Menhub Minta Maaf karena Penumpukan Penumpang di Stasiun Duri

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 06 April 2018 | 10:27 WIB
Menhub Minta Maaf karena Penumpukan Penumpang di Stasiun Duri
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. [Suara.com/Priscilla Trisna]

Suara.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna kereta api di Stasiun Duri. Sebab dalam beberapa hari ini mengalami kekacauan akibat penumpukan penumpang hingga menimbulkan keresahan.

"Saya atas nama pribadi, pemerintah dan PT KAI mengucapkan maaf atas kejadian yang tidak sesuai dengan layanan perjalanan kereta api," kata Menhub Budi Karya di Jakarta, Jumat (5/4/2018).

Budi bertemu dengan perwakilan kelompok kumunitas pencinta kereta api, PT KAI, PT Railink untuk mencari solusi atas semerawutnya penumpang kereta api di Stasiun Duri yang ramai diviralkan di media sosial.

Pengurangan perjalanan kereta dan penggunaan jalur reguler untuk kereta Bandara Soekarno-Hatta membuat waktu tunggu penumpang kereta komuter lintas Duri-Tangerang di Stasiun Duri menjadi lebih lama hingga menyebabkan kepadatan yang cukup parah.

Akibatnya, penumpang yang berada di Stasiun Duri menumpuk sementara kapasitas tampung stasiun tersebut tak mampu menampung jumlah penumpang yang berada di lokasi tersebut.

Menhub mengatakan, pemerintah berjanji akan melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap kondisi tersebut, sehingga nantinya tidak ada lagi penumpukan penumpang di stasiun dan frekuensi perjalanan kereta api listrik (KRL) dan kereta bandara tidak terganggu.

"Pemerintah akan berusaha memberikan layanan yang baik untuk masyarakat sehingga tidak ada lagi ketidaknyamanan penumpang KRL," kata menhub.

Dialog dengan komunitas pecinta kereta api, dinilai menhub sangat konstruktif dan pemerintah mendapat banyak masukan dari mereka yang pada intinya bisa digunakan untuk memberikan kebaikan bagi masyarakat dan pemerintah.

Menhub menambahkan saat ini keberadaan kereta bandara Soekarno-Hatta sudah dianggap mendesak karena jalan arteri maupun jalan tol dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta sudah sangat padat.

baca juga

Oleh karena itu, pengadaan Kereta Bandara Soekarno-Hatta sudah harus dilakukan, walaupun masih menggunakan rel eksisting. Sebab jika harus menunggu rel khusus akan memakan waktu yang sangat lama, karena akan menyangkut pembebasan lahan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menhub: Pemerintah Tak Bisa Atur Tarif Ojek Online

Menhub: Pemerintah Tak Bisa Atur Tarif Ojek Online

Otomotif | Senin, 02 April 2018 | 15:34 WIB

Pemerintah Serahkan Tarif Ojek Online ke Penyedia Aplikasi

Pemerintah Serahkan Tarif Ojek Online ke Penyedia Aplikasi

Bisnis | Senin, 02 April 2018 | 15:29 WIB

Awas Sejumlah Bus Antarkota di Solo Tak Laik Jalan

Awas Sejumlah Bus Antarkota di Solo Tak Laik Jalan

News | Minggu, 01 April 2018 | 16:10 WIB

Ini Jadwal Berangkat Mudik Gratis Motor dengan Kapal Laut

Ini Jadwal Berangkat Mudik Gratis Motor dengan Kapal Laut

News | Minggu, 01 April 2018 | 14:23 WIB

Proyek Kereta Bandara Solo Ditargetkan Selesai Desember 2018

Proyek Kereta Bandara Solo Ditargetkan Selesai Desember 2018

Bisnis | Kamis, 29 Maret 2018 | 21:30 WIB

Terkini

Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah

Bikin Aturan Pilah Sampah, Pramono Malah 'Disidang' Istri di Rumah

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:14 WIB

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

Warga Jakarta Kini Bisa Intip Prediksi Polusi 3 Hari ke Depan Lewat Aplikasi JAKI

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 11:04 WIB

Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak

Rp 2,23 Triliun Masuk ke Kas Negara dari Rokok yang Dihisap Anak-Anak

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:24 WIB

Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing

Usai Dirantai dan Dilaporkan Balik, Korban Penyekapan di Senen Kini Jalani Trauma Healing

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 10:09 WIB

Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras

Luka Bakar 47 Persen! Istri Siri Dipaksa Anggota Polisi Buat Sabu hingga Disiram Air Keras

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:30 WIB

Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga

Bea Cukai Pakai Jebakan Canggih Bongkar Penyelundupan 3,37 Ton Narkoba Kuncup Bunga

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 09:08 WIB

Tak Puas Vonis 10 Tahun! Kejagung Banding dan Persoalkan Tahanan Rumah Nadiem Makarim

Tak Puas Vonis 10 Tahun! Kejagung Banding dan Persoalkan Tahanan Rumah Nadiem Makarim

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:51 WIB

Divonis 10 Tahun, Kenapa Hakim Andi Saputra Ingin Nadiem Makarim Bebas?

Divonis 10 Tahun, Kenapa Hakim Andi Saputra Ingin Nadiem Makarim Bebas?

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:51 WIB

Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi

Pilot AS Tewas Ditembak OPM di Yahukimo, TNI Kerahkan 3 Heli untuk Evakuasi

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:33 WIB

Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas

Daftar Penumpang Pesawat AMA Korban Serangan KKB di Yahukimo, Pilot Asal AS Tewas

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 08:20 WIB

×