Array

Muslim Iran Tak Bisa Jalani Ibadah Haji 2016

Liberty Jemadu Suara.Com
Jum'at, 13 Mei 2016 | 05:05 WIB
Muslim Iran Tak Bisa Jalani Ibadah Haji 2016
Ilustrasi jemaah sedang menjalani ibadah di Mekah, Arab Saudi (Shutterstock).

Suara.com - Muslim Iran tidak akan bisa menjalani ibadah haji pada September tahun ini, setelah Iran dan Arab Saudi gagal menyepakati aturan penyelenggaraan salah satu ibadah wajib umat Muslim tersebut.

Kedua negara, yang sejak Januari lalu telah memutuskan hubungan diplomatik, kini menuding satu sama lain sebagai pihak yang menyebabkan kesepakatan itu tak tercapai.

Pejabat Kementerian Bimbingan Islam dan Budaya Iran, Ali Jannati, menuding Saudi menyabotase jemaah haji tahun ini.

"Aturan belum disusun dan kini sudah terlambat. Sabotase ini dilakukan oleh pihak Saudi," kata Janati.

Sementara di sisi lain, Kementerian Urusan Haji dan Umrah Saudi, mengatakan delegasi Iran menolak menandatangani sebuah perjanjian yang menjadi dasar pengaturan ibadah haji tahun ini.

"Iran adalah satu-satunya negara yang menolak menandatangani kesepakatan penyelenggaraan haji. Mereka mengajukan sejumlah permintaan yang tak bisa kami terima," kata Menteri Urusan Haji dan Umrah Saudi, Muhammad Saleh bin Tahir al-Bantani.

Riyadh, seperti dikutip situs berita Sabq, mengatakan Iran meminta agar penerbitan visa dilakukan di dalam negerinya, padahal kedua negara sudah tak bertukar misi diplomatik sejak Januari lalu.

Adapun Iran meminta agar visa bagi jemaahnya diterbitkan di Kedutaan Besar Swiss di Teheran, pihak yang telah ditunjuk Saudi untuk mewakili kepentingannya di Iran.

Iran juga meminta agar jemaahnya berangkat ke Saudi menggunakan maskapai penerbangan sendiri, sementara sejak hubungan diplomatik diputus pada awal tahun ini, pesawat-pesawat Iran sudah dilarang memasuki wilayah Saudi.

Hubungan diplomatik Teheran dan Riyadh putus setelah demonstran menyerang misi-misi diplomatik Saudi di Iran pada awal tahun ini, setelah pemerintah Kerajaan Saudi mengeksekusi mati ulama Syiah, Nimr Baqir al-Nimr.

Kedua negara itu juga sedang tak akur di kawasan Timur Tengah. Saudi yang dikuasai oleh monarki Sunni memandang Iran yang dipimpin oleh para ulama Syiah, sebagai rival utama dan menjadi biang ketidakstabilan kawasan karena terlibat dalam sejumlah konflik horizontal di Yaman, Suriah, juga Irak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI