Hasil Evaluasi KPI Terhadap 10 Stasiun TV Swasta Diragukan

Adhitya Himawan

Rabu, 25 Mei 2016 | 21:06 WIB
Hasil Evaluasi KPI Terhadap 10 Stasiun TV Swasta Diragukan
Logo KPI Pusat (id-id.facebook.com)

Suara.com - Para akademisi dan pegiat masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) meragukan kesungguhan KPI dalam melakukan evaluasi dengar pendapat (EDP) terhadap 10 stasiun televisi terbesar di Indonesia, yang telah berlangsung pada 10-17 Mei 2016 di Jakarta.

EDP merupakan bagian proses perpanjangan izin penyiaran (IPP) sepuluh stasiun televisi yaitu ANTV, GlobalTV, Indosiar, MetroTV, MNCTV, RCTI, SCTV, TransTV, Trans7, dan TVOne, yang akan berakhir tahun ini.

"KPI terlihat tidak sungguh-sungguh menyelenggarakan EDP. Padahal EDP memiliki arti strategis, mengingat melalui forum ini KPI memiliki kewenangan untuk memberikan atau menolak rekomendasi perpanjangan IPP bagi stasiun TV yang dinilai tidak menyajikan muatan yang sejalan dengan kepentingan publik," ujar akademisi Universitas Indonesia sekaligus anggota KNRP Ade Armando dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (25/5/2016).

Sementara itu, pengurus Aliansi Jurnalis Independen Indonesia (AJI) Bayu Wardana menjelaskan sebelum EDP dilaksanakan, beberapa komisioner KPI telah menyatakan dalam forum-forum publik bahwa pemberian rekomendasi IPP akan dilandasi catatan tentang berbagai pelanggaran yang dilakukan setiap stasiun televisi swasta selama 10 tahun terakhir, mulai dari isi siaran sampai pelaksanaan sistem stasiun jaringan (SSJ).

"Sayangnya, EDP jauh dari evaluasi sistematis semacam itu," kata dia.

Setelah mempelajari keseluruhan proses EDP, perwakilan KNRP yang merupakan gabungan dari 20 organisasi dan lebih dari 150 dosen serta pegiat masyarakat sipil menyusun kesimpulan seperti berikut:

1. EDP dilakukan sekadar untuk memenuhi persyaratan formalitas. Tidak terlihat ada upaya sungguh-sungguh KPI untuk menilai kinerja masing-masing stasiun TV dan meminta masing-masing stasiun TV mempertanggungjawabkan isi siaran mereka dalam konteks kepentingan publik.

2. KPI tidak terlihat berusaha mensyaratkan komitmen masing-masing stasiun TV swasta untuk menempatkan kepentingan publik dalam prioritas pertama sebagai persyaratan perpanjangan IPP.

3. KPI tidak menyertakan Evaluasi KPI atas kinerja isi siaran masing-masing stasiun TV selama 10 tahun dalam EDP. KPI sebenarnya memiliki daftar pelanggaran masing-masing stasiun TV secara lengkap selama 10 tahun yang dapat dijadikan semacam 'rapor' untuk menilai stasiun TV. Rapor itu tidak dipaparkan secara sistematis dalam EDP.

4. KPI hampir-hampir tidak memaparkan masukan publik (uji publik) yang di awal tahun lalu diminta oleh KPI untuk diajukan ke masyarakat.

5. Evaluasi yang dipaparkan KPI dalam EDP hanya bersifat parsial dan mikro. Sesekali ada pertanyaan kritis diajukan, namun hal semacam itu sama sekali tidak mewakili rapor secara keseluruhan.

6. KPI tampaknya tidak mempersiapkan diri dengan baik menghadapi EDP. Kualitas pertanyaan yang diajukan sebagian komisioner tidak bermutu, remeh, dan sama sekali tidak substansial untuk sebuah evaluasi 10 tahun. Persoalan-persoalan serius seperti penggunaan frekuensi publik untuk kepentingan propaganda politik, perlindungan anak dan remaja dari tontonan tidak sehat atau pelanggaran ruang pribadi masyarakat hanya disebut sekilas.

7. Tidak terlihat KPI menyiapkan panduan sistematis dalam EDP. Pola pertanyaan KPI terlihat berbeda-beda, sesuai dengan selera komisioner KPI yang hadir secara bergantian di hari-hari yang berbeda.

8. Kewajiban stasiun TV swasta untuk menegakkan Sistem Siaran Jaringan (SSJ) dengan muatan lokal hanya disinggung sekilas di berbagai kesempatan EDP. Padahal KPI sendiri pernah melakukan penelitian yang menunjukkan bagaimana sampai saat ini, mayoritas stasiun TV swasta membangkang untuk menerapkan SSJ dan peraturan muatan lokal yang ada dalam UU Penyiaran dan peraturan KPI sendiri.

9. KNRP bahkan memperoleh informasi bahwa Berita Acara EDP ternyata tidak memuat secara lengkap pembicaraan dan komitmen penting dalam EDP. Karena itu, KNRP meminta agar Berita Acara EDP dipublikasikan secara terbuka sehingga dapat diakses publik.

Terkait kesimpulan tersebut, KNRP meminta KPI lebih serius melanjutkan proses perpanjangan IPP 10 stasiun televisi swasta dengan menempatkan kepentingan publik sebagai prioritas utama.

 "Artinya, 'rapor' 10 tahun TV-TV tersebut, hasil uji publik, dan kepatuhan melaksanakan SSJ harus dijadikan pertimbangan utama dalam pemberian rekomendasi perpanjangan IPP," kata Bayu.

KNRP juga mengimbau masyarakat sipil untuk terus memantau proses perpanjangan IPP dan kinerja KPI, agar lembaga negara yang telah dipilih DPR itu tidak mengkhianati amanat yang diberikan UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Fenomena Pernikahan Artis di TV dan Prioritas yang Patut Dipertanyakan

Fenomena Pernikahan Artis di TV dan Prioritas yang Patut Dipertanyakan

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 12:16 WIB

5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium

5 Rekomendasi Google TV Murah, Harga Mulai 1 Jutaan Fitur Premium

Tekno | Jum'at, 05 Juni 2026 | 14:21 WIB

Review Panasonic TH-43NX600G: Google TV 4K dengan Kualitas Visual "Real" ala 3D

Review Panasonic TH-43NX600G: Google TV 4K dengan Kualitas Visual "Real" ala 3D

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 11:21 WIB

Bingung Pilih Smart TV atau Google TV? Simak Perbedaannya sebelum Beli

Bingung Pilih Smart TV atau Google TV? Simak Perbedaannya sebelum Beli

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 10:48 WIB

Cara Menemukan Serial TV Berkualitas di IDLIX Sesuai Genre yang Anda Sukai

Cara Menemukan Serial TV Berkualitas di IDLIX Sesuai Genre yang Anda Sukai

Lifestyle | Minggu, 31 Mei 2026 | 10:30 WIB

Jawapos TV Resmi Hentikan Siaran di Usia ke-19, Video Studio Sepi Viral

Jawapos TV Resmi Hentikan Siaran di Usia ke-19, Video Studio Sepi Viral

Entertainment | Senin, 01 Juni 2026 | 14:24 WIB

Curhatan Eks Kru Ini Talkshow Viral, Mengaku Dilempar Skrip oleh Host Terkenal

Curhatan Eks Kru Ini Talkshow Viral, Mengaku Dilempar Skrip oleh Host Terkenal

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 14:17 WIB

Prilly Latuconsina Beberkan Realita Gelap Syuting Sinetron, Bisa Bikin Peran Dimatikan

Prilly Latuconsina Beberkan Realita Gelap Syuting Sinetron, Bisa Bikin Peran Dimatikan

Video | Rabu, 06 Mei 2026 | 12:00 WIB

Komik 5 Menit Sebelum Tayang 01, Rahasia Ruang Kendali Industri Televisi

Komik 5 Menit Sebelum Tayang 01, Rahasia Ruang Kendali Industri Televisi

Your Say | Jum'at, 17 April 2026 | 12:00 WIB

Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan

Lawan Ketimpangan! Ini 5 Mandat Politik Kongres VI KPI Demi Keadilan Ekonomi Perempuan

News | Jum'at, 10 April 2026 | 12:52 WIB

Terkini

Mediasi Buntu, Keluarga Adik Keisya Levronka Ungkap Alasan Tempuh Jalur Hukum

Mediasi Buntu, Keluarga Adik Keisya Levronka Ungkap Alasan Tempuh Jalur Hukum

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:37 WIB

Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal

Rp756 Miliar Diselamatkan! Kapolri Bongkar Skandal Besar Bio Solar dan Perusahaan Sawit Nakal

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:32 WIB

Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 M, Soroti Tak Ada Ambulans usai Lexi Jatuh dari Lantai 6

Keluarga Keisya Levronka Gugat Untar Rp1 M, Soroti Tak Ada Ambulans usai Lexi Jatuh dari Lantai 6

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:28 WIB

Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat

Komdigi dan Universitas Brawijaya Bangun Sistem AI Pendukung Sekolah Rakyat

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 15:19 WIB

Geger Kelompok Society of Saint Pius X Angkat 4 Uskup Tanpa Persetujuan Paus Leo, Siapa Mereka?

Geger Kelompok Society of Saint Pius X Angkat 4 Uskup Tanpa Persetujuan Paus Leo, Siapa Mereka?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:59 WIB

Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:15 WIB

Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK

Usulan Pilkada Lewat DPRD Kandas? Golkar Respons Putusan MK

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:06 WIB

Pesawat Tabrak Menara di Beijing, Pemerintah China Sibuk Sensor Peristiwa Itu

Pesawat Tabrak Menara di Beijing, Pemerintah China Sibuk Sensor Peristiwa Itu

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:02 WIB

Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo

Gerindra Santai Hadapi Safari Politik Jokowi, Pilih Fokus Kawal Program Prabowo

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:50 WIB

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

Momen Keajaiban Bayi 3 Tahun Selamat Usai 6 Hari Tertimbun Puing Gempa Bumi Venezuela

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:40 WIB

×