Fadli Zon: Kapolri Butuh Konsultan Sejarah Islam Indonesia

Pebriansyah Ariefana | Dian Rosmala | Suara.com

Kamis, 01 Februari 2018 | 14:32 WIB
Fadli Zon: Kapolri Butuh Konsultan Sejarah Islam Indonesia
Fadli Zon [suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Wakil Ketua DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon mendapatkan kiriman video pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyatakan bahwa hanya Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah lah yang berjasa terhadap kemerdekaan.

Menurut Fadli, pernyataan Tito jelas keliru. Sebab, di antara Ormas Islam lainnya, banyak yang terlibat dalam memerdekakan Indonesia dan bukan hanya NU dan Muhammadiyah.

"Mungkin informasi yang masuk kepada Kapolri itu keliru. Jadi saya kira memang tak benar, bukan hanya Nu dan Muhammadiyah saja," kata Fadli di DPR, Jakarta, Kamis (1/2/ 2018).

Fadli membeberkan sejumlah nama ormas Islam di luar Muhammadiyah dan NU yang berkontribusi meraih kemerdekaan Indonesia.



"Bahkan awal-awal dulu ada Sarekat Dagang Islam, Sarekat Islam. Ada di beberapa daerah seperti Nahdlatul Waton, Matlaul Anwar, Alwasliyah, di Sumatera Barat bahkan ada Permi," ujar Fadli.

Sebagai contoh, lanjut Fadli, Permi telah melahirkan pahlawan nasional Rasuna Said.

Fadli mengatakan, sebagai Kapolri Tito butuh konsultan khusus terkait sejarah Islam di Indonesia agar tidak salah dalam berbicara pada publik.

"Menurut saya (pernyataan Tito) itu kurang tepat. Jadi seolah-olah nanti cuma ada NH dan Muhammadiyah. Padahal masyarakat kita ini kan beragam. Katanya Bhineka Tunggal Ika," tutur Fadli.

"Jangan kemudian kalau Bhineka tidak konsisten dengan berpikir itu. Harusnya Bhineka itu tidak hanya berlaku dengan agama lain. Dengan agama yang satu pun Bhineka. Di islam juga ada kebinekaan, Kristen ada kebinekaan, di Hindu juga ada kebinekaan, Budha demikian," Fadli menambahkan.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra menilai Tito keceplosan saat bicara NU dan Muhammadiyah.

"Mungkin saja maksud beliau tidak seperti itu kan. Namanya keceplosan mungkin ya. Slip of the tongue," kata Fadli.

Video pidato Tito yang mengatakan bahwa ia memerintahkan kepada Kapolda hingga Kapolsek, supaya membantu NU dan Muhammadiyah karena dinilai berjasa atas pendirian bangsa, tersebar di media sosial. Video tersebut diketahui direkam pada tahun 2016 lalu, saat Kapolri menandatangani nota kesepahaman bersama NU. 

Berikut penggalan isi pidato Tito:

Perintah saya melalui video conference minggu lalu, 2 minggu lalu saat Rapim Polri, semua pimpinan Polri hadir, saya sampaikan tegas menghadapi situasi saat ini, perkuat NU dan Muhammadiyah. Dukung mereka maksimal.

Semua Kapolda saya wajibkan membangun hubungan dengan NU dan Muhammadiyah tingkat provinsi. Semua kapolres wajib untuk membuat kegiatan-kegiatan untuk memperkuat para pengurus cabang di tingkat kabupaten-kota.

Para kapolsek wajib, di tingkat kecamatan, bersinergi dengan NU dan Muhammadiyah. Jangan dengan yang lain.

Dengan yang lain itu nomor sekian. Mereka bukan pendiri negara, mau merontokan negara malah iya.

Tapi yang konsisten dari awal sampai hari ini itu adalah NU dan Muhammadiyah. Termasuk hubungan. Kami berharap hubungan NU dan Muhammadiyah juga bisa saling kompak satu sama lainnya.

Boleh beda-beda pendapat, tapi sekali lagi kalau sudah bicara NKRI, mohon, kami mohon dengan hormat, kami betul-betul titip kami juga sebagai umat muslim, harapan kami hanya kepada dua organisasi besar ini.

Selagi NU dan Muhammadiyah itu menjadi panutan semua umat Islam Indonesia, kita yakin negara kita tidak akan pecah seperti Siria, Irak, Libia, Mesir, tidak akan bergolak. Karena dua tiang ini jelas, ideologinya jelas, sangat pro-Pancasila.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Viral Pernyataan Kapolri, PAN Ingatkan Polisi Tak Berpolitik

Viral Pernyataan Kapolri, PAN Ingatkan Polisi Tak Berpolitik

News | Rabu, 31 Januari 2018 | 19:40 WIB

Dituding Tak Ramah kepada Islam, Ini Jawaban PDIP

Dituding Tak Ramah kepada Islam, Ini Jawaban PDIP

News | Minggu, 28 Januari 2018 | 19:55 WIB

Gerindra Pertanyakan Dua Jenderal Polri Dipilih Jadi Plt Gubernur

Gerindra Pertanyakan Dua Jenderal Polri Dipilih Jadi Plt Gubernur

News | Kamis, 25 Januari 2018 | 20:52 WIB

Fadli Zon Ajak Publik Tolak Impor Beras

Fadli Zon Ajak Publik Tolak Impor Beras

News | Rabu, 24 Januari 2018 | 23:51 WIB

Fadli Zon Sebut Penggunaan Politik Identitas Hal yang Wajar

Fadli Zon Sebut Penggunaan Politik Identitas Hal yang Wajar

News | Rabu, 24 Januari 2018 | 18:25 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB