Menag Sebut Marak Penebar Kebencian di Balik Mimbar Agama

Iwan Supriyatna

Kamis, 22 November 2018 | 06:31 WIB
Menag Sebut Marak Penebar Kebencian di Balik Mimbar Agama
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin.

Suara.com - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyayangkan maraknya fenomena tebar kebencian yang merasuk ke sebagian warga di Indonesia.

"Patut disayangkan adanya fenomena tebar kebencian kini justru mulai mendera dan merasuk ke dalam tubuh sebagian saudara kita dengan berbagai kemasan," katanya dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Istana Bogor, Rabu malam.

Ia menyebutkan tebar kebencian itu ada kalanya berbungkus agama, politik, ras, suku dan lain sebagainya.

"Tidak jarang kebencian berlabelkan agama ditebar melalui mimbar keagamaan, melalui suara keras para pengkhotbah yang penuh kecaman murka dan ungkapan marah," jelasnya.

Menurutnya, mimbar keagamaan telah beralih dari semula sebagai tempat menyebarkan pesan kedamaian menjadi media tebar kebencian terutama kepada mereka yang berbeda paham keagamaan atau keyakinan.

Pada awal sambutannya Menag mengatakan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada hakikatnya merupakan ikhtiar ekspresi rasa syukur, gembira dan cinta karena jasa besar Nabi Muhammad SAW untuk manusia dan kemanusiaan.

Rasa cinta akan memberikan energi positif untuk mengikuti jejak langkah orang yang dicintai. Cinta itu pula yang akan meleburkan pencinta dan yang dicinta dalam kebersamaan.

Ia menyebutkan banyak ahli mengkaji salah satu kunci kesuskesan dakwah Nabi Muhammad adalah kepemimpinannya yang berlandasakan cinta kepada sesama, penuh kasih sayang dan lemah lembut dalam bingkai semangat persudaraan.

Sifat lembut, lanjut dia bukan pertanda lemah, justru di situ tersimpan kekuatan. Sifat lemah lembut melahirkan simpati sehingga orang akan mendekat dan merapat kepadanya.

Sifat lembah lembut dan kasih sayang Nabi menjadi magnet bagi banyak orang. Kepemimpinan Rasullah SAW memberikan keteladanan bahwa pemimpin penuh kasih dan kelembutan akan melebur bersama rakyatnya dan menjadi besar dan kuat.

Menag kemudian mengajak hadirin merenungkan seorang muslimah yang dikisahkan Rasullah SAW akan masuk neraka karena mengurung seekor kucing dan tidak memberinya makan sampai mati dalam kandang.

Sebaliknya seorang wanita nakal dikisahkan masuk surga setelah diampuni Allah berkat rasa iba karena rasa sayang dalam dirinya sehingga dia mau memberi minum seekor anjing yang kehausan.

"Rasa kebinatangan saja bisa mengantarkan seseorang masuk ke surga apalagi rasa kemanusiaan sebagaimana diteladankan oleh Rasullah SAW," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Vivi Suhartini Meninggal Dunia saat Salawat Acara Maulid Nabi

Vivi Suhartini Meninggal Dunia saat Salawat Acara Maulid Nabi

News | Rabu, 21 November 2018 | 18:58 WIB

Bom Bunuh Diri saat Maulid Nabi di Kabul, 50 Tewas

Bom Bunuh Diri saat Maulid Nabi di Kabul, 50 Tewas

News | Rabu, 21 November 2018 | 17:45 WIB

Disambangi Emak-emak, Prabowo Langsung Hampiri Titiek Soeharto

Disambangi Emak-emak, Prabowo Langsung Hampiri Titiek Soeharto

News | Selasa, 20 November 2018 | 18:45 WIB

Terkini

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

Ada di Rumah Saat OTT, Istri Kedua Bupati Kuansing Semapat Diamankan KPK Terkait Suap Jabatan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 08:01 WIB

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

TikTok PHK Ratusan Karyawan Posisi Penting di Irlandia, Lebih Pilih Pakai AI

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 07:10 WIB

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

Harga BBM Non Subsidi Malaysia Turun, Segini Jadinya

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:25 WIB

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

Kenapa Malaysia Terapkan 2 Hari WFH untuk PNS Mulai Agustus 2026?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 06:05 WIB

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:54 WIB

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

Wamensos Tinjau Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen Kulon Progo, Progres Capai 91 Persen

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:46 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

Korban Ledakan Kapal Aceh Hebat 2 Bertambah, 3 Taruna Meninggal Dunia

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:56 WIB

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

Diduga Didiskriminasi Sekolah, Pendidikan Siswa Disabilitas Psikososial Ini Terancam

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:47 WIB

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

Terdakwa TPPU Sebut Ada Permintaan Dana Pilpres Rp21,5 M, Nama Eks Pangdam Terseret

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 20:15 WIB

×