Sejarah Viaduk Tugu Pahlawan, Lokasi Insiden Surabaya Membara

Bangun Santoso | Suara.com

Sabtu, 10 November 2018 | 09:41 WIB
Sejarah Viaduk Tugu Pahlawan, Lokasi Insiden Surabaya Membara
Pagelaran Drama Kolosal Surabaya makan korban jiwa (istimewa)

Suara.com - Viaduk Tugu Pahlawan banyak membetot perhatian setelah ada tiga korban meninggal saat menonton drama kolosal 'Surabaya Membara' di Tugu Pahlawan pada Jumat (9/11/2018) malam. Dua korban meninggal karena jatuh dari viaduk (jembatan rel kereta api di atas jalan raya) dan satu lagi meninggal karena terlindas kereta api.

Bukan hanya itu, belasan penonton juga mengalami luka-luka. Mereka dirawat di tiga rumah sakit, yakni RSUD dr Soetomo, RS dr Soewandi, serta RS PHC Tanjung Perak. Korban terluka karena terjatuh dari viaduk.

Dilansir dari laman Beritajatim.com, acara pementasan drama kolosal Surabaya Membara merupakan bagian dari peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November. Lokasi tersebut dipilih karena memang banyak menyimpan sejarah tentang perjuangan arek-arek Suroboyo dalam peristiwa 10 November.

Viaduk terletak di Jl Pahlawan, Kelurahan Krembangan Selatan, Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Lokasinya berada di sebelah timur laut Tugu Pahlawan, atau sebelah barat laut Kantor Gubernur Jawa Timur.

Sementara di laman Situsbudaya.id, Viaduk adalah suatu konstruksi jalan rel di atas jalan raya yang digunakan untuk menghindari perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan raya.

Pembangunan viaduk ini berkaitan dengan pembangunan jaringan rel kereta api yang ada di Surabaya. Pembangunan jaringan rel kereta api di Surabaya disesuaikan dengan kebutuhan pada waktu itu, tidak langsung menyambung seperti sekarang. Pembangunannya pun dilakukan secara bertahap.

Bangunan Sarat Sejarah

Sejumlah seniman mementaskan teatrikal pertempuran dalam drama kolosal "Surabaya Membara" di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah seniman mementaskan teatrikal pertempuran dalam drama kolosal "Surabaya Membara" di Jalan Pahlawan Surabaya, Jawa Timur, Jumat (9/11/2018). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Diperkirakan pembangunan viaduk ini selesai antara tahun 1926 sampai 1930, dan setelah diresmikan viaduk tersebut dikenal sebagai Het viaduct op de Pasar Besar in Soerabaja.

Laman tentang budaya tersebut juga menuliskan bahwa Viaduk ini tak hanya dikenang sebagai jalur penyeberangan kereta api, tapi juga pernah menjadi garis pertahanan yang kokoh bagi para pejuang dalam bertahan terhadap gempuran pasukan Inggris dari berbagai arah.

Karena menolak ultimatum dari pasukan Sekutu yang dipimpin oleh pasukan Inggris dengan dibantu oleh NICA, dan memilih melawan dengan jiwa dan raganya, para pejuang siap melakukan pertempuran.

Selama berlangsungnya pertempuran mempertahankan viaduk, bala bantuan berdatangan, antara lain dari Surakarta, Bali dan Madura. Dari Surakarta datang bantuan 60 orang pemuda bersenjata yang kemudian langsung diikutsertakan pada front viaduct.

Untuk membersihkan viaduk yang masih dipertahankan oleh para pejuang, Inggris melakukan gerakan melingkar. Dalam gerakan pada tanggal 13 November 1945, Inggris mengerahkan kekuatannya yang terdiri dari sebagian satuan-satuan Brigade 123 dan Brigade 9 sebanyak dua kompi langsung di bawah perintah Panglima Divisi.

Selama berlangsungnya pertempuran di viaduk itu, pihak pejuang kehilangan 25 orang rekannya yang gugur. Serangan balasan dari pihak pejuang dilaksanakan pada tanggal 15 November 1945. Pada hari itu mereka melancarkan serangkaian tembakan. Karena mungkin tidak sempat berlatih atau kurangnya latihan praktek menembak, mereka akhirnya terdesak mundur.

Peristiwa ini akan senantiasa melekat pada bangunan yang terbuat dari beton bertulang ini. Maka Pemkot Surabaya menetapkan viaduk ini sebagai bangunan cagar budaya.

Artikel ini dikutip dari laman Beritajatim.com dengan judul: "Viaduk Tugu Pahlawan, Benteng Pertahanan Para Pejuang"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Korban Tewas Insiden Drama Kolosal Surabaya Jadi 3 Orang

Korban Tewas Insiden Drama Kolosal Surabaya Jadi 3 Orang

News | Sabtu, 10 November 2018 | 07:28 WIB

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Panitia 'Surabaya Membara'

Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian Panitia 'Surabaya Membara'

News | Sabtu, 10 November 2018 | 06:54 WIB

Detik-detik Mengerikan Tragedi Drama Kolosal Surabaya Membara

Detik-detik Mengerikan Tragedi Drama Kolosal Surabaya Membara

News | Sabtu, 10 November 2018 | 06:02 WIB

Data Korban Drama Kolosal Surabaya Membara

Data Korban Drama Kolosal Surabaya Membara

News | Sabtu, 10 November 2018 | 05:45 WIB

Penyebab Penonton Kolosal Surabaya Membara Berjatuhan di Viaduk

Penyebab Penonton Kolosal Surabaya Membara Berjatuhan di Viaduk

News | Sabtu, 10 November 2018 | 00:00 WIB

Terkini

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:04 WIB

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB