Jadi Mata-mata Israel, Iran Hukum Mati Salah Seorang Akademisinya

Arsito Hidayatullah

Selasa, 26 Desember 2017 | 06:06 WIB
Jadi Mata-mata Israel, Iran Hukum Mati Salah Seorang Akademisinya
Ilustrasi Kota Teheran, Iran. [Shutterstock]

Suara.com - Mahkamah Agung Iran telah menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang akademisi Iran berbasis di Swedia, yang dihukum karena bertindak sebagai mata-mata untuk Israel, demikian jaksa Teheran seperti dikutip pada Senin, menegaskan laporan Amnesti Internasional dan keluarganya.

Ahmadreza Djalali, seorang dokter medis dan dosen di Institut Karolinska, sebuah universitas kedokteran di Stockholm, dituduh memberikan informasi kepada Israel untuk membantunya membunuh beberapa ilmuwan nuklir senior.

Djalali ditangkap di Iran pada April 2016 dan kemudian divonis melakukan spionase. Dia membantah tuduhan tersebut, demikian menurut Amnesti International.

Setidaknya empat ilmuwan terbunuh antara 2010 dan 2012 dalam apa yang dikatakan Teheran sebagai pembunuhan untuk menyabotase upayanya mengembangkan energi nuklir. Kekuatan Barat dan Israel mengatakan Iran bertujuan untuk membangun sebuah bom nuklir. Namun Teheran membantah hal tersebut.

Iran menggantung seorang pria pada 2012 atas pembunuhan tersebut, dengan mengatakan bahwa dia adalah agen intelijen Israel Mossad.

Pada Senin, jaksa Teheran Abbas Jafari Dolatabadi mengatakan bahwa Mahkamah Agung baru-baru ini menegakkan hukuman mati terhadap Djalali, demikian laporan situs berita peradilan Iran, Mizan.

Dolatabadi mengatakan bahwa Djalali telah mengaku bertemu dengan agen Mossad berulang kali untuk menyampaikan informasi mengenai rencana dan personil nuklir Iran, dan membantu menginfeksi sistem komputer Kementerian Pertahanan dengan virus, demikian laporan Mizan.

Amnesti Internasional dan istri Djalali yang berada di London mengatakan pada awal bulan ini, pengacaranya diberitahu bahwa Mahkamah Agung telah mempertimbangkan kasusnya dan menjatuhkan hukuman mati kepadanya.

Siaran televisi negara Iran minggu lalu menyiarkan apa yang digambarkannya sebagai pengakuan Djalali. Istrinya mengatakan bahwa dia dipaksa oleh penginterogasinya untuk membaca pengakuan tersebut.

Djalali sedang dalam perjalanan bisnis ke Iran saat dia ditangkap dan dikirim ke penjara Evin. Dia ditahan di sel isolasi selama tiga bulan dia ditahan dan disiksa, demikian Amnesti.

Dikatakan bahwa Djalali menulis sebuah surat di dalam penjara pada Agustus yang menyatakan bahwa dia ditahan karena membantah memata-matai Iran.

Swedia mengutuk hukuman tersebut pada Oktober dan mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan masalah tersebut dengan utusan Iran.

Tujuh puluh lima penerima hadiah Nobel mengajukan petisi kepada otoritas Iran bulan lalu untuk membebaskan Djalali agar bisa "melanjutkan pekerjaan ilmiahnya demi manfaat umat manusia". [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ditahan Usai Demo di Al Aqsa, Israel Deportasi Dua Warga Turki

Ditahan Usai Demo di Al Aqsa, Israel Deportasi Dua Warga Turki

News | Selasa, 26 Desember 2017 | 00:31 WIB

Israel akan Bangun 300 Ribu Pemukiman di Yerusalem

Israel akan Bangun 300 Ribu Pemukiman di Yerusalem

News | Senin, 25 Desember 2017 | 06:44 WIB

Arab Saudi Tolak Permintaan Visa Atlet Israel

Arab Saudi Tolak Permintaan Visa Atlet Israel

News | Senin, 25 Desember 2017 | 06:02 WIB

Terkini

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Capai Ketinggian 1,8 Kilometer Mengarah ke Selat Sunda

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:52 WIB

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni

Lampung | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Galaxy S26 FE Dibanderol Rp9,7 Jutaan, Bawa 47 Fitur Galaxy AI dan Update 7 Tahun

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Review Who Is Martin Mull?: Dokumenter Biografi Netflix yang Mengaduk-aduk Emosi Penonton

Your Say | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:20 WIB

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

Perang AS - Iran Akan Dimulai Lagi, Pentagon Siapkan Serangan Besar

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Arti Burung Gagak Mengitari Rumah Menurut Primbon Jawa, Benarkah Tanda Kematian?

Lifestyle | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Erupsi GAK Lumpuhkan Penerbangan, Menhub Ingatkan Transportasi Harus Siap Hadapi Darurat

Bisnis | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Dikepung Kabut Asap, Operasional Bandara SSK II Pekanbaru Masih Normal

Riau | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:01 WIB

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Kabut Asap Karhutla Picu 52.483 Kasus ISPA di Sumsel

Foto | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 08:00 WIB

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

AI Makin Rumit Dikelola, Indosat Satukan 300 Model dalam Satu Platform

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:54 WIB

×