Polemik Kotak Suara Kardus, KPU: Tak Ada Keberpihakan

Bangun Santoso, Walda Marison

Selasa, 18 Desember 2018 | 14:48 WIB
Polemik Kotak Suara Kardus, KPU: Tak Ada Keberpihakan
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. (Suara.com/Walda Marison)

Suara.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan tidak ada keberpihakan kepada partai atau paslon tertentu dalam setiap regulasi pemilihan umum yang diambil KPU. Salah satunya terkait penggunaan kotak suara kardus yang tengah ramai dibicarakan publik.

Bahkan keputusan penggunaan bahan kardus sebagai kotak pemilu sudah dicanangkan jauh sebelum calon presiden dan legislatif ditetapkan.

"Berpihak kemana? Memutuskan menggunakan karton berbahan kedap air itu sebelum kami menetapkan peserta pemilu," tegas Arief di Kantor KPU Pusat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2018).

Menurutnya, tidak ada unsur kepentingan pihak tertentu dalam memutuskan untuk menggunakan kotak suara berbahan kardus. Penggunaan kotak suara kardus itu murni dengan beberapa pertimbangan tertentu.

"Kita mempertimbangkan betul tentang efektivitas baik dalam produksi, distribusi, penyimpanan, perakitan dan peran dalam penggunaan kotak," jelasnya.

Kebijakan KPU yang akan menggunakan kotak suara dari kardus itu sempat menuai kontroversi. Salah satunya dari tim paslon Capres-Cawapres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono mengaku tak habis pikir dengan ide-ide KPU menjelang pelaksanaan Pemilu 2019.

Selain kotak suara berbahan kardus, Ferry masih ingat dengan keputusan KPU yang membolehkan masyarakat disabilitas mental ikut menyoblos di hari pemilihan.

"KPU nih aneh-aneh, sekarang suruh pemilihan sama orang yang gila, yang waras, itu sama lah. Tapi ada beberapa yang agak aneh lah, kaya kotak suara sebaiknya jangan kardus, (tapi) yang kuat," kata Ferry di Kantor BPN, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (15/12/2018).

baca juga

Sementara dari kubu Jokowi tak mempermasalahkan penggunaan kotak suara kardus. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, kebijakan KPU itu karena melihat kehematan biaya.

"Itu karena aspek biaya, dulu kami juga menolak yang sama, tetapi akhirnya kami melihat hal-hal tersebut," ujar Hasto Kristiyanto usai konsolidasi dengan kader partai PDI Perjuangan di Asahan, Minggu (16/12/2018).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

KPU Tegaskan Kotak Suara Kardus Siap Digunakan

KPU Tegaskan Kotak Suara Kardus Siap Digunakan

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 12:54 WIB

KPU: Persiapan Pemilu 2019 Sudah Mencapai 90 Persen

KPU: Persiapan Pemilu 2019 Sudah Mencapai 90 Persen

News | Selasa, 18 Desember 2018 | 12:36 WIB

Warganet Komentari Kotak Suara Kardus Lewat Meme Kocak

Warganet Komentari Kotak Suara Kardus Lewat Meme Kocak

Tekno | Selasa, 18 Desember 2018 | 11:15 WIB

PDIP Tak Masalah Kotak Suara Karton, Hasto: Itu karena Aspek Biaya

PDIP Tak Masalah Kotak Suara Karton, Hasto: Itu karena Aspek Biaya

News | Senin, 17 Desember 2018 | 11:32 WIB

Ada Kemungkinan Debat Pilpres di Kota Ini, KPU Ungkap Alasannya

Ada Kemungkinan Debat Pilpres di Kota Ini, KPU Ungkap Alasannya

News | Minggu, 16 Desember 2018 | 05:27 WIB

Terkini

Arti Desil 1-10 di Kelompok Kesejahteraan Keluarga, Mana yang Dapat Bansos?

Arti Desil 1-10 di Kelompok Kesejahteraan Keluarga, Mana yang Dapat Bansos?

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:04 WIB

Tips Cerdas Meminang Honda Brio Bekas: Hindari Unit Eks Laka dan Eks Taksi Online

Tips Cerdas Meminang Honda Brio Bekas: Hindari Unit Eks Laka dan Eks Taksi Online

Otomotif | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:03 WIB

Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri

Ekspor UMKM Naik, Tapi 60-70 Persen Pelaku Masih Belum Pernah Kirim Produk ke Luar Negeri

Bisnis | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Rekam Jejak Gus Alex Eks Stafsus Kemenag Terseret Kasus Kuota Haji

Rekam Jejak Gus Alex Eks Stafsus Kemenag Terseret Kasus Kuota Haji

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:02 WIB

Program Umrah Jadi Sorotan BPK, Pemkot Bandar Lampung Janji Perbaiki Tata Kelola

Program Umrah Jadi Sorotan BPK, Pemkot Bandar Lampung Janji Perbaiki Tata Kelola

Lampung | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:01 WIB

V BTS Ungkap Alami Gangguan Pendengaran, Makin Buruk saat Jalani Wamil

V BTS Ungkap Alami Gangguan Pendengaran, Makin Buruk saat Jalani Wamil

Your Say | Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:00 WIB

Batas Waktu dari MK Mepet, DPR Kebut RUU Ketenagakerjaan Baru

Batas Waktu dari MK Mepet, DPR Kebut RUU Ketenagakerjaan Baru

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:56 WIB

Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI

Diaspora Indonesia Kembangkan Kuliner Nusantara di Belanda Bersama BNI

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Wajib Waspada, Mesin Gol JDT Selangkah Lagi Bela Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:51 WIB

Said Iqbal ke DPR: Jangan Bahas RUU Ketenagakerjaan Tengah Malam Seperti Omnibus Law!

Said Iqbal ke DPR: Jangan Bahas RUU Ketenagakerjaan Tengah Malam Seperti Omnibus Law!

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 13:50 WIB

×