Gawat! DKI Jakarta Dilanda DBD, Ini Pencegahannya...

Fabiola Febrinastri

Jum'at, 15 Maret 2019 | 16:05 WIB
Gawat! DKI Jakarta Dilanda DBD, Ini Pencegahannya...
(Shutterstock)

Suara.com - Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di DKI Jakarta semakin mengkhawatirkan dan gawat. Sebuah media online menyebut, per 12 Maret 2019, Dinkes DKI Jakarta mencatat ada 2.883 penderita DBD di seluruh Jakarta, yang mana 2 korban tercatat meninggal dunia.

Jumlah ini meningkat dengan cepat, sebab pada Januari 2019, penderitanya 813 orang, sementara pada awal Maret tembus 878 orang.

Berdasarkan data, jumlah pasien terbanyak berasal dari Jakarta Selatan. Jaksel merupakan wilayah yang paling luas di DKI dan penduduknya pun tercatat yang paling padat.

Di ibu kota, kasus DBD tahun ini merupakan yang tertinggi selama tiga tahun terakhir. Pada Januari 2018, jumlah kasus DBD hanya 198 dan pada Januari 2017, sebanyak 665 kasus.

Menjawab kekhawatiran pada kemungkinan semakin mewabahnya DBD di Jakarta, baru-baru ini, Anies mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 7 Tahun 2019 tentang Penanganan Peningkatan Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Anies memerintahkan para wali kota, camat, dan lurah se-DKI Jakarta untuk segera meningkatkan upaya-upaya terkait Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

Tak cuma di Jakarta, DBD pun mewabah di Indonesia. Menurut Kemenkes, korban meninggal di
di sejumlah wilayah Indonesia terus bertambah. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Anung Sugihantono, menyebut, jumlah korban meninggal hingga 3 Februari 2019 mencapai 169 orang.

Menurut catatan Kemenkes, jumlah penderita dan korban meninggal dunia yang disebabkan DBD paling banyak terjadi pada 2016. Saat itu, jumlah penderita mencapai 204.171 orang, dengan 1.598 orang meninggal.

Pada 2017 terdapat 68.407 kasus, dan korban yang meninggal tercatat 493 orang. Pada 2018 terdapat 53.075 kasus, dengan 344 kematian.

Ini Cara Jauhkan Nyamuk dari Keluarga Anda
Selain dengan fogging dan cara-cara konvensional memberantas nyamuk, kini tersedia juga alat khusus yang bisa membantu Anda menjauhkan nyamuk dari keluarga. Sharp telah menghadirkan Air purifier PCI Mosquito Catcher.

baca juga

Alat ini berfungsi sebagai penjernih udara, sekaligus penangkap nyamuk yang tidak berbahaya bagi manusia. Air purifier PCI Mosquito Catcher mampu memikat dan menarik perhatian nyamuk, karena tampilan luarnya yang dilapisi warna hitam dan dibenamkan dengan sinar UV.

Celah masuk berukuran kecil di kedua sisinya akan mendorong nyamuk mendekat dan menjeratnya hingga masuk ke lapisan lem di bagian dalamnya. Lem ini akan membuat nyamuk langsung menempel dan mati.

Sebelum dipasarkan, PCI Mosquito Catcher telah diujicoba oleh Lembaga Penelitian Medis Malaysia. Produk ini telah melalui serangkaian tes, yang mana ratusan nyamuk berhasil masuk ke dalam alat ini setelah diaktifkan selama 24 jam.

Tak cuma berfungsi sebagai penangkap nyamuk, PCI Mosquito Catcher juga mampu menjernihkan udara. Ion plasmacluster-nya akan segera tersirkulasi ke seluruh ruangan dan akan mengurangi energi listrik statis, sehingga mampu menangkap partikel-partikel yang menyerupai kabut.

PCI Mosquito Catcher juga bisa menghilangkan virus dan bakteri pada udara, mengontrol aliran udara, serta menangkap dan melindungi keluarga dari nyamuk tanpa menggunakan bahan kimia.

Harga air purifier PCI Mosquito Catcher ini kurang lebih Rp2 jutaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hati-hati, Jakarta Masuk Waspada Demam Berdarah

Hati-hati, Jakarta Masuk Waspada Demam Berdarah

Health | Senin, 21 Januari 2019 | 06:21 WIB

Cegah Demam Berdarah di Musim Hujan, Lula Kamal Lakukan Ini

Cegah Demam Berdarah di Musim Hujan, Lula Kamal Lakukan Ini

Health | Kamis, 09 November 2017 | 15:23 WIB

UGM Kembangkan Nyamuk Sakti, Bisa Tangkal Demam Berdarah

UGM Kembangkan Nyamuk Sakti, Bisa Tangkal Demam Berdarah

News | Rabu, 10 Agustus 2016 | 19:42 WIB

Beda Gejala Demam Berdarah Dengue dan Virus Zika

Beda Gejala Demam Berdarah Dengue dan Virus Zika

Health | Kamis, 18 Februari 2016 | 17:48 WIB

Terkini

Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif

Dasco: Dwikewarganegaraan Diaspora Akan Diberlakukan Terbatas dan Sangat Selektif

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 20:01 WIB

Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar

Dasco Jamin PDIP Tak Ditinggal di RUU Pemilu: Mereka Fraksi Terbesar

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:58 WIB

Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas

Prabowo Minta Anak 1 SD Belajar Bahasa Asing, DPR Ingatkan Tantangan Guru dan Fasilitas

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor

Danantara Ingatkan Semua Pihak Jaga Ekonomi Tetap Kondusif demi Tarik Investor

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:50 WIB

Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik

Cerita di Balik Pertemuan Sekjen Parpol Koalisi, Dari Refleksi Kemerdekaan Hingga Obrolan Politik

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:48 WIB

Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung

Prabowo: Prabowonomics Sebenarnya Marhaenisme, PDIP Sulit Tak Mendukung

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:45 WIB

Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun

Anggaran MBG di RABPN 2027 Sejumlah Rp240 Triliun

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:44 WIB

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

Target 150 Ribu Siswa Sekolah Rakyat Disorot, Dinilai Abaikan Akar Ketimpangan

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:41 WIB

PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung

PT KIMA Siap Eksekusi Lahan Sengketa Usai Menang di Mahkamah Agung

Sulsel | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:38 WIB

Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta

Kisah di Balik Video Viral Kakek Roy Kebingungan di Halte Cawang Transjakarta

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:37 WIB

×