Kepala Staf Kepresidenan Imbau TNI dan Polri Netral di Pilkada

Pebriansyah Ariefana | Nikolaus Tolen | Suara.com

Selasa, 06 Februari 2018 | 17:47 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Imbau TNI dan Polri Netral di Pilkada
Jenderal (Purn) Moeldoko seusai mengisi sebuah diskusi ‎di kantor Para Syndicate, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017). [Suara.com/Erick Tanjung]

Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (purn) Moeldoko mengimbau aparat TNI dan Polri tetap netral dalam pesta demokrasi, baik itu pemilihan kepala daerah tahun 2018 maupun pemilihan umum tahun 2019 mendatang. Dia ingin stabilitas di kedua institusi tersebut tetap terjaga dan juga di keamanan di masyarakat.

Hal itu telah disampaikannya kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dia mengatakan itu dilakukannya sesuai tugas pokoknya sebagai KSP untuk menyelanggarakan dukungan kepada Presiden dan Wapres dalam mengawal program prioritas, melakukan komunikasi politik, dan bisa menjadi media dalam hal yang berkaitan dengan isu politik yang sensitif.

"Jadi sebelum terjadi sesuatu itu lah hal-hal yang harus saya lakukan agar TNI firm pada posisinya, kepolisian firm pada posisinya. Jangan bermain-main di luar daerah itu," katanya dalam diskusi bertajuk 'Resiko Politik Menjelang Pemilu' di Graha Bimasena, Jalan Dharmawangsa Raya, Jakarta Selatan, Selasa (6/2/2018).

Ia mengatakan aparat keamanan harus bersifat netral supaya tidak ada persoalan baru yang mengancam stabilitas nasional. Ia mengingatkan polisi dan TNI untuk tidak berpihak pada mana pun untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Kalau saya lihat di pemilu di daerah nanti tidak menimbulkan gejolak yang berarti. Ada catatannya pertama baik itu Pilkada atau Pemilu nasional pemeran aktor dari segi keamanan tidak macam-macam. Tapi kalau aktor kemanannya macam-macam pasti akan terjadi sesuatu karena dia sudah mulai netral dia berpihak kanan dam kiri itu yang menjadi pemicu sebuah persoalan. Untuk itu lah saya waktu jadi Panglima TNI itu tegas sikap politik saya," kata Moeldoko.

Mantan Panglima TNI tersebut mengatakan yang harus dilakukan Polri dan TNI nantinya adalab bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mengamankan Pilkada. Dia meminta agar diantara kedua lembaga tersebut tidak ego sektoral.

"Bagaimana TNI mengkomunikasikan antara pemerintah daerah dengan polisi. Agar menyelenggarakan kambtibmas bisa berjalan sinergi, tidak memiliki ego sektor yang kuat. Percayalah kalau itu terjadi risiko politik itu tidak ada," katanya.

Moeldoko menilai kondisi demokrasi Indonesia saat ini sudah dewasa. Pernyataan tersebut merujuk pada situasi pemilihan kepala daerah yang kondusif saat pelaksanaan, meskipun sempat heboh saat masa kampanye pasangan calon.

"Ingin saya yakinkan bahwa masyarakat Indonesia sungguh sangat dewasa menyikapi itu," katanya.

Mantan Panglima tersebut mengatakan pada proses Pilkada memang terjadi perdebatan soal bakal calon yang akan bertarung. Pada tahap awal masyarakat banyak menilai prestasi hingga kekurangan para bakal calon, dan hal tersebut wajar sebagai bukti nyata kekritisan masyarakat untuk mendapatkan pemimpin yang baik.

Namun ketika telah ada pemimpin yang terpilih, masyarakat mau menerima hasil proses pilkada tanpa adanya huru-hara. Hal itu dinilai Moeldoko sebagai proses demokrasi yang dewasa.

Ia mencontohkan pada proses Pilkada DKI di mana yang dimainkan adalah isu Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan sempat muncul gejolak. Namun ketika selesai tahapan itu masyarakat mau menerima hasil demokrasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Eks Panglima TNI Ingin Antar BEM UI Lihat Gizi Buruk di Asmat

Eks Panglima TNI Ingin Antar BEM UI Lihat Gizi Buruk di Asmat

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 12:44 WIB

Bencana Marak, Moeldoko: Pemda Jangan Hanya Serahkan ke Pusat

Bencana Marak, Moeldoko: Pemda Jangan Hanya Serahkan ke Pusat

News | Selasa, 06 Februari 2018 | 11:51 WIB

Tjahjo Kumolo Diminta Batalkan Tunjuk Polri Sebagai Plt Gubernur

Tjahjo Kumolo Diminta Batalkan Tunjuk Polri Sebagai Plt Gubernur

News | Jum'at, 02 Februari 2018 | 00:06 WIB

5 Cara Media Sosial Merusak Demokrasi

5 Cara Media Sosial Merusak Demokrasi

Tekno | Senin, 29 Januari 2018 | 17:26 WIB

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Jaga Marwah TNI-Polri

Fahri Hamzah Minta Pemerintah Jaga Marwah TNI-Polri

News | Jum'at, 26 Januari 2018 | 14:33 WIB

Terkini

Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya

Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:05 WIB

Tambahan TKD Rp10,6 Triliun Tuntas Disalurkan, Pemulihan Pasca Bencana Melaju Pesat

Tambahan TKD Rp10,6 Triliun Tuntas Disalurkan, Pemulihan Pasca Bencana Melaju Pesat

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 17:04 WIB

Ledakan Tambang Batu Bara Kolombia Tewaskan 9 Pekerja Akibat Akumulasi Gas Metana Mematikan

Ledakan Tambang Batu Bara Kolombia Tewaskan 9 Pekerja Akibat Akumulasi Gas Metana Mematikan

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:50 WIB

Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!

Cuan di Tengah Banjir Kembangan Jakbar: Modal Gerobak, Agus Raup Rp800 Ribu Cuma dalam 3 Jam!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:47 WIB

PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang

PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:40 WIB

Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando

Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:38 WIB

Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!

Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:24 WIB

Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus

Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:18 WIB

KPK Dalami Kasus Maidi, Tiga Kepala Dinas Pemkot Madiun Diperiksa

KPK Dalami Kasus Maidi, Tiga Kepala Dinas Pemkot Madiun Diperiksa

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:16 WIB

KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 16:11 WIB