Cina-AS Kompak Beri Sanksi Kepada Kim Jong Un

Madinah

Rabu, 23 November 2016 | 22:27 WIB
Cina-AS Kompak Beri Sanksi Kepada Kim Jong Un
Kim Jong Un. (AFP)

Suara.com - Amerika Serikat dan Cina mencapai kesepakatan mendukung PBB memberikan sanksi baru bagi Korea Utara terkait uji coba nuklir yang dilakukan Kim Jong Un September tahun lalu. Namun, Rusia masih belum menentukan dalam draf resolusi tersebut.

Seorang diplomat senior PBB mengatakan Rusia bakal menyetujui resolusi tersebut dengan campur tangan Cina. Minggu depan, 15 negara yang masuk dalam Dewan Keamanan PBB akan menetukan sikap terhadap Korut.

AS-Cina serta lima tiga anggoita tetap DK PBB lainnya sebenarnya sudah melakukan perundingan tak lama setelah Korut melakukan uji coba nuklir untuk kelima kalinya September lalu.

"(Lima anggota tetap DK PBB) sudah sangat dekat mencapai kesepakatan menandatangani draf resolusi baru. Kuncinya adalah Cina dan AS, tinggal Rusia (yang belum sepakat)," kata si diplomat senior.

"Rusia sepertinya sengaja ingin menunda-nunda, dan Cina juga sepertinya nyaman dengan keadaan ini," lanjutnya. (Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kim Jong Un Akan Digulingkan

Kim Jong Un Akan Digulingkan

News | Kamis, 22 September 2016 | 11:32 WIB

DK PBB Siap Jatuhkan Sanksi, Korut Ancam Lakukan Tes Nuklir Lagi

DK PBB Siap Jatuhkan Sanksi, Korut Ancam Lakukan Tes Nuklir Lagi

News | Minggu, 11 September 2016 | 16:40 WIB

Tidur di Rapat, Kim Jong Un Hukum Mati 2 Pejabat

Tidur di Rapat, Kim Jong Un Hukum Mati 2 Pejabat

News | Rabu, 31 Agustus 2016 | 19:14 WIB

Ini yang Dipelajari Anak-anak SD di Korut, Anda Mungkin Terkejut

Ini yang Dipelajari Anak-anak SD di Korut, Anda Mungkin Terkejut

News | Selasa, 02 Agustus 2016 | 13:28 WIB

Terkini

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

×