BEM UMM Dukung P2TP2A Kabupaten Malang Bentuk Laskar Anak

Adhitya Himawan

Rabu, 12 Oktober 2016 | 20:43 WIB
BEM UMM Dukung P2TP2A Kabupaten Malang Bentuk Laskar Anak
Presiden Mahasiswa BEM UMM, Fais Mirwan Hamid. [Dok UMM]

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Malang, Hikmah Bafaqih mengatakan ada 250 hingga 300 kasus kekerasan terharap perempuan dan anak per tahun. Dari total kasus itu, P2TP2A menangani 100 kasus. 15 dari 100 kasus itu adalah trafficking atau perdagangan manusia. Berbagai kasus anak dipicu hubungan yang tidak harmonis antara anak dengan orang tua, atau anak dengan pihak sekolah. Karena itu, tahun lalu P2PT2A membentuk laskar anak. Angkatan pertama terdiri dari 40 anak.

Menanggapi langkah P2TP2A itu, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (BEM UMM) mendukung keseriusan P2TP2A membentuk Laskar Anak.

“Kehadiran Laskar Anak itu sebagai bagian aktor penggerak kampanye untuk memasifkan gerakan penolakan kekerasan terhadap anak dan perempuan dalam lingkungan sosial,” kata Presiden Mahasiswa BEM UMM, Fais Mirwan Hamid di Malang, Rabu (12/10/2016).

UMM

Menurut Fais hal yang harus diperhatikan oleh P2TP2A agar selalu proaktif memberikan proses penyadaran melalui pendampingan khusus secara kekeluargaan sebagai bentuk pemberdayaan yang edukatif, tidak cukup hanya mengharapkan kader anak yang dijadikan sebagai alat pengumpulan data. Pasalnya, lanjut Fais, permasalahan terjadinya perdagangan manusia yang setiap tahun 300 orang sudah bisa menjadi indikator bahwa faktor ekonomi yang menjadi permasalahan pokok.

“Dengan demikian, P2TP2A harus memperluas sinergitas dengan para pemangku kepentingan lain dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dalam masyarakat, seperti melakukan kegiatan pelatihan kewirausahaan agar menciptakan kemandirian yang memiliki manfaat untuk aspek pemenuhan hak dasar hidup,” ujarnya.

“Sebagai wujud pengabdian masyarakat, BEM UMM siap bersinergi bersama P2TP2A melakukan pemberdayaan berbasis kerakyatan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya lebih lanjut.

Fais yang juga mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UMM itu menegaskan peran serta orang tua dalam mendidik dan merawat anak adalah benteng utama untuk menghindari terjadinya kekerasan. Hal ini, sambung Fais, bisa ditelisik dari pola orang tua mendidik anak, kadang kala aspek kekerasan nyaris digunakan terhadap anak, tentu saja hal ini perlu menjadi perhatian yang serius bagi orang tua, sebab bila tidak maka masa depan anak-anak kita akan suram.

Peneliti kebijakan publik, Riyanda Barmawi berpandangan, selain melibatkan pemangku kepentingan masyarakat, lembaga Kampus, dan LSM, keterlibatan pemerintah jangan hanya hadir di saat anak tersebut mengalami penyiksaan, tetapi harus dimulai dengan sosialisasi tentang perlindungan anak sejak dini.

Menurut Riyanda kekerasan terhadap anak kental kaitannya dengan HAM. Karena itu, perlu edukasi orang tua mengenal HAM.

“Negara dalam hal ini pemerintah harus melindungi warga negaranya demi mewujudkan pendidikan anak yang bebas dari kekerasan,” tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Reuni 3 Dekade Prodi Komunikasi FISIP UMM, Ini Gambaran Acaranya

Reuni 3 Dekade Prodi Komunikasi FISIP UMM, Ini Gambaran Acaranya

Press Release | Selasa, 11 Oktober 2016 | 12:36 WIB

Seorang Mahasiswa Unnes Korban Hanyut Ditemukan Tewas

Seorang Mahasiswa Unnes Korban Hanyut Ditemukan Tewas

News | Senin, 10 Oktober 2016 | 22:14 WIB

Hanyut di Sungai Segoro, Dua Mahasiswa Unnes Ditemukan Selamat

Hanyut di Sungai Segoro, Dua Mahasiswa Unnes Ditemukan Selamat

News | Minggu, 09 Oktober 2016 | 22:44 WIB

BCA Tingkatkan Skill Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja

BCA Tingkatkan Skill Mahasiswa untuk Hadapi Dunia Kerja

Bisnis | Sabtu, 01 Oktober 2016 | 17:13 WIB

Mahasiswa Indonesia Tampil di Hadapan Parlemen Inggris

Mahasiswa Indonesia Tampil di Hadapan Parlemen Inggris

News | Jum'at, 23 September 2016 | 06:59 WIB

KOHATI Ikut Bertanggung Jawab atas Nasib Perempuan Masa Kini

KOHATI Ikut Bertanggung Jawab atas Nasib Perempuan Masa Kini

News | Selasa, 20 September 2016 | 07:11 WIB

BEM UMM: Mahasiswa Bertanggung Jawab Jadi Agen Perubahan

BEM UMM: Mahasiswa Bertanggung Jawab Jadi Agen Perubahan

News | Sabtu, 03 September 2016 | 18:44 WIB

KBRI Siapkan Pengacara untuk Mahasiswa yang Ditangkap di Turki

KBRI Siapkan Pengacara untuk Mahasiswa yang Ditangkap di Turki

News | Sabtu, 27 Agustus 2016 | 18:46 WIB

BEM UMM: Gerakan Mahasiswa Harus Respon Persoalan Bangsa

BEM UMM: Gerakan Mahasiswa Harus Respon Persoalan Bangsa

News | Senin, 22 Agustus 2016 | 14:46 WIB

Kader HMI harus Mampu Jaga Nilai Independensi

Kader HMI harus Mampu Jaga Nilai Independensi

News | Selasa, 09 Agustus 2016 | 12:34 WIB

Terkini

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:34 WIB

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:02 WIB

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:26 WIB

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:20 WIB

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

KPK Dalami Asal-Usul Aset Silmy Karim yang Disita dalam Kasus Izin Tinggal WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:44 WIB

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

GKR Hemas Ajak Generasi Muda Bangun Kepemimpinan Berbasis Nilai Budaya

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:22 WIB

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB