"Hibah Air Minum", Kementerian PUPR Tingkatkan Akses Air Bersih

Fabiola Febrinastri

Rabu, 25 Oktober 2017 | 09:24 WIB
"Hibah Air Minum", Kementerian PUPR Tingkatkan Akses Air Bersih

Suara.com - Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah masyarakat di Indonesia yang mendapatkan akses aman air minum, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di perkotaan. Upaya tersebut sejalan dengan Nawa Cita pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui ketersediaan infrastruktur dasar.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengakui, untuk mencapai target 100 persen pelayanan air minum pada 2019, perlu kerja keras.

Sejumlah tantangan dihadapi, diantaranya distribusi air minum diperkotaan melalui jaringan perpipaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) masih belum menjangkau seluruh warga, terutama MBR.

Meskipun PDAM memiliki kapasitas produksi yang belum terpakai (idle capacity), PDAM belum merasa perlu memasang perpipaan ke hunian MBR, karena biaya yang cukup besar. Apalagi, minat MBR untuk menjadi pelanggan terkendala daya beli yang rendah.  

Kementerian PUPR merespons masalah tersebut dengan upaya percepatan, yakni "Program Hibah Air Minum". Program ini diharapkan bisa meningkatkan layanan air minum bagi masyarakat dan mendorong pemerintah daerah (Pemda) secara konkret memberikan prakarsa dan tanggung jawab dalam penyediaan air minum.

"Mekanisme program hibah ini, Pemda merencanakan program secara mandiri, dengan kapasitas yang mereka miliki, merencanakan target daerah prioritas, sehingga pelaksanaan sesuai dengan target pembangunan," kata Dirjen Cipta Karya, Sri Hartoyo, dalam "Lokakarya Penyiapan Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perkotaan Tahun 2018", di Jakarta, Selasa (24/10/2017).



Program Hibah Air Minum akan berkontribusi pada program 100-0-100, yang merupakan target 100 persen akses aman air minum, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak yang dapat dipenuhi pada 2019. Di sisi lain, program ini juga diharapkan  membantu menyehatkan PDAM yang kurang sehat dan PDAM sakit.

Ikut Program, Pemda harus Penuhi Syarat
Untuk bisa ikut dalam Program Hibah Air Minum, Pemda harus memenuhi beberapa syarat, misalnya, harus memiliki Peraturan Daerah (Perda) Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) dan kesiapan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) pada tahun berjalan.

PDAM sebagai BUMD disyaratkan masih memiliki kapasitas produksi tidak terpakai dan daftar MBR calon penerima hibah sesuai kriteria yang ditentukan. Pemda juga diharapkan telah memiliki unit produksi dan jaringan distribusi untuk melayani sambungan rumah (SR) MBR yang diusulkan dan mampu menyelesaikan SR paling lambat September tahun berjalan.

Kementerian PUPR memprioritaskan kabupaten/kota eksisting penerima hibah air minum adalah daerah dengan PDAM berkinerja baik dalam pemasangan SR. Kemudian bagi MBR penerima hibah, Kementerian PUPR juga menyiapkan kriteria penerima manfaat, antara lain kondisi rumah sesuai kriteria dan bersedia menjadi pelanggan PDAM, serta daya listrik yang terpasang pada rumah tangga tersebut tidak lebih besar dari 1.300 VA, dan 50 persen di antara target tersebut memiliki daya listrik 900 VA.

Pelaksanaan Program Hibah Air Minum dimulai sejak 2012 dan telah berhasil membangun 927.200 SR hingga 2017.

"Sejak program ini dimulai pada 2012, sudah terbangun 927.000 SR, dengan dana mencapai Rp3,3 triliun di 212 kabupaten/ kota, dengan jumlah pelayanan bagi 4,5 juta jiwa MBR," kata Sri.

Pada 2018, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya dan Kementerian Keuangan menyiapkan alokasi sebesar Rp800 miliar untuk program tersebut, yang terbagi menjadi Rp650 miliar untuk 215.000 SR di perkotaan dan Rp150 miliar untuk 75.000 SR di pedesaan.

Pada 2012 hingga 2016, Program Hibah Air Minum menggunakan dana yang berasal dari hibah Australia, dengan capaian 395.000 SR, sementara sejak 2015, dimulai dengan APBN murni sebesar Rp500 miliar, pada 2016 alokasi dana sebesar Rp600 miliar, dan pada 2017 sebesar Rp750 miliar.

Ke depan, Hibah Air Minum diharapkan menjadi program andalan yang bisa berkolaborasi dengan program lain misalnya, Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas).

"Kami mendorong terjadi keterpaduan infrastruktur, apalagi Program KotaKu, misalnya, merupakan program yang ada di setiap daerah. Jadi kelak bukan hanya drainasenya yang membaik, namun juga ada akses air minum," kata Sri lagi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PUPR Pacu Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu

PUPR Pacu Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu

News | Selasa, 24 Oktober 2017 | 11:43 WIB

Kementerian PUPR Dorong Peran Pemda Capai Target Aman Air Minum

Kementerian PUPR Dorong Peran Pemda Capai Target Aman Air Minum

News | Selasa, 24 Oktober 2017 | 09:37 WIB

Menteri PUPR: Foto Bisa Jadi Bentuk Laporan Kinerja Kabinet

Menteri PUPR: Foto Bisa Jadi Bentuk Laporan Kinerja Kabinet

News | Senin, 23 Oktober 2017 | 08:58 WIB

Terkini

Pengamat Kritik Bakom: Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah, Dengar Kritik Rakyat!

Pengamat Kritik Bakom: Jangan Cuma Jadi Corong Pemerintah, Dengar Kritik Rakyat!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIB

Diskon Makan di Pagi Sore Pakai BRImo, Ini Syaratnya

Diskon Makan di Pagi Sore Pakai BRImo, Ini Syaratnya

Bri | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:36 WIB

Prajurit TNI Ditahan Usai Rumah KPAD Cijantung Jadi Markas Judol, KSAD: Jika Terbukti Kena PTDH

Prajurit TNI Ditahan Usai Rumah KPAD Cijantung Jadi Markas Judol, KSAD: Jika Terbukti Kena PTDH

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Dipanggil Seskab Teddy ke Istana, Rektor IPB Tanggapi Kabar Jadi Wamen Pertanian

Dipanggil Seskab Teddy ke Istana, Rektor IPB Tanggapi Kabar Jadi Wamen Pertanian

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Kiandra Ramadhipa Bidik Podium Seri Penutup Moto3 Junior World Championship 2026

Kiandra Ramadhipa Bidik Podium Seri Penutup Moto3 Junior World Championship 2026

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:35 WIB

5 Rekomendasi Tumbler Stainless Tahan Panas dan Dingin 24 Jam

5 Rekomendasi Tumbler Stainless Tahan Panas dan Dingin 24 Jam

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Driver Ojek Online Jual Pertalite ke Bule, 1,5 Liter Rp 200 Ribu saat Krisis BBM di Bali

Driver Ojek Online Jual Pertalite ke Bule, 1,5 Liter Rp 200 Ribu saat Krisis BBM di Bali

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:32 WIB

Gelanggang Anterra: Perjalanan Remaja Tanpa Sihir Menantang Hierarki Dunia

Gelanggang Anterra: Perjalanan Remaja Tanpa Sihir Menantang Hierarki Dunia

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Komitmen Prabowo Benahi TNI Cuma 4,2% di Survei SMRC, Pengamat Singgung Welfare Militarism

Komitmen Prabowo Benahi TNI Cuma 4,2% di Survei SMRC, Pengamat Singgung Welfare Militarism

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:28 WIB

Zulhas Resmikan KDMP di Lampung Bareng BRI: Warga Desa Kini Bisa Dapat KUR Lewat Agen BRILink

Zulhas Resmikan KDMP di Lampung Bareng BRI: Warga Desa Kini Bisa Dapat KUR Lewat Agen BRILink

Lampung | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:27 WIB

×