Di Hadapan Para Dubes, Susi Curhat soal Derita ABK Indonesia

Arsito Hidayatullah, Dian Kusumo Hapsari

Selasa, 24 Januari 2017 | 19:46 WIB
Di Hadapan Para Dubes, Susi Curhat soal Derita ABK Indonesia
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat di kantornya di Jakarta, Selasa (24/1/2017). [Suara.com/Dian Kusumo Hapsari]

Suara.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen KP) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Mekanisme Sertifikasi Hak Asasi Manusia (HAM) pada Usaha Perikanan. Peluncuran tersebut dilatarbelakangi laporan hasil penelitian International Organization of Migration tentang Perdagangan Orang di Sektor Perikanan Indonesia, yang menyasar pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di industri perikanan.

Dalam peluncuran tersebut, Susi bercerita di hadapan para duta besar (dubes) dari berbagai negara yang hadir, bahwa selama dua tahun bertugas, dirinya telah menemukan banyak pelanggaran HAM yang dirasakan oleh anak buah kapal (ABK) asal Indonesia.

"Saya tidak menyangka jika di dalam bisnis perikanan ini banyak sekali ditemukan kasus pelanggaran HAM, bukan hanya pencurian ikan saja. Banyak sekali kasus tentang industri perikanan ini berkaitan dengan human trafficking, slavery, other smuggling termasuk drugs, arms smuggling," papar Susi di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Susi pun menggambarkan potret kehidupan para ABK Indonesia yang menjadi korban perdagangan manusia atau pelanggaran HAM. Di mana menurutnya mereka melaut keliling ke berbagai negara tanpa bekal dokumen resmi, bahkan para ABK ini ‎diperlakukan tidak manusiawi. Sementara saat kapal ilegal tersebut singgah di berbagai negara, para ABK ilegal ini pun hanya terkungkung di dalam kapal, tidak bisa turun.

"Karena mereka kan dibawa secara ilegal, tidak punya dokumen, jadi mereka ini hanya bisa di kapal saja. Lalu, ABK ilegal ini tidak punya kehidupan yang layak saat di laut. Minum air tawar dibatasi, bahkan sampai minum air karat," ungkapnya.

"Waktu itu, Pak JK ke Hawaii pernah bertemu dengan ABK Indonesia di sana. Dan Pak JK mendapati bahwa ABK ini nggak bisa keluar karena tidak punya dokumen yang sah. Bagaimana bisa mereka pergi berkeliling ke luar negeri tanpa dokumen? Itu kan namanya perdagangan manusia dong," ujarnya sembari curhat.

Kondisi tersebut, lanjut Susi, dirasakan oleh ABK selama berbulan-bulan, bahkan hingga bertahun-tahun. Hal tersebut lantaran statusnya yang ilegal. Lebih parahnya lagi, kata Susi, para ABK ini bekerja tanpa asuransi dan perlindungan kecelakaan dari tempatnya bekerja. Hal ini pun menambah daftar panjang pelanggaran HAM yang dirasakan ABK asal Indonesia.

"Kalau kecelakaan, sakit, tenggelam, bagaimana kalau tidak ada asuransi? Inilah potret hasil investigasi yang terjadi di dunia. Padahal Indonesia pemasok terbesar ABK kapal ikan, kargo dan lainnya," ujarnya.

Oleh sebab itu, untuk mengatasi permasalahan tersebut, Susi meluncurkan Permen KP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Mekanisme Sertifikasi HAM pada Usaha Perikanan. Aturan tersebut mewajibkan semua perusahaan perikanan yang ingin memiliki izin tangkap, harus berkomitmen untuk menjaga HAM para ABK-nya, dan perusahaan tersebut harus memberikan jaminan asuransi kepada para ABK.

"Kalau mereka tidak memenuhi dan menjalankan aturan tersebut, maka perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan izin tangkap dari pemerintah," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menteri Susi Batasi Pengusaha Dapatkan Izin Tangkap Ikan

Menteri Susi Batasi Pengusaha Dapatkan Izin Tangkap Ikan

News | Selasa, 24 Januari 2017 | 18:41 WIB

Sindir Susi seperti Preman, Megawati: Saya Juga Sedikit Preman

Sindir Susi seperti Preman, Megawati: Saya Juga Sedikit Preman

News | Senin, 23 Januari 2017 | 20:05 WIB

Susi akan Bangun Kelautan dan Perikanan dari Hulu Hingga Hilir

Susi akan Bangun Kelautan dan Perikanan dari Hulu Hingga Hilir

Bisnis | Jum'at, 20 Januari 2017 | 19:06 WIB

Susi Tegaskan Perusahaan Perikanan Besar Tak Diperlakukan Khusus

Susi Tegaskan Perusahaan Perikanan Besar Tak Diperlakukan Khusus

Bisnis | Jum'at, 20 Januari 2017 | 11:25 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×