Fahri Hamzah: Jokowi Politisi Baru di Kancah Nasional

Adhitya Himawan, Dian Rosmala

Senin, 15 Agustus 2016 | 12:25 WIB
Fahri Hamzah: Jokowi Politisi Baru di Kancah Nasional
Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. (Suara.com/Dian Rosmala)

Wakil Ketua DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Fahri Hamzah, memberikan penilaian atas kepemimpinan Presiden Joko Widodo selama menjabat sebagai Presiden. Menurut dia, Jokowi masih perlu belajar banyak terkait dengan situasi kebangsaan, terutama dalam hal politik.

"Pak Jokowi dianggap politisi barulah di kancah nasional, karena beliau baru berpindah dari Solo ke Jakarta. Menjadi pimpinan tertinggi di negara kita ini kan, dalam kurun waktu yang sangat singkat, saya kira kurang dari dua tahun," kata Fahri di DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/8/2016).

Fahri menambahkan, dalam menjalankan kepemimpinannya, Presiden perlu dukungan kuat dari semua pihak, termasuk dari DPR. Sebab, situasi di Indonesia yang begitu komplit, belum bisa ia baca secara utuh.

"Bisa dibilang beliau itu new kid on the block, orang baru. Sebetulnya dari awal, kita tahu juga di DPR tahu situasi Pak Jokowi, karena itu kita harus memberikan dukungan kepada beliau," ujar Fahri.

Namun demikian, Fahri juga menyoroti sistem yang berjalan di masa pemerintahan Presiden Jokowi. Katanya, masih banyak hal yang perlu diperbaiki.

"Tapi memang sistem di sekitar beliau harus diperbaiki. Karena beliau itu orang baru. Kan beliau nggak kenal orang, belum terbiasa dengan prosedur di tingkat nasional," tutur Fahri.

Salah satu kegagapan yang dialami Jokowi, dalam menjalankan pemerintahannya terlihat ketika memilih para menteri. Fahri menilai, tidak jarang Jokowi memilih menteri yang menimbulkan kontroversi di masyarakat.

"Misalnya dengan cara memilih menteri yang kontroversial. Dari awal kontroversial dulu. Dulu beliau ngajak KPK untuk menyeleksi menteri. Itu saya bilang salah, nggak ada itu tugas KPK nyeleksi menteri. Tapi ya, pencitraan kan," kata Fahri.

Karena kegagapan dalam memilih menteri, menurut Fahri, akhirnya Jokowi harus melakukan reshuffle kabinet. Tidak cuma itu, tapi masih banyak persoalan yang bergulir, yang membuktikan bahwa Jokowi tidak menguasai situasi secara utuh.

"Akhirnya di tengah jalan juga mengalami reshuffle. Reshuffle terakhir ini juga kontroversi. Dan banyak soal lain. Itu menandakan, Pak Jokowi banyak persoalan politik elite yang beliau belum menguasai," ujar Fahri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jokowi Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT RI di Istana Merdeka

Jokowi Tinjau Gladi Bersih Upacara HUT RI di Istana Merdeka

News | Senin, 15 Agustus 2016 | 11:28 WIB

MPR Gelar Sidang Tahunan Tentang Kinerja Pemerintah

MPR Gelar Sidang Tahunan Tentang Kinerja Pemerintah

News | Rabu, 10 Agustus 2016 | 13:48 WIB

Fahri Hamzah Salut BG Legowo Dilangkahi Juniornya

Fahri Hamzah Salut BG Legowo Dilangkahi Juniornya

News | Sabtu, 16 Juli 2016 | 06:17 WIB

Polisi Kebanyakan Urus Teroris, Mending Fokus Berantas Korupsi

Polisi Kebanyakan Urus Teroris, Mending Fokus Berantas Korupsi

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 19:08 WIB

Vaksin Palsu Beredar dari 2003, Ini yang Bikin Fahri Hamzah Heran

Vaksin Palsu Beredar dari 2003, Ini yang Bikin Fahri Hamzah Heran

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 18:46 WIB

Wakil Ketua DPR Beri Selamat pada Kapolri Baru Tito Karnavian

Wakil Ketua DPR Beri Selamat pada Kapolri Baru Tito Karnavian

News | Jum'at, 15 Juli 2016 | 16:37 WIB

Dipecat, Fahri Hamzah Malah Bukber dengan Presiden PKS

Dipecat, Fahri Hamzah Malah Bukber dengan Presiden PKS

News | Minggu, 03 Juli 2016 | 17:16 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×