HUT RI Pertamakali di Dusun Yakyu, Merauke, Begini Suasananya

Siswanto

Kamis, 18 Agustus 2016 | 19:54 WIB
HUT RI Pertamakali di Dusun Yakyu, Merauke, Begini Suasananya
Satgas Pamtas RI PNG Yonif 407/Padmakusuma dan masyarakat peringatan HUT RI ke 71 di Dusun Yakyu, Distrik Sota, Merauke [Puspen TNI]

Suara.com - Satgas Pamtas RI PNG Yonif 407/Padmakusuma yang bertugas di sepanjang garis perbatasan RI-PNG di wilayah Kabupaten Merauke menyelenggarakan upacara dan pesta rakyat untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia di Pos Pengamanan Perbatasan, di antaranya Pos Yakyu.

Ini merupakan untuk pertamakalinya di Dusun Yakyu, Distrik Sota, Merauke, dilaksanakan upacara peringatan hari kemerdekaan RI.

Dusun Yakyu merupakan daerah terisolir, terpisah dengan daerah lain. Daerah ini sulit dijangkau. Letaknya berdekatan dengan garis perbatasan RI-PNG.

Untuk menuju ke Dusun Yakyu, harus menyeberangi rawa-rawa selama sekitar tiga jam dengan menggunakan perahu ketinting.

Sebelum dibangun pos di Dusun Yakyu, pada tanggal 7 Agustus 2015 lalu terjadi penurunan bendera Merah Putih oleh tentara PNG.

Untuk menegaskan wilayah tersebut merupakan NKRI, Satgas Pamtas Yonif 407/Padmakusuma melaksanakan upacara bendera untuk memperingati HUT RI.

Pada upacara tersebut, masyarakat Dusun Yakyu sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan tersebut yang baru pertamakali dilaksanakan semenjak mereka berada di sana.

Setelah pelaksanaan upacara, dilanjutkan dengan acara perlombaan untuk memeriahkan acara, di antaranya balap karung, membawa kelereng dengan sendok, bola voli, dan lomba panah tradisional yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk berburu.

Dansatgas Yonif 407/Padmakusuma Letkol Inf Abi Kusnianto mengatakan untuk kemerdekaan harus diisin dengan penuh semangat dalam bekerja. Semua itu demi kemajuan dan peningkatan kesejahteraan.

Walaupun berada di perbatasan timur Indonesia dan terisolir, kata inspektur upacara, tetap merupakan bagian dari NKRI.

"Untuk itu kita bersama-sama mempertahankan dan menjaga keutuhan bangsa dan negara," katanya.

Dengan terselenggaranya upacara HUT RI diharapkan dapat meningkatkan rasa cinta Tanah Air dan bangga menjadi bagian dari NKRI serta mempertegas bahwa Dusun Yakyu merupakan wilayah Indonesia.

“Upacara ini kami laksanakan untuk menunjukkan bahwa wilayah Yakyu merupakan bagian wilayah Republik Indonesia. Kami sebagai Satgas Pamtas mempunyai tugas mempertahankan dan mengamankan wilayah perbatasan RI-PNG dari segala ancaman. Selain itu, upacara Hari Kemerdekaan RI ini juga untuk memberikan efek kepada negara tetangga bahwa Dusun Yakyu merupakan bagian dari NKRI,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekkah

Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekkah

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:10 WIB

Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian

Wabah Misterius Menyerang AS! 145 Orang Korban Diare Akut di 20 Negara Bagian

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 06:00 WIB

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

Gelombang Panas di Prancis: Bayi Kembar 15 Bulan Tewas, Orang Tua Ditangkap

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 02:18 WIB

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

Gelombang Panas Mematikan di Eropa: 1300 Orang Tewas, Suhu Tembus 41,7 C di Jerman

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 01:55 WIB

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

Di Balik Viral Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung: Tradisi Adat atau Simbol Politik?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 22:08 WIB

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

Potongan Jadi 8 Persen Mulai Besok, Koalisi Ojol Nasional: Janji Prabowo-Dasco Terbukti

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:40 WIB

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

MUI Usul RUU Pidana LGBT, Gus Ipul: Patut Ditindaklanjuti, Tapi Dibahas Dulu

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:37 WIB

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

TKD Anjlok 59 Persen, Jakarta Tak Bisa Lagi Bergantung pada APBD demi Kejar Status Kota Global

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:20 WIB

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

Sempat Tertahan di Papua, Bobby Nasution Pastikan Kontingen Pesparawi Sumut Pulang Besok

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:09 WIB

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

PDIP Surati Nanik S Deyang Minta Data Nama-nama Kader yang Terlibat MBG

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:06 WIB

×