dipukuli Polisi India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 14:02 WIB

Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

Gen Z dari Partai Rakyat Kecoa Demo Besar, Capek Susah Cari Kerja, Frustasi dengan Pemerintah India

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 12:30 WIB

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

Orang India Jadi Korban Serangan Iran, 2 Tanker Uni Emirat Arab Dirudal

News | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:13 WIB

Review Film Dhamaal 4: Paket Lengkap Komedi Situasi yang Sangat Menghibur

Review Film Dhamaal 4: Paket Lengkap Komedi Situasi yang Sangat Menghibur

Your Say | Selasa, 14 Juli 2026 | 07:00 WIB

Purbaya Akan Minta Penjelasan Kemenhan soal Anggaran Rudal Brahmos India

Purbaya Akan Minta Penjelasan Kemenhan soal Anggaran Rudal Brahmos India

Bisnis | Jum'at, 10 Juli 2026 | 14:42 WIB

Terkini

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak

Kalbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:45 WIB

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

×