Mengejutkan! Fakta di Balik Tewasnya Bayi Debora

Ardi Mandiri, Rinaldi Aban

Senin, 11 September 2017 | 15:08 WIB
Mengejutkan! Fakta di Balik Tewasnya Bayi Debora
Bayi berusia 4 bulan, Tiara Deborah Simanjorang, yang meninggal dunia setelah ditolak RS Mitra Keluarga Kalideres karena orangtuanya tak punya biaya. [Facebook/Birgaldo Sinaga]
Orangtua mana yang hatinya tak hancur melihat anaknya meninggal, hanya karena pihak rumah sakit menolak merawat.Hal itu dialami oleh pasangan Henny Silalahi dan Rudianto Simanjorang, orangtua bayi berusia empat bulan bernama  Tiara Debora Simanjoran. Debora meninggal lantaran RS Mitra Keluarga Kalideres diduga menolak merawatnya,  karena orangtua tak bisa memenuhi kekurangan biaya perawatan.
 
Tentu saja kisah ini menjadi viral di dunia maya dan mendapatkan perhatian dari lapisan masyarakat. Dan berikut ini adalah fakta-fakta di balik kasus tewasnya Debora.
 
1. Awal Kejadian
 
Sebelum meninggal, Debora terserang flu dan batuk. Sang ibu sudah membawa ke RS Cengkareng untuk melakukan pemeriksaan, kemudian dokter memberikan obat untuk mengobati Debora.
 
Pada hari Sabtu 2 September 2017 malam, kondisi Debora semiakn parah. Dia terus menerus berkeringat dan sesak nafas.
 
Saat itu kedua orangtua langsung membawa Debora ke RS Mitra Keluarga Kalideres. Sesampai di sana dokter langsung melakukan pertolongan dengan melakukan penyedotan.
 
Saat itu dokter melihat kondisi Debora menurun dan langsung menyarankan kepada orangtua agar dirawat di ruang Pediactric Intensie Care Unit (PICU).
 
Selain itu, dokter juga meminta mereka melakukan pembayaran administrasi agar Debora mendapatkan perawatan.
 
RS Mitra Keluarga mematok biaya uang muka untuk perawatan PICU Rp 19,8 juta. Namun, orangtua hanya memiliki uang Rp 5 juta.
 
Mereka sempat memberikan kartu BPJS kepada pihak rumah sakit sebagai jaminannya. Namun, pihak rumah sakit menolaknya, dengan dalih belum bekerja sama dengan pemerintah untuk penanganan pasien BPJS. 
 
Sehingga,RS Mitra Keluarga membantu keluarga Debora agar bisa dirujuk ke RS yang bekerja sama dengan BPJS.
 
Setelah mendapatkan RS sebagai rujukan, kondisi Debora tiba-tiba memburuk. Dokter telah memberikan pertolongan resusitasi selama 20 menit namun nyawa Debora tak tertolong.
 
Kisah Debora diunggah oleh seseorang bernama Birgaldo Sinaga di akun Facebooknya. 
 
2.Pihak RS membantah
 
Dalam keterangan tertulis, RS Mitra Keluarga membantah segala bentuk informasi yang beredar soal pasien bernama Deborah tidak mendapat fasilitas ICU karena Rudianto Simanjorang dan Henny Silalahi, selaku orangtua Deborah kesulitan biaya.
 
"Pasien berumur 4 bulan, berat 3,2 kilogram, datang ke IGD Mitra Keluarga Kalideres pada tanggal 3 September 2017 pukul 3.40 WIB dalam keadaan tidak sadar, kondisi tubuh tampak membiru, pasien dengan riwayat lahir prematur, riwayat penyakit jantung bawaan (PDA) dan keadaan gizi kurang baik," kata manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres yang dikutip Suara.com pada Minggu (10/9/2017).
 
3.Menteri Kesehatan
 
Menteri Kesehatan, Nila F. Moeloek mengatakan  bahwa rumah sakit semestinya dapat mendahulukan masalah penanganan pasien bila dalam keadaan darurat, dan mengesampingkan masalah biaya pengobatan.
 
"Saya kira dalam keadaan gawat darurat, sudah ada undang-undang, tidak bisa memperhitungkan dulu biaya atau anggaran," ujarnya.
 
4. RS Mitra gratiskan uang muka UGD
 
Pascakejadian Debora, pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres berjanji akan memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan memberikan standar pelayanan kesehatan. Salah satunya mengratiskan uang muka untuk pemakaian Unit Garat Darurat.
 
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmedi Prihartoa  bersedia memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien tanpa meminta uang muka.
 
"RS bersedia menjalankan fungsi sosial dengan pelayanan gawat darurat, tanpa meminta uang muka," katanya.
 
5. Saham RS Mitra keluarga anjlok
 
Selain menjadi persoalan hukum, kasus Deborah itu juga menyebabkan saham RS tersebut anjlok dalam pembukaan sesi perdangangan, Senin (11/9/2017).
 
Bursa Efek Indonesia, saham MIKA dibuka dilevel Rp 2.080 atau anjlok 30 poin dari posisi penutupan pekan lalu sebesar Rp 2.110.
 
Bahkan, harga saham MIKA pada pukul 11.00 WIB sempat terperosok ke level terendah pada Rp 1.950.
 
Saham Mitra Keluarga bergerak pada kisaran Rp1.950-Rp2.080 dengan volume perdagangan mencapai 5,61 juta lembar saham.Terkini, kapitalisasi pasar saham Mitra Keluarga telah mencapai Rp29,53 triliun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kasus Bayi Debora, DPR: Rumah Sakit Jangan Cuma Pikirkan Untung!

Kasus Bayi Debora, DPR: Rumah Sakit Jangan Cuma Pikirkan Untung!

News | Senin, 11 September 2017 | 10:39 WIB

Menkes Nila Buka Suara soal Kasus Bayi Debora

Menkes Nila Buka Suara soal Kasus Bayi Debora

Health | Senin, 11 September 2017 | 10:29 WIB

RS Mitra Keluarga Bisa Dipidana dalam Kasus Kematian Bayi Debora

RS Mitra Keluarga Bisa Dipidana dalam Kasus Kematian Bayi Debora

Health | Senin, 11 September 2017 | 04:37 WIB

Andai RS Mitra Keluarga Mau Pakai Dana CSR untuk Tolong Debora..

Andai RS Mitra Keluarga Mau Pakai Dana CSR untuk Tolong Debora..

News | Minggu, 10 September 2017 | 17:05 WIB

Kasus Bayi Debora, YLKI Desak RS Diberi Sanksi Tegas

Kasus Bayi Debora, YLKI Desak RS Diberi Sanksi Tegas

Health | Minggu, 10 September 2017 | 15:44 WIB

Kasus Bayi Debora, Pimpinan RS Mitra Keluarga Bisa Dipidana

Kasus Bayi Debora, Pimpinan RS Mitra Keluarga Bisa Dipidana

Entertainment | Minggu, 10 September 2017 | 14:35 WIB

Ada Bayi Meninggal, DPR: RS Harusnya Kedepankan Rasa Kemanusiaan

Ada Bayi Meninggal, DPR: RS Harusnya Kedepankan Rasa Kemanusiaan

News | Minggu, 10 September 2017 | 13:28 WIB

Untuk Bisa Dirawat di PICU, Orangtua Debora Dimintai Rp19 Juta

Untuk Bisa Dirawat di PICU, Orangtua Debora Dimintai Rp19 Juta

News | Minggu, 10 September 2017 | 12:03 WIB

Terkini

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

Rantai Hingga Alat Bor Jadi Bukti, Ini Sederet Alat Siksa Penyekapan di Percetakan Senen

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:47 WIB

Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi

Kasus Lagu 'Di Antara Kata' Memanas, Syahravi Balik Laporkan Fariz RM ke Polisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 18:26 WIB

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

Syahravi Bantah Langgar Hak Cipta Lagu Fariz RM, Tunjukkan Video Dipuji Sang Musisi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:58 WIB

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

Balita Tewas Terperosok Lubang Proyek di Manggarai, Pramono: Jika Ingin Menuntut, Kami Persilakan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 17:57 WIB

×