Pansus Pemilu Pantau Isu yang Muncul Dari Pembahasan RUU Pemilu

Adhitya Himawan, Bagus Santosa

Senin, 16 Januari 2017 | 20:30 WIB
Pansus Pemilu Pantau Isu yang Muncul Dari Pembahasan RUU Pemilu
Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Lukman Edy [suara.com/Nur Habibie]
Ketua Panitia Khusus  Rancangan Undang-undang Pemilu Dewan Perwakilan Rakyat Lukman Edy ‎mengatakan banyak isu yang muncul dalam pembahasan RUU pemilu sekarang ini. Dia mencatat, isu paling menarik perhatian publik adalah isu tentang Presidential Threshold atau dan Parliamentary Threshold.
 
"Yang pertama dalam draf RUU pemerintah, Parliamentary Threshold diusulkan 3,5 persen sama seperti pemilu ditahun 2014. Sedang untuk Presidential Threshold juga diusulkan oleh pemerintah tidak ada perubahan yaitu 20 persen dari jumlah kursi di DPR dan atau 25 persen dari jumlah perolehan suara di pemilu," kata Lukman di DPR, Jakarta, Senin (16/1/2017).
 
Dia menerangkan, untuk Parliamentary Threshold, sejumlah fraksi meminta untuk ada peningkatan menjadi 5 persen sampai 10 persen. Alasannya untuk konsolidasi demokrasi dengan pendekatan penyederhanaan partai.
 
 
 
Namun, sambungnya, ada juga yang mengusulkan untuk diturunkan menjadi 0 persen atau tanpa threshold dengan alasan agar tidak ada suara rakyat yang terbuang percuma tanpa menghasilkan kursi di DPR.

Sedangkan untuk Presidential Threshold, Lukman mengatakan, ada fraksi yang setuju dengan usulan pemerintah di angka 20 sampai 25 persen dengan alasan agar hubungan presiden dengan DPR tetap terjalin harmonis sebagai syarat effektifnya jalannya pemerintahan. 
 
Tetapi, tambahnya, ada juga fraksi-fraksi yang mengusulkan diturunkan menjadi 0 persen atau tanpa threshold dengan alasan konstitusional paska keputusan Mahkamah Konstitusi soal keserentakan Pileg dan Pilpres dalam waktu yang bersamaan. Serta, alasan membuka ruang publik yang luas untuk munculnya banyak calon presiden sehingga rakyat leluasa memilih siapa yang layak menjadi presiden.

"Kalau misalnya RUU Penyelenggara Pemilu ini diputuskan menggunakan presidential treshold 0 persen atau tanpa Threshold, maka Pemilu 2019 ini akan dinamis dan menjadi lebih menarik, karena akan banyak kontestasi calon presidennya, yang pada akhirnya skenario pilpres tahun 2019 nanti akan sangat berbeda dibanding tahun 2014 yang lalu. Apapun yang akan dipilih nanti, mudah2an bahagian dari konsolidasi demokrasi kita menuju demokrasi yang ideal," ujarnya.
 
Wakil Ketua Komisi II DPR ini menerangkan, selain Presidential Threshold dan Parliamentary Threshold, ‎ada pula isu yang menarik dan signifikan dalam pembahasan RUU Pemilu ini. Di antaranya, soal wacana penggunaan e-voting, wacana kenaikan jumlah anggota DPR dan DPRD, serta sistem Pemilu yang terbuka atau tertutup.
 
Lukman menerangkan, untuk penggunaan e-voting, Pansus Pemilu sudah mendapatkan presentasikan dari BPPT, ITB dan PT.INTI dalam melaksanakan program e-voting untuk 500 lebih pemilihan kepala desa di seluruh Indonesia. 
 
"Ini jadi menarik bagi Pansus karena e-voting menjamin minimalisasi kecurangan pemilu seperti pemilu sebelumnya, mempersingkat konstrain waktu pada setiap tahapan pemilihan, penghitungan dan rekapitulasi, dan berpotensi di masa yang akan datang akan memperkecil biaya pemilu," katanya.
 
Namun, persoalannya sekarang, kata Lukman, adalah kesiapan penyelenggara Pemilu, KPU, dan Bawaslu untuk menyelenggarakan Pemilu 2019 dengan menggunakan e-voting.

Kemudian, tambahnya, mengenai wacana kenaikan jumlah anggota DPR maupun DPRD sebagai konsekuensi dari meningkatnya jumlah penduduk dan bertambahnya daerah daerah otonom baru. 
 
Wacana ini, sambungnya, diusulkan oleh Non Goverment Organization pemerhati Pemilu dalam rangka menuju jumlah anggota Parlemen yang ideal berdasarkan praktik yang selama ini dilakukan di negara-negara lain. 
 
"Tentang wacana kenaikan jumlah anggota perlemen ini belum disikapi oleh fraksi-fraksi karena melihat terlebih dahulu apresiasi publik dan tanggapan pemerintah seperti apa," ujar Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini.

Selain itu, pembahasan yang menarik lainnya dari RUU Pemilu adalah sistem pemilu proporsional terbuka atau tertutup. Walaupun perbedaan ada perbedaan pendapat, Lukman menilai, sudah ada pengkerucutan dari fraksi-fraksi untuk mempertahankan sistem proporsional terbuka seperti pada pemilu sebelumnya. 
 
"Usulan pemerintah agar diubah menjadi sistem proporsional tertutup, sepertinya mendapat penolakan luas di masyarakat sehingga fraksi-fraksi di Pansus di dalam DIM-nya umumnya menolaknya. Tapi ini pasti nanti diperdebatkan terlebih dahulu, supaya masing-masing pihak bisa menyampaikan alasan logisnya. Kami di Pansus belum pada tahap untuk mengkerucutkan pendapat resmi fraksi fraksi, belum saatnya. Tapi insya Allah minggu depan tahapan perdebatan dan konsolidasi pendapat anggota dan fraksi akan dimulai," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDI Perjuangan Usulkan 20-25 Persen untuk Presidential Threshold

PDI Perjuangan Usulkan 20-25 Persen untuk Presidential Threshold

News | Senin, 16 Januari 2017 | 19:50 WIB

Gerindra Setuju Presidential Threshold Nol Persen

Gerindra Setuju Presidential Threshold Nol Persen

News | Senin, 16 Januari 2017 | 18:13 WIB

Golkar Sepakat Dengan Pemerintah soal Presidential Threshold

Golkar Sepakat Dengan Pemerintah soal Presidential Threshold

News | Senin, 16 Januari 2017 | 18:01 WIB

PKS Ingin Presidential Threshold di Angka 20-25 Persen

PKS Ingin Presidential Threshold di Angka 20-25 Persen

News | Senin, 16 Januari 2017 | 17:57 WIB

Demokrat Tolak Usulan Presidential Threshold Nol Persen

Demokrat Tolak Usulan Presidential Threshold Nol Persen

News | Senin, 16 Januari 2017 | 16:55 WIB

PAN Minta Presiden Threshold Sebesar 0 Persen

PAN Minta Presiden Threshold Sebesar 0 Persen

News | Senin, 16 Januari 2017 | 16:20 WIB

Presidential Treshold Mau Dihapus, Ini Respon Presiden Jokowi

Presidential Treshold Mau Dihapus, Ini Respon Presiden Jokowi

News | Senin, 16 Januari 2017 | 16:02 WIB

Gerindra Yakin Prabowo dan Jokowi akan Kembali Tampil di 2019

Gerindra Yakin Prabowo dan Jokowi akan Kembali Tampil di 2019

News | Jum'at, 13 Januari 2017 | 16:11 WIB

Prabowo Ingin Nyapres Kembali 2019, Ini Reaksi Jokowi

Prabowo Ingin Nyapres Kembali 2019, Ini Reaksi Jokowi

News | Jum'at, 13 Januari 2017 | 11:20 WIB

Mendagri Masih Bahas Wacana Presidential Threshold 0 Persen

Mendagri Masih Bahas Wacana Presidential Threshold 0 Persen

News | Kamis, 12 Januari 2017 | 17:41 WIB

Terkini

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Detik-detik Pencuri Alat Tower Dikejar Warga Terobos Polres Dumai

Riau | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:46 WIB

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:40 WIB

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Review Drama Kill It, Terbongkarnya Rahasia Panti Asuhan Hansol yang Kelam

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

Tersembunyi di Hutan Rengasdengklok, Kisah Rumah Djiauw Kie Siong Jadi Bagian Sejarah Proklamasi

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa

Di Balik Sepiring MBG: Mengurai Risiko Keracunan dari Dapur hingga Meja Makan Siswa

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:11 WIB

Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya

Sandy Walsh Tiba di TC Persib dengan Cedera, Begini Kondisi Terbarunya

Bola | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:10 WIB

Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik

Gempa Flores Rusak Sejumlah Perangkat TelkomGroup, Pemulihan Terkendala Listrik

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:06 WIB

6 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda, Kondisi Kesehatan hingga Gaya Hidup

6 Penyebab Rambut Beruban di Usia Muda, Kondisi Kesehatan hingga Gaya Hidup

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:05 WIB

3 Rekomendasi Cushion Waterproof dan Tahan Keringat, Makeup Tetap Flawless

3 Rekomendasi Cushion Waterproof dan Tahan Keringat, Makeup Tetap Flawless

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Meriahkan HUT ke-81 RI, BRI Hadirkan Banyak Promo Istimewa

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 08:00 WIB

×