Pemerintah Berjuang untuk Kelestarian Burung Air

Fabiola Febrinastri

Selasa, 16 Oktober 2018 | 16:19 WIB
Pemerintah Berjuang untuk Kelestarian Burung Air
Bedah buku Konservasi Burung Air, Perjuangan Melawan Kepunahan, karya Profesor Hadi Sukadi Alikodra. (Dok: KLHK)

Suara.com - Indonesia merupakan salah satu wilayah perlindungan burung air. Indonesia juga menjadi wilayah penting sebagai jalur terbang (flyway) bagi 121 jenis burung air, yang bermigrasi dari benua bagian utara ke benua bagian selatan.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno, menyampaikan, komitmen Indonesia untuk ikut melindungi flyway tersebut dinyatakan dengan bergabungnya Indonesia dalam jaringan kerja dari para mitra dalam Jalur Terbang Asia Timur – Australasia (EAAFP). Indonesia telah menjadi anggota sejak awal pembentukan, yaitu pada 2006.

"Upaya menjaga kelestarian burung air perlu dukungan dan keterlibatan berbagai pihak. Selain itu, perlu dilakukan melalui upaya yang berbasis masyarakat setempat," kata Wiratno, saat membuka acara bedah buku Konservasi Burung Air, Perjuangan Melawan Kepunahan, karya Profesor Hadi Sukadi Alikodra.

Bedah buku Konservasi Burung Air, Perjuangan Melawan Kepunahan, karya Profesor Hadi Sukadi Alikodra. (Dok: KLHK)
Bedah buku Konservasi Burung Air, Perjuangan Melawan Kepunahan, karya Profesor Hadi Sukadi Alikodra. (Dok: KLHK)

Wiratno menyebutkan, kesuksesan kampung ramah burung di Desa Jatimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY, patut menjadi salah satu pembelajaran. Disan merupakan salah satu contoh gerakan masyarakat yang mencoba menyelamatkan berbagai jenis burung.

"Semoga di wilayah-wilayah burung air ini, kita juga dapat bersama melakukan gerakan (collective actions) untuk menyelamatkan mereka. Sama seperti kita mempunyai hak untuk hidup, burung juga mempunyai hak untuk terbang, dan kita hanya menikmatinya dari jauh," ujar Wiratno.

Konservasi Burung Air, Perjuangan Melawan Kepunahan ini terdiri atas tujuh bab. Di dalamnya mengungkapkan, antara lain, biologi dan ekologi burung air, kelestarian lahan basah dan habitat burung air, migrasi burung air, serta aspek-aspek konservasi bagi upaya pelestarian burung air.

Kepada pembacanya, buku ini membawa pesan bahwa restorasi ekosistem lahan basah sebagai habitat burung air, termasuk lahan gambut, sangat diperlukan.

"Saya mendapatkan pendalaman tersendiri tentang pentingnya konservasi burung air. Buku ini menambah semangat baru pejuang konservasi untuk memperkuat upaya bersama ke depan,” ujarnya.

Bedah buku Konservasi Burung Air, Perjuangan Melawan Kepunahan, karya Profesor Hadi Sukadi Alikodra. (Dok: KLHK)
Bedah buku Konservasi Burung Air, Perjuangan Melawan Kepunahan, karya Profesor Hadi Sukadi Alikodra. (Dok: KLHK)

Agustinus Gusti Nugroho, yang akrab disapa Nugie, juga turut membagikan pengalamannya dalam kegiatan konservasi lingkungan dalam acara ini. Pelantun lagu Burung Gereja itu mengatakan, lagu yang ia ciptakan tersebut menjadi lagu yang paling dikenal di belantika musik.

baca juga

"Jadi saya mempunyai pengalaman spiritual yang dekat dengan spesies burung ini. Burung Garuda, Burung Camar, dan lagu ciptaan saya, Burung Gereja, moga-moga nanti ada lagu Burung Air, yang dijadikan salah satu ornamen dunia musik yang mengangkat tema burung di Indonesia," katanya.

Selain Nugie, narasumber bedah buku ini berasal dari kalangan akademisi, yaitu Prof. Azyumardi Azra, Prof. Ani Mardiastuti, Prof. Rudy C. Tarumingkeng, dan Head of Programme Wetlands International Indonesia, Yus Rusila Noor.

Bedah buku  ini dihadiri peserta yang berasal dari berbagai instansi pemerintah, lembaga perguruan tinggi, lembaga penelitian, lembaga-lembaga konservasi, swasta, serta masyarakat yang memiliki perhatian terhadap upaya konservasi keanekaragaman hayati.

Bedah buku ini terselenggara atas kerja sama Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata Fakultas Kehutanan IPB, Badan Restorasi Gambut, serta Kementerian LHK.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Konser Amal Nada Kasih "Harapan dalam Harmoni", Wujud Kepedulian Generasi Muda melalui Musik

Konser Amal Nada Kasih "Harapan dalam Harmoni", Wujud Kepedulian Generasi Muda melalui Musik

Lifestyle | Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:14 WIB

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Dari Guru Besar Hukum UNS, Pujiyono Suwadi Kini Pimpin Universitas Adhyaksa, Ini Rekam Jejaknya

Jawa Tengah | Minggu, 11 Oktober 2026 | 00:20 WIB

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tren Aplikasi Fintech 2026: Dari Bayar Pakai QRIS hingga Atur Keuangan Lewat Ponsel

Tekno | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

Victoria Run 2026 Digelar Besok, Ini Daftar Rekayasa Lalu Lintas di Jakarta

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

Ada Kunjungan Presiden Mesir, CFD Sudirman-Thamrin Besok Berakhir Pukul 09.00 WIB

News | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:19 WIB

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Padang Diterjang Banjir Parah, Athari Gauthi Minta Keselamatan Anak-Anak dan Lansia Diprioritaskan

Sumbar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Keluarga Korban Penyerangan Geng Motor di Makassar Bantah Pernyataan Polisi soal COD

Sulsel | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Belum Terkalahkan di Super League, Shin Tae-yong Bawa Persija ke Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jalan Rusak Mirip Kobakan Kolam Ikan, Emak-Emak Citamiang Sukabumi Turun Tangan Bikin Aksi Spontan

Jabar | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Anak 'Pendiam' di Kamar Terpapar Jaringan Teroris, Densus 88 Bongkar Fakta Mengejutkan di Jateng!

Jawa Tengah | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 21:03 WIB

×