Deretan Buku Anak Kontroversial, Dari Masturbasi Hingga Istri Simpanan

Bangun Santoso, Chyntia Sami Bhayangkara

Kamis, 07 Februari 2019 | 12:46 WIB
Deretan Buku Anak Kontroversial, Dari Masturbasi Hingga Istri Simpanan
Buku SD yang nulis NU sebagai organisasi radikal. (Dokumentasi Robikin)

Suara.com - Buku merupakan jendela dunia. Dengan membaca buku tentu wawasan kita akan bertambah banyak. Namun, apa jadinya jika buku berkonten tidak pantas justru dibaca oleh oleh anak-anak.

Khalayak ramai sempat beberapa kali dibuat heboh dengan peredaran buku untuk anak-anak yang berkonten pornografi hingga penyimpangan seksual. Ironisnya, buku itu justru di sediakan oleh pihak sekolah.

Lantas, apa saja buku-buku berkonten kontroversial itu? Berikut Suara.com merangkum sejumlah buku kontroversial yang sempat menggemparkan dunia pendidikan di Tanah Air.

1. NU Masuk Organisasi Radikal

Awal 2019, warga Jombang, Jawa Timur dibuat geger dengan penemuan buku pelajaran SD berkonten tidak pantas. Dalam buku pelajaran untuk anak kelas V SD berjudul ‘Peristiwa dalam Kehidupan’ menyebut Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi radikal yang sama dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Buku terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2017 ini pun menuai protes, khususnya dari kalangan NU. Menteri Pendidikan Muhadjir Effendy menyatakan akan segera menarik buku itu dari peredaran dan memperbaiki kontennya agar memuat sistematika dan informasi yang benar.

"Buku ini ditulis pada 2013. Kemudian, karena ada berbagai masukan, akhirnya pada 2016 ditulis kembali. Dan dalam penulisan itu kemudian kita ada masalah ini. Buku ini akan ditarik, dihentikan, kemudian kita revisi,” kata Muhadjir.

2. Yerusalem Ibu Kota Israel

Pada awal 2018, beredar sebuah buku Ilmu Pengetahuan Sosial untuk anak kelas 6 Sekolah Dasar. Buku terbitan Yudhistira itu memuat informasi bahwa Yerusalem merupakan Ibu Kota negara Israel.

baca juga

Sontak, peredaran buku itu pun ramai diperbincangkan. Pihak penerbit mengakui kekeliruannya dalam menyajikan informasi. Buku yang telah beredar pun langsung ditarik dari pasaran dan diperbaiki.

3. Buku Anak tentang LGBT

Pada akhir 2017, warga kembali digegerkan dengan buku ‘Balita Langsung Lancar Baca’ yang mengandung konten Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Buku yang ditulis Intan Noviana dengan metode Bermain Sambil Belajar itu memasukkan beberapa kalimat yang mengandung makna LGBT.

Dalam buku itu, muncul kalimat ‘Opa bisa menjadi waria, Fafa merasa dia wanita da nada waria suka wanita’. Peredaran buku ini pun langsung ditarik dari pasaran.

4. Buku Anak Konten Masturbasi

Pada Februari 2017, warga dikejutkan dengan beredarnya buku anak-anak berjudul ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ yang memuat konten anak-anak yang sedang melakukan masturbasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kemendikbud Tarik Buku SD yang Tulis NU Berpaham Radikal

Kemendikbud Tarik Buku SD yang Tulis NU Berpaham Radikal

News | Kamis, 07 Februari 2019 | 06:30 WIB

Buku SD Masukan NU sebagai Organisasi Radikal, Mendikbud Janji Perbaiki

Buku SD Masukan NU sebagai Organisasi Radikal, Mendikbud Janji Perbaiki

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 20:56 WIB

Buku Panduan Belajar SD Ini Sebut NU Berpaham Radikal

Buku Panduan Belajar SD Ini Sebut NU Berpaham Radikal

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 20:15 WIB

Rupanya, Ini yang Bikin Maudy Ayunda Keranjingan dengan Buku

Rupanya, Ini yang Bikin Maudy Ayunda Keranjingan dengan Buku

Entertainment | Rabu, 23 Januari 2019 | 21:00 WIB

Di Tokyo, Mau ke Toko Buku Harus Beli Tiket Masuk Dulu

Di Tokyo, Mau ke Toko Buku Harus Beli Tiket Masuk Dulu

Lifestyle | Sabtu, 22 Desember 2018 | 12:57 WIB

Terkini

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Direproduksi Antar Generasi, 200 Lebih Kasus Bullying Terjadi di Kota Jogja

Jogja | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

AI Bikin Produk Digital Makin Cepat, Tapi Berguna bagi Bisnis?

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:37 WIB

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

BRIN Ungkap Dampak Buruk Vape: Masalah Diabetes sampai Celah Penyebaran Narkoba

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:36 WIB

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Sempat Tembus Rp18.000, Rupiah Ditutup di Rp17.981 per Dolar AS

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Diumumkan Meninggal Lewat Pengeras Suara Masjid, Pria di Sampang Tiba-tiba Pulang Segar Bugar

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 17:34 WIB

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

Tak Hanya Fasilitas Mewah, Ombudsman Juga Temukan Indikasi Pungli di Lapas Cibinong

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:32 WIB

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Kuota LPG 3Kg Dikurangi, Pemerintah Harus Hati-hati

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

ASN Gugur di Latsarmil, Masih Perlukah Bela Negara Gaya Militeristik?

News | Selasa, 29 September 2026 | 17:31 WIB

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

IHSG Masih Tertekan, Saham Teknologi Masih Jadi Beban

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Ruang Penguatan Sempit, Rupiah Berpotensi Permanen di Level Rp18.000

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 17:30 WIB

×