10 Hari, 125 Ribu Muslim Rohingya Mengungsi ke Bangladesh

Tomi Tresnady

Rabu, 06 September 2017 | 05:13 WIB
10 Hari, 125 Ribu Muslim Rohingya Mengungsi ke Bangladesh
Sahabat Muslim Rohingya melakukan aksi di Kedubes Myanmar, Jakarta, Senin (4/9).

Suara.com - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mendapat tekanan lagi pada Selasa (6/9/2017) agar menghentikan kekerasan terhadap Muslim Rohingya yang mengakibatkan hampir 125.000 di antara mereka menyelamatkan diri ke Bangladesh dalam 10 hari.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan risiko pembersihan etnis dan destabilisasi regional.

Dia mendesak Dewan Keamanan PBB menekan agar menahan diri dan tenang dalam sepucuk surat yang menyatakan keprihatinannya bahwa kekerasan bisa menjadi "bencana kemanusiaan."

Wartawan Reuters melihat ratusan lagi orang Rohingya yang kelelahan tiba dengan menumpang perahu-perahu dekat Shamlapur, desa perbatasan Bangladesh pada Selasa dan melaporkan orang-orang Rohingya masih mengungsi dalam jumlah besar.

Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan bantuan kemanusiaan diperlukan, dan bahwa pihaknya dan lembaga-lembaga mitranya memerlukan dana segera sekitar 18 juta dolar untuk selama tiga bulan ke depan menyediakan layanan-layanan pokok bagi para pengungsi yang baru datang.

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina di Dhaka bahwa Jakarta siap membantu Bangladesh mengatasi krisis tersebut.

"Krisis kemanusiaan ini harus dihentikan. Saya ingin mengulangi, krisis kemanusiaan ini harus dihentikan," kata Menlu Retno kepada wartawan di Dhaka, sehari setelah ia mengadakan pembicaraan di ibu kota Myanmar itu.

Kekerasan paling akhir di Rakhine, negara bagian di baratlaut Myanmar mulai terjadi pada 25 Agustus, ketika para pejuang Rohingya menyerang sejumlah pos polisi dan pangkalan tentara.

Militer dan polisi melakukan aksi balasan yang menyebabkan sedikitnya 400 orang meninggal dan memicu eksodus dari desa-desa ke Bangladesh.

baca juga

Para pejabat Myanmar menyalahkan militan Rohingya yang membakar rumah-rumah dan kematian warga sipil, tetapi para pemantau hak asasi manusia dan pelarian warga Rohingya ke Bangladesh mengatakan tentara Myanmar berusaha mengusir mereka dengan melakukan pembakaran dan pembunuhan.

Ketika ditanya apakah kekerasan itu bisa dilukiskan sebagai aksi sama dengan pembersihan etnis, Gueterres mengatakan kepada wartawan pada Selasa,"Kita menghadapi resiko. Saya berharap hal itu jangan sampai terjadi."

"Saya serukan kepada semua, semua pihak berwenang di Myanmar, otoritas sipil dan militer untuk menghentikan kekerasan ini yang menurut pandangan saya menimbulkan situasi yang dapat membuat situasi kawasan tidak stabil." kata dia.

Perlakuan Myanmar yang mayoritas penduduknya beragama Budha terhadap 1,1 juta warga Rohingya merupakan tantangan paling besar yang dihadapi Suu Kyi.

Ia dituduh oleh pengeritik Barat tidak bersuara terhadap kaum minoritas itu yang telah lama mengeluhkan persekusi terhadap mereka. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Bela Rohingya, Candi Borobudur Siaga 1 Mulai Besok

Aksi Bela Rohingya, Candi Borobudur Siaga 1 Mulai Besok

News | Rabu, 06 September 2017 | 01:43 WIB

Malaysia Panggil Dubes Myanmar Terkait Krisis Rohingya

Malaysia Panggil Dubes Myanmar Terkait Krisis Rohingya

News | Rabu, 06 September 2017 | 04:11 WIB

Umat Islam Diminta Tidak Terprovokasi Berita Hoax soal Rohingya

Umat Islam Diminta Tidak Terprovokasi Berita Hoax soal Rohingya

News | Rabu, 06 September 2017 | 00:12 WIB

ASEAN dan OKI Didesak Cari Solusi Krisis Rohingya

ASEAN dan OKI Didesak Cari Solusi Krisis Rohingya

News | Selasa, 05 September 2017 | 23:10 WIB

Nilai Lamban Respon Krisis Rohingya, FPI: Pemerintah Belaga Budek

Nilai Lamban Respon Krisis Rohingya, FPI: Pemerintah Belaga Budek

News | Selasa, 05 September 2017 | 18:06 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×