Ini Alasan Fredrich Ingin Agung Laksono Jadi Saksi Meringankannya

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Kamis, 18 Januari 2018 | 15:49 WIB
Ini Alasan Fredrich Ingin Agung Laksono Jadi Saksi Meringankannya
Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Ancol Agung Laksono [suara.com/Oke Atmaja]

Suara.com - Tersangka menghalang-halangi penyidikan KPK Fredrich Yunadi ingin politisi senior Partai Golkar Agung Laksono menjadi saksi meringankannya. Tapi Agung menolak permintaan itu.

Agung tak bersedia menjadi saksi meringankan Fredrich dengan alasan dia tidak ingin terlibat dalam kasus yang diduga merekayasa kecelakaan dan hasil pemeriksaan medis Novanto tersebut.

Pengacara Fredrich, Sapriyanto Refa mengatakan Agung diminta bersaksi jika tidak ada rekayasa dalam sakitnya Setya Novanto. Sebelumnya, Fredrich menjadi pengacara Setya Novanto dalam kasus korupsi e-KTP. Setnov jadi tersangka di kasus itu.

"Kan pemanggilan sebagai saksi (Agung) itu kan kewajiban dari penyidik. Memang sebaiknya kalau dari saksi yang meringankan itu saksi berasal dari kita sehingga memudahkan kita untuk memanggil. Akan tetapi kalau pun seandainya diserahkan kepada penyidik juga boleh," ujar Refa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Sebelumnya ada kabar, Setnov sengaja memesn kamar di Rumah Sakit Medika Permata Hijau Jakarta Selatan sebelum terjadi kecelakaan.

Refa mengatakan saat Novanto sudah berada di rumah sakit, ada orang yang mengaku pengacara menelpon untuk memesan kamar sekitar pukul 21.00. Pasalnya, pada pukul 19.30 WIB Novanto sudah berada di ruang rawat inap. Karenanya mustahil jika Fredrich memesan satu lantai di RS Medika Permata Hijau pada pukul 21.00 WIB.

Refa pun menjelaskan pada saat kliennya berada di rumah sakit, sudah ada Agung Laksono. Maka dari itu, Fredrich meminta Agung untuk menjadi saksi yang meringankan dalam kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan kasus korupsi KTP elektronik Setya Novanto.

"Nah pada hari itu ada pak Agung Laksono. Jadi untuk membuktikan bahwa pada jam segitu itu pak Setya Novanto, itu sudah ada di dalam ruangan. Jadi ngapain lagi booking-booking itu satu ya. Yang kedua pada malam itu juga ada empat kamar yang sudah diisi oleh pasien lain. Jadi ngggak mungkin kan ya membooking kamar satu lantai penuh. Nah jadi itu lah gunanya Pak Agung Laksono diminta menjadi saksi," kata dia.

Tak hanya itu, Refa menuturkan selain Agung, sejumlah politisi Partai Golkar juga datang termasuk politisi Idrus Marham ke RS Medika Permata Hijau untuk melihat kondisi Novanto usai mengalami kecelakaan.

"Karena setelah kejadian itu orang-orang dari Partai Golkar pada datang, termasuk Idrus Marham segala," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPK Siap Hadapi Gugatan Fredrich Yunadi di Praperadilan

KPK Siap Hadapi Gugatan Fredrich Yunadi di Praperadilan

News | Kamis, 18 Januari 2018 | 15:16 WIB

Agung Jelaskan Kenapa Diminta Jadi Saksi Fredrich Yunadi

Agung Jelaskan Kenapa Diminta Jadi Saksi Fredrich Yunadi

News | Kamis, 18 Januari 2018 | 14:15 WIB

Eks Pengacara Setnov Fredrich Yunadi Ajukan Praperadilan

Eks Pengacara Setnov Fredrich Yunadi Ajukan Praperadilan

News | Kamis, 18 Januari 2018 | 13:48 WIB

Saksi Sidang Setnov: Sumpah Saya Tak Tahu Pak Hakim, Mungkin Ular

Saksi Sidang Setnov: Sumpah Saya Tak Tahu Pak Hakim, Mungkin Ular

News | Kamis, 18 Januari 2018 | 13:35 WIB

Agung Laksono Tolak Jadi Saksi Meringankan Rekayasa Sakit Setnov

Agung Laksono Tolak Jadi Saksi Meringankan Rekayasa Sakit Setnov

News | Kamis, 18 Januari 2018 | 12:57 WIB

Terkini

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 23:10 WIB

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:44 WIB

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:38 WIB

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:32 WIB

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:13 WIB

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 22:00 WIB

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:30 WIB

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 21:00 WIB

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:32 WIB

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 20:30 WIB