Amien Rais di Mata Fahri Hamzah saat Reformasi 1998

Pebriansyah Ariefana, Dian Rosmala

Selasa, 22 Mei 2018 | 10:36 WIB
Amien Rais di Mata Fahri Hamzah saat Reformasi 1998
Amien Rais dan Fahri Hamzah dalam acara Refleksi 20 Tahun Reformasi di DPR, Jakarta, Senin (21/5/2018). [Suara.com/Dian Rosmala]

Suara.com - Dua puluh tahun sudah agenda reformasi berjalan di negeri ini. Telah banyak perubahan yang dihasilkan, pasca pemerintahan orde baru di bawah kepemimpinan Soeharto tumbang.

Soeharto, Presiden  Republik Indonesia ke dua, yang dikenal dengan otoritarianismenya, mengundurkan diri dari kursi kekuasaan setelah mendapat desakan hebat dari masyarakat dan mahasiswa pada tanggal 21 Mei 1998.

Salah satu tokoh dicatat pada masa itu adalah Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional, Amien Rais. Dia dikenal sebagai bapak reformasi Indonesia karena ikut berdemonstrasi saat itu. Meski demikian, tidak sedikit pihak yang meragukan peran Amien Rais kala itu. Bahkan, sebagain pihak ada yang meminta supaya sebutan bapak reformasi yang disandang Amien, ditinjau ulang.

Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Fahri Hamzah bercerita tentang sosok Amien. Fahri mengaku sangat dekat dengan Amien saat tahun 1998  itu.

“Sekarang ada kelompok yang seolah-olah ingin menulis ulang reformasi. Padahal ini malaikat pencatat, YouTube ini, semua merekam. Dan kalau bicara reformasi, gambar Pak Amien Rais semua di situ,” kata Fahri dalam acara 20 Tahun Refleksi Reformasi di DPR, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Fahri berkisah, beberapa bulan sebelum Soeharto mengundurkan diri, satu-satunya tokoh yang diterima mahasiswa kala itu adalah Amien Rais. Tak ada satupun keraguan mahasiswa kala itu, menunjuk Amien sebagai pemimpin dari gerakan-gerakan massa yang mereka lakukan. Fahri pun mengklaim saat itu Amien melancarkan serangan-serangan kepada Soeharto melalui orasi-orasi politiknya di berbagai forum.

“Ketika Pak Soeharto begitu kuat, tidak ada yang berani mengkritiknya secara vulgar dan lantang. Saya kira baru Pak Amien Rais yang berani berbicara tentang suksesi pada forum-forum formil, dia pidato di majelis tanwir Muhammadiyah,” ujar Fahri.

Bahkan, dalam satu kesempatan berpidato di salahsatu seminar, di gedung Departemen Agama, Amien beranggapan suksesi kepemimpinan nasional. “Suksesi lho, bukan reformasi. Suksesi itu kan sebenarnya lebih jauh lebih definitive. Pak Amien Rais bicara suksesi,” kata Fahri.

“Bahkan, waktu menjelang sidang MPR Tahun 1997, Pak Amien Rais secara tegas, jadi headland berita, mengatakan ‘kesalahan fatal apabila MPR memilih kembali Presiden Soeharto’. Saya kira tidak ada yang berbicara seperti itu waktu itu,” lanjut Fahri.

Fahri yang kala itu merupakan aktivis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), mengklaim Amien telah matang membaca peta politik dan kondisi negara kala itu.

“Pak Amien sudah sampai kepada suksesi sebelum yang lain, karena dia Profesor politik. Dia membaca peta, dia mengerti kalau kekuasaan itu sudah terlalu lama, dengan sendirinya akan banyak masalah dan itulah yang kemudian kita terjemahkan kedalam ide reformasi,” ujar Fahri.

Cerita Fahri lagi, Amien selalu menyampaikan tujuan dari suksesi kepemimpinan.

Awal April 1998, Amien yang baru saja pulang dari Belanda, ditemui Fahri dan perwakilan KAMMI lainnya di kantor PP Muhammadiyah. Ia ingin melaporkan kepada Amien, bahwa mereka baru saja mendeklarasikan KAMMI di Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 29 Maret 1998 dan siap berjuang bersama menumbangkan rezim orde baru.

Kala itu mahasiswa sangat kuat dengan ketokohan. Kata dia, gerakan mahasiswa akan susah membuahkan hasil apabila tidak figur yang diikuti. Fahri dan kawan-kawannya sadar, di usia yang masih di bawah 30 tahun, mereka belum punya cukup kemampuan menentukan arah pemerintahan pasca reformasi. Sebab itu, menurut dia, Amien dipilih sebagai tokoh yang designer konsepsi demokrasi setelah orde baru tumbang.

“Saya ingat satu jawaban Pak Amien di PP Muhammadiyah itu, ‘mas Fahri Hamzah, kalau Anda datang kepada saya kurang dari meminta pak Soeharto mundur, Anda salah alamat,” ujar Fahri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

20 Tahun Reformasi, Wanda Hamidah : Saya Bersyukur

20 Tahun Reformasi, Wanda Hamidah : Saya Bersyukur

Entertainment | Selasa, 22 Mei 2018 | 09:40 WIB

Begini Hubungan BJ Habibie dan Soeharto Usai Reformasi

Begini Hubungan BJ Habibie dan Soeharto Usai Reformasi

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 06:55 WIB

Habibi : Reformasi Sudah Berjalan Sesuai Rencana

Habibi : Reformasi Sudah Berjalan Sesuai Rencana

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 06:08 WIB

20 Tahun Reformasi, Ini PR Indonesia di Mata Ketua MPR

20 Tahun Reformasi, Ini PR Indonesia di Mata Ketua MPR

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 05:46 WIB

Fahri Hamzah Dorong Amien Rais Jadi Capres

Fahri Hamzah Dorong Amien Rais Jadi Capres

News | Selasa, 22 Mei 2018 | 00:10 WIB

Terkini

Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat

Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:26 WIB

Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern

Pesona Blok M: Dari Tempat Nongkrong Jadul ke Magnet Baru Jakarta Modern

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:23 WIB

Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur

Cerita Warga Venezuela Andalkan Informasi Medsos karena Data Korban Gempa Simpang Siur

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:17 WIB

Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit

Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta

Mekanisme Keberatan Jadi Instrumen Perlindungan Dalam Sengketa Merek dan Hak Cipta

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:12 WIB

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

Negara Asia, Eropa Hingga Arab Berbondong-bondong Kirim Bantuan ke Venezuela, Ini Daftarnya

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:47 WIB

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:44 WIB

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

Prabowo Pantau Kasus 3 Peserta SPPI Tewas saat Latsarmil, Pemerintah Siapkan Evaluasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:38 WIB

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

Cegah Badai PHK Akibat Harga Gas, Dasco Pastikan Pemerintah Berpihak pada Buruh

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:27 WIB

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

Dulu Dicibir Kini Dipuji, Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen di Survei Kompas

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:22 WIB