Istri Tewas Membusuk di Kolong Ranjang, Suami Menghilang

Tomi Tresnady

Minggu, 10 April 2016 | 08:00 WIB
Istri Tewas Membusuk di Kolong Ranjang, Suami Menghilang
Ilustrasi mayat [shutterstock]

Suara.com - Seorang ibu rumah tangga di Munjungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu (9/4/2016) ditemukan warga dalam kondisi tewas terbungkus selimut di kolong tempat tidur kamar rumahnya dan diduga menjadi korban pembunuhan.

"Korban ditemukan ibunya kemarin sore sekitar pukul 19.30 WIB dan langsung dilaporkan ke polisi," kata Fatkul Hadi, warga Munjungan menginformasikan dari Trenggalek, Minggu (10/4).

Menurut Fatkul, kasus penemuan mayat yang diduga berlatar pembunuhan tersebut sempat membuat situasi di rumah korban di Desa Tawing, Kecamatan Munjungan itu ramai dijejali warga yang ingin tahu.

Polisi datang sekitar sejam kemudian dan beberapa petugas dari tim identifikasi dan Satreskrim Polres Trenggalek melakukan olah tempat kejadian perkara, sebelum mayat yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap dievakuasi menuju RSUD dr Soedomo.

"Kami dari polsek fokus mengamankan lokasi kejadian dan menghalau warga yang coba mendekat, karena situasinya semalam penuh sesak," kata Kapolsek Munjungan AKP Rohadi.

Ia mengatakan, kasus tersebut ditangani langsung oleh Satreskrim Polres Trenggalek. Rohadi mengemukakan, penyelidikan masih terus dilakukan dengan mengambil jejak sidik jari, sejumlah barang bukti petunjuk, serta meminta keterangan saksi-saksi.

"Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi ke kasatreskrim atau ke subbag humas polres, ujarnya.

Rohadi tidak mengonfirmasi secara tegas bahwa kasus tersebut sebagai pembunuhan. Namun ia membenarkan bahwa kasus penemuan mayat ada indikasi berlatar belakang kekerasan dalam rumah tangga.

"Indikasinya memang mengarah ke KDRT," kata Rohadi.

Belum ada konfirmasi lebih lanjut dari jajaran Polres Trenggalek. Kapolres Trenggalek AKBP I Made Agus P melalui pesan jejaring sosial WhatsApp meminta koresponden Antara untuk menunggu hasil penyelidikan dan mengonfirmasi langsung ke bagian satreskrim.

"Langsung ke kasat reskrim saja," jawab Kapolres Made.

Informasi dari beberapa sumber warga Munjungan, korban diidentifikasi bernama Tutik Handayani berumur sekitar 30 tahun, beralamat di Dusun Domerto, Desa Tawing RT 30/RW 07.

Jenazah korban ditemukan pertama kali oleh ibu kroban usai mengikuti kegiatan yasinan yang digelar bersama kelompok pengajian lingkungan setempat, yang curiga karena tidak melihat anaknya Tutik sejak kedatangannya dari Malang pada Sabtu sore.

"Itu ibunya sempat ditelepon anaknya yang lain yang menjadi TKW di Taiwan karena curiga Tutik tidak bisa dihubungi sejak tiga hari terakhir," kata Hadi, warga Munjungan.

Merasa curiga, sang ibu sepulang dari yasinan segera memeriksa ke kamar korban dan mendapati bau tak sedap menyengat dari dalam.

"Warga yang ikut memeriksa sumber bau, mendapati jasad Tutik terbungkus selimut di kolong dipan kamar. Suami korban bernama Man sudah tidak ada di rumah dan diduga kabur dengan membawa anak semata wayang bernama Clara (4)," tutur Hadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Seorang Kakek di Situbondo Tewas di atas Pohon

Seorang Kakek di Situbondo Tewas di atas Pohon

News | Senin, 21 Maret 2016 | 07:38 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×