Ahok Ceria karena Menang di Wilayah Markas Besar FPI

Reza Gunadha

Kamis, 16 Februari 2017 | 08:35 WIB
Ahok Ceria karena Menang di Wilayah Markas Besar FPI
Pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat, mengunjungi markas pemenangan Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (15/2).

Suara.com - Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama atau beken disebut Ahok, semringah seusai masa pemungutan suara pemilihan kepala daerah (pilkada), Rabu (15/2/2017).

Pasalnya, Ahok bersama Djarot Saiful Hidayat, diprediksi bakal terus melaju ke putaran kedua pilkada. Namun, keceriaan Ahok ternyata tidak disebabkan oleh persentase perolehan suaranya terbesar pada putaran pertama seperti hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei.

“Pak Ahok wajahnya sangat cerah karena menang di wilayah Petamburan,” tutur Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, Rabu (15/2/2017) malam.

"Pak Ahok cerah karena di Petamburan menang," kata Hasto dikediaman Megawati, Kebagusan, Jakarta, Rabu (15/2/2017).

Pasangan calon Ahok-Djarot tampil mengejutkan di tempat pemungutan suara (TPS) wilayah Petamburan, yang menjadi markas besar Front Pembela Islam (FPI). Organisasi massa itu sendiri selama ini dikenal dengan platform anti-Ahok.

Ahok-Djarot menjadi “jawara” di TPS 17, RT02/RW04, Kelurahan Petamburan, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan 279 suara.

Sementara pasangan calon nomor urut tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, mendapatkan 212 suara. Sedangkan pasangan nomor urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, harus menerima kenyataan berada di posisi buncit dengan perolehan 38 suara. Sementara untuk suara tidak sah ada lima suara.

Sebelum disahkan, prosesi penghitungan suara di TPS tempat pentolan FPI, Rizieq Shihab, menggunakan hak pilihnya tersebut sempat terpaksa diulang. Sebab, terdapat perbedaan jumlah penghitungan antara petugas TPS dan saksi.

Petugas pemantau menyatakan pasangan Ahok-Djarot seharusnya meraup 280 suara, kemudian Anies-Sandiaga sebanyak 211.

baca juga

Ketua Panitia Pemilihan Suara di TPS 17, Ali, menyebutkan bahwa adanya perbedaan itu karena adanya kesalahan dalam pencoretan di pleno.

"Mungkin karena ramai saat penyebutan berakibat kesalahan pencoretan di pleno. Tapi, ini sudah final kok,” kata Ali.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PDIP: Ahok-Djarot Seharusnya Bisa Menang Satu Putaran

PDIP: Ahok-Djarot Seharusnya Bisa Menang Satu Putaran

News | Kamis, 16 Februari 2017 | 08:11 WIB

Hakim Penistaan Agama Ahok Meninggal

Hakim Penistaan Agama Ahok Meninggal

News | Rabu, 15 Februari 2017 | 21:37 WIB

Pesinetron Ini Minta Gubernur Baru DKI Atasi Banjir dan Macet

Pesinetron Ini Minta Gubernur Baru DKI Atasi Banjir dan Macet

Entertainment | Rabu, 15 Februari 2017 | 21:33 WIB

Pesan Ahok-Djarot Bakar Semangat Pendukung

Pesan Ahok-Djarot Bakar Semangat Pendukung

Video | Rabu, 15 Februari 2017 | 21:11 WIB

Terkini

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

Label A-D Dinilai Membingungkan, BPOM Diminta Revisi Peraturan Nilai Gizi

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:50 WIB

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

Keras Koalisi Sipil di Hari Bhayangkara: Polisi Alat Rakyat, Bukan Partai Cokelat!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 19:49 WIB

×