Derita Ani, PRT Belia yang Disiksa Oleh Majikannya Selama 9 Tahun

Adhitya Himawan

Senin, 15 Agustus 2016 | 13:58 WIB
Derita Ani, PRT Belia yang Disiksa Oleh Majikannya Selama 9 Tahun
Sri Siti Marni, PRT yang menjadi korban penganiayaan majikannya. [Dok Feri Latief]

Tubuhnya kecil tak seperti perempuan usia duapuluhan pada umumnya. Guratan penderitaan terlihat pada wajahnya. Hidung dan bibirnya ada bekas luka, bahkan bentuk bibir terlihat tak lagi normal seperti ada yang terpotong. Mata kanannya juga terlihat tak normal, ada bulatan abu-abu ditengahnya. 

“Buta karena katarak. Dicolok-colok terus disiram pakai air panas juga, kena air cabai juga,” tutur Sri Siti Marni , 21 tahun, yang biasa dipanggil Ani. Dia berasal dari Babakan Dua Sukamaju, Leuwiliang Bogor, Jawa Barat.

Dengan suara pelan ia menceritakan pengalamannya yang disiksa terus menerus oleh majikan dan anggota keluarganya selama 9 tahun bekerja di sana. 

Waktu ia berumur 11 tahun ia diajak ke Jakarta oleh majikannya. Saat itu ia tidak mengerti mengapa di ajak ke Jakarta.  Ia di janjikan akan diangkat menjadi anak dan disekolahkan di Jakarta oleh Musdalifah, majikannya seorang mantan penyanyi dangdut yang dulu populer dengan nama Meta Hasan.

Ternyata apa yang dijanjikan majikannya tak pernah diwujudkan. Ia malah dipekerjakan sebagai pekerja rumah tangga. Satu minggu kemudian ia meminta pulang karena teringat ia bolos sekolah dan pesantren. Ia tak diijinkan pulang.

Berapa bulan kemudian ia meminta pulang lagi, majikan lalu membawanya keluar rumah. Tapi bukan pulang ke kampung melainkan ia dibawa ke kantor polisi. Ia diancam dan ditakut-takuti. “Kalau kamu pulang kamu harus masuk penjara,” ia menuturkan ancaman majikan kepadanya.

Bocah desa yang lugu itupun ketakutan. Akhirnya dengan terpaksa mengikuti keinginan Musdalifah untuk tetap tinggal di rumahnya.

Setahun kemudian di tahun 2008 ia diajak pulang kampung oleh majikannya. Ia diancam oleh majikannya kalau sudah pulang keBogor harus balik ke Jakarta. Karena kalau tidak balik ke Jakarta ayahnya yang akan masuk penjara.

Dengan terpaksa ia memilih kembali ke Jakarta. “Dari pada ayah saya masuk penjara.” Begitu tuturnya.

Sejak saat itulah ia mengalami kekerasan fisik dan seksual yang dilakukan oleh majikan dan anggota keluarganya. Ia sering dituduh melakukan hal yang tidak pernah ia lakukan. Ujung-ujungnya penyiksaan fisik terjadi. Ia pun terpaksa harus mengaku melakukan perbuatan yang tak dia kerjakan karena tak tahan siksaaan fisik. Walau begitu tetap saja ia terus disiksa.

Ani memperlihatkan bekas luka -luka di tangannya. “Bibir yang di sebelah sini ada sedikit keluar tuh dagingnya, ditarik dia sampai putus. Terus sampai berdarah-darah ngalir tanpa diobatin. Jadi sembuh sendiri.”

Ani pun diancam jangan mencoba melarikan diri karena akan dikeroyok warga sekitarnya. Ia terus bercerita bagaimana majikannya menyiksa dirinya “Di perut di punggung di kedua kaki disetrika. Terus disuruh makan kotoroan kucing. Sehingga saya kena penyakit TB,” tuturnya.

Kekerasan fisik dan seksual yang dilakukan majikan dan anggota keluarganya sungguh di luar batas kemanusian,  sehingga tak mungkin untuk ditulis di sini. 

Pada akhirnya setelah sembilan tahun tanpa telpon selular dan akses telekomunikasi dengan orang di luar rumah ia berhasil melarikan diri. Ia memanjat lantai tiga rumah  majikannya dan meluncur keluar menggunakan bantaun kabel antena televisi.

Dengan muka babak belur  ia berlari-lari ke jalan ditonton banyak orang. Ia minta tolong orang yang ditemuinya di jalan tapi tak ada yang mau membantunya  karena wajahnya yang babak belur. Sampai akhirnya seorang tukang ojek menunjukan kepadanya kantor polisi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Jelang Vonis Pengadilan, Ivan Haz Terlihat Santai

Jelang Vonis Pengadilan, Ivan Haz Terlihat Santai

News | Kamis, 11 Agustus 2016 | 16:15 WIB

Disiksa Majikan, Pembantu Rumah Tangga Meninggal di Arab Saudi

Disiksa Majikan, Pembantu Rumah Tangga Meninggal di Arab Saudi

News | Selasa, 10 Mei 2016 | 12:19 WIB

Anak Mantan Wapres Vs PRT, Istana Izinkan Polda Periksa Ivan Haz

Anak Mantan Wapres Vs PRT, Istana Izinkan Polda Periksa Ivan Haz

News | Jum'at, 12 Februari 2016 | 16:04 WIB

Terungkap, Musdalifah Siram Air Panas dan Setrika Empat Babunya

Terungkap, Musdalifah Siram Air Panas dan Setrika Empat Babunya

News | Jum'at, 12 Februari 2016 | 13:20 WIB

Musdalifah Jadi Tersangka Penganiaya PRT, Serahkan Diri ke Polisi

Musdalifah Jadi Tersangka Penganiaya PRT, Serahkan Diri ke Polisi

News | Rabu, 10 Februari 2016 | 15:14 WIB

PRT Rumah Mewah Matraman Dianiaya Selama 7 Tahun

PRT Rumah Mewah Matraman Dianiaya Selama 7 Tahun

News | Rabu, 10 Februari 2016 | 08:47 WIB

Dianiaya Sejak 2009, PRT di Jaktim Ini Baru Bisa Kabur Tahun 2016

Dianiaya Sejak 2009, PRT di Jaktim Ini Baru Bisa Kabur Tahun 2016

News | Selasa, 09 Februari 2016 | 22:30 WIB

Diperiksa Polisi, Istri Bantah Anggota DPR Ivan Haz Siksa PRT

Diperiksa Polisi, Istri Bantah Anggota DPR Ivan Haz Siksa PRT

News | Rabu, 02 Desember 2015 | 16:45 WIB

Diduga Siksa PRT, Polisi Periksa Istri Anggota DPR Besok

Diduga Siksa PRT, Polisi Periksa Istri Anggota DPR Besok

News | Kamis, 26 November 2015 | 18:20 WIB

JALA PRT: Kasus Penganiayaan PRT Ivan Haz Mandek di Polda

JALA PRT: Kasus Penganiayaan PRT Ivan Haz Mandek di Polda

News | Jum'at, 20 November 2015 | 09:38 WIB

Terkini

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

Lagu Om Zein Dinilai Lecehkan Perempuan, Dianggap Humor Pun Tidak Lucu!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:17 WIB

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

ICW: Prabowo Menormalisasi Rangkap Jabatan lewat Pengangkatan Nanik S. Deyang Cs

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:26 WIB

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

2.000 Taruna Diterjunkan ke Sekolah Rakyat, Pemerintah Bantah Ada Militerisasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:13 WIB

Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN

Kepala BGN Nanik S Deyang Dilaporkan atas Dugaan Rangkap Jabatan di BUMN

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:00 WIB

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

Indonesia-Belarus Sepakati 7 MoU dan Roadmap Kerja Sama hingga 2030

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:45 WIB

80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak

80 Tahun Polri: Reformasi Dinilai Jalan di Tempat, Pergantian Kapolri Dianggap Mendesak

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:37 WIB

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli

Sekolah Rakyat Permanen Sukoharjo Hampir Rampung, Siap Beroperasi 14 Juli

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:26 WIB

Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas

Tri Tito Karnavian Berharap Produk Kerajinan Indonesia Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:22 WIB

Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!

Terjerat Korupsi MBG, Begini Nasib Brigjen Lalu di Polri!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:03 WIB

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

Kolaborasi Perkuat Layanan Jantung Anak di RSUD Tobelo

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 17:00 WIB

×