Massa Banjiri Monas, Aksi Bela Palestina Diyakini Berjalan Damai

Chaerunnisa

Minggu, 17 Desember 2017 | 07:10 WIB
Massa Banjiri Monas, Aksi Bela Palestina Diyakini Berjalan Damai
Massa dari PKS se-Jabodetabek menggelar aksi bela Palestina di depan Kedubes Amerika Serikat, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (10/12/2017) [Suara.com/Kurniawan Mas'ud]

Suara.com - Aksi bela Palestina yang berlangsung di kawasan Silang Monas, Jakarta mulai dipadati peserta. Massa terus berdatangan dari sejumlah kawasan, baik dari arah Jalan MH Thamrin, Patung Tani maupun arah Masjid Istiqlal. Sebagian besar massa mengenakan pakaian putih-putih, membawa sejumlah poster, hingga bendera Palestina.

Solidaritas untuk mengecam sikap Presiden AS memindahkan ibukota Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem ini dijadwalkan akan berlangsung mulai pukul 06.00 - 11.00 WIB. Hingga saat ini massa terus bedatangan di sekitar Monas. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meyakini aksi "Bela Palestina" yang digelar Minggu di Monas, Jakarta akan berlangsung damai karena merupakan aksi dukungan atas kemerdekaan Palestina dan menentang kebijakan Presiden AS Donald Trump.

"Saya yakin akan berlangsung damai, karena tidak ada yang mendukung pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem," kata Taufik di Jakarta, seperti diwartakan Antara.

Lebih lanjut, Taufik Kurniawan mengatakan, langkah Presiden Trump yang memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerussalem juga ditolak oleh kalangan lintas agama, bukan hanya dari kalangan Muslim saja.

Hal itu, menurut dia, sangat logis karena apa yang dilakukan tersebut merupakan bentuk penjajahan terhadap Palestina dan Indonesia sangat menentang penjajahan di mana pun.

"Ini penjajahan Israel terhadap Palestina apalagi bertentangan dengan perikemanusiaan dan perikeadilan," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum PAN itu menilai, sebenarnya kondisi di Kawasan Timur Tengah sudah relatif harmonis dan tenang namun kebijakan Trump mengusik ketenangan di kawasan tersebut.

Dia menduga apa yang dilakukan Trump untuk kepentingan politik dalam negeri AS, yaitu selama ini kebijakan yang diambil Trump tidak populis sehingga mengancamnya secara politik.

baca juga

"Gaya kepemimpinan Trump sebenarnya yang mengganggu Amerika sendiri, karena para sekutu mereka pun menentang kebijakan tersebut, misalnya Prancis," imbuhnya.

Karena itu, dia meminta semua pihak untuk berpikir dan bertindak objektif agar perdamaian dunia tidak terkoyak serta tidak terjadi kegaduhan di semua kawasan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aksi Bela Palestina di Monas, Baznas Kerahkan 100 Personel

Aksi Bela Palestina di Monas, Baznas Kerahkan 100 Personel

News | Minggu, 17 Desember 2017 | 06:41 WIB

Aksi 1712, Jokowi: Rakyat Kita Terus Berpihak pada Palestina

Aksi 1712, Jokowi: Rakyat Kita Terus Berpihak pada Palestina

News | Minggu, 17 Desember 2017 | 04:34 WIB

Ikut Aksi Bela Palestina? Sandiaga: Saya Ada Undangan Lain

Ikut Aksi Bela Palestina? Sandiaga: Saya Ada Undangan Lain

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 20:02 WIB

Ini Imbauan Polda Metro untuk Aksi Bela Palestina Besok

Ini Imbauan Polda Metro untuk Aksi Bela Palestina Besok

News | Sabtu, 16 Desember 2017 | 14:40 WIB

Terkini

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

Jejak Sadis Taufik Hidayat: 4 Indekos Jadi Saksi Bisu Yuvita Dibuat Buta hingga Lumpuh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:46 WIB

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

Polisi Bongkar Home Industri Narkoba, Kamar Apartemen Disulap Jadi Tempat Produksi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:35 WIB

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

Sekap dan Siksa Yuvita Pakai Helm, Sajam hingga Rokok: Taufik Hidayat Ternyata Penjahat Kambuhan!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:26 WIB

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

Jokowi Safari Pakai Kemeja PSI, Golkar Santai Tak Khawatir Pemilih Migrasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:18 WIB

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

Jakarta Rangkul Konten Kreator untuk Jembatani Informasi Ibu Kota ke Warga

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:12 WIB

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

Empat Karyawan di Jaksel Sekap Teman Wanita Gara-gara Urusan Kantor, Begini Kronologinya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:10 WIB

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

KPK Endus Aliran Duit Haram di Loket Imigrasi Bali, Biro Jasa Mulai 'Bernyanyi'

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:05 WIB

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

Kapolda Jabar: Taufik Hidayat Sangat Sadis, Harus Dihukum Maksimal 12 Tahun Penjara!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi

Prabowo Hadiri Konvensi Sains, Beri Taklimat di Hadapan 2.600 Akademisi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:59 WIB

Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

Identik dengan Gajah, Analis Bongkar Alasan Jokowi Pilih Lampung Jadi Target Safari Politik

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 17:53 WIB

×