Aksi Kamisan Dipaksa Pindah karena Jokowi Mau Buka Puasa di Monas

Pebriansyah Ariefana | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Jum'at, 17 Mei 2019 | 14:25 WIB
Aksi Kamisan Dipaksa Pindah karena Jokowi Mau Buka Puasa di Monas
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan ke-576 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Suara.com - Aksi Kamisan dipaksa pindah karena Presiden Jokowi mau buka puasa di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2019) kemarin. Aksi Kamisan sudah bertahun-tahun dilakukan saban Kamis di depan Istana Merdeka.

Namun Kamis (16/5/2019) tetap berlangsung. Kemarin di Monas ada buka puasa bersama Jokowi bersama keluarga besar TNI-Polri. Aksi Kamisan digelar setiap Kamis sore tersebut dilakukan oleh para korban dan keluarga pelanggaran hak asasi manusia (HAM) berat.

Mereka menuntut tanggung jawab negara dalam menuntaskan kasus HAM berat di Indonesia, seperti tragedi Semanggi I, Semanggi II, Trisakti, Tragedi 13-15 Mei 1998, Talangsari, Tanjung Priok dan Tragedi 1965.

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan ke-576 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan ke-576 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Penggagas Aksi Kamisan, Maria Katarina Sumarsih menceritakan aksi Kamisan pada Kamis kemarin sempat dilarang bahkan diminta pindah lokasi dengan berbagai alasan.

Bahkan kata Sumarsih, sebelum acara Kamisan, dirinya sempat diminta untuk datang ke Polda Metro Jaya agar aksinya dibatalkan dengan berbagai alasan. Pasalnya kata Sumarsih, sebelum menggelar Kamisan seperti biasa, dirinya tetap mengirimkan surat kepada kepolisian untuk menggelar acara Kamisan.

"Mula-mula sih dilarang ya nggak boleh supaya hari itu aksinya ditiadakan. Tapi kemudian terus saya pukul 14.00 ditunggu di Polda, saya nggak mau ya, karena saya kirim surat pemberitahuan. Tapi kan alasannya kemudian alasan macam-macam," ujar Sumarsih saat dihubungi Suara.com, Jumat (17/5/2019).

Bahkan kata Sumarsih, saat ingin memulai Aksi Kamisan, salah satu aparat kepolisian dari jajaran Polsek memintanya untuk berpindah lokasi yakni persis di depan Taman Pandang Istana. Lantaran area tersebut akan disterilkan karena Jokowi masuk dari pintu tersebut untuk menghadiri buka puasa dengan keluarga besar TNI-Polri.

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan ke-576 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan ke-576 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

Namun mereka menolak, karena di lokasi tersebut juga ada sekelompok yang menggelar unjuk rasa.

"Ini disuruh pindah disuruh, pindah di seberang Istana. Tapi kami tetap bertahan kalau mau semula sih katanya TNI pintu masuk yang pada tentara polisi yang mau ikut buka puasa di pintu Monas yang Taman Pandang itu tapi di situ kan dipakai untuk demo," ucap dia.

Kata Sumarsih, Aksi Kamisan adalah aksi damai. Karena itu aksinya tidak akan menganggu ketertiban masyarakat. Ia pun menegaskan kedatangannya ingin menuntut pemerintah yang menembak putranya yak tak bersalah pada Mei 1998.

Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan ke-576 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar Aksi Kamisan ke-576 di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (28/2). [Suara.com/Muhaimin A Untung]

"Iya tetap di situ. Iya tapi kami mau diam saya bilang kalau memang nanti kami aksi kami diam. Kalaupun aksi kami diam, kami tidak pernah mengganggu ketertiban masyarakat terus kemudian kalau salahnya di lokasi kami disterilkan. Harus disterilkan apa, itu kan bersih suci. Saya itu juga bersih suci, kalau anak saya tidak ditembak saya tidak akan ada aksi di sini, di sini saya bilang gitu," ucap Sumarsih.

Tak hanya itu, aksi Kamisan terjadi adu mulut antara aktivis HAM dan aparat.

"Tapi itu kan lama tawar-menawar nya terus kemudian anak-anak yang itu yang muda muda itu dari LBH Jakarta dari kontras dia ini akhirnya dia ribut sama pak Yohanes," katanya.

Meski demikian, Jokowi kata Sumarsih tetap melintas saat pihaknya menggelar Aksi Kamisan.

"Nggak (menghampiri aksi Kamisan)," tutur Sumarsih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diklaim Tak Hina TNI, Polisi Didesak Buru Penyebar Video Robertus Robet

Diklaim Tak Hina TNI, Polisi Didesak Buru Penyebar Video Robertus Robet

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 19:29 WIB

Hina TNI, Robertus Robet Tenyata Baru Tiga Bulan Jabat Ketua RT

Hina TNI, Robertus Robet Tenyata Baru Tiga Bulan Jabat Ketua RT

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 16:50 WIB

Ini Sosok yang Melaporkan Robertus Robet Menghina TNI saat Aksi Kamisan

Ini Sosok yang Melaporkan Robertus Robet Menghina TNI saat Aksi Kamisan

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 16:25 WIB

Dibebaskan, Robertus Robet Minta Maaf ke TNI Soal Nyanyian Mars ABRI

Dibebaskan, Robertus Robet Minta Maaf ke TNI Soal Nyanyian Mars ABRI

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 15:37 WIB

ICJR dan LBH Pers: Pasal yang Dikenakan Robet Bentuk Upaya Kriminalisasi

ICJR dan LBH Pers: Pasal yang Dikenakan Robet Bentuk Upaya Kriminalisasi

News | Kamis, 07 Maret 2019 | 14:15 WIB

Terkini

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:56 WIB

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:49 WIB

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:08 WIB

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 21:02 WIB

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:54 WIB

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:29 WIB

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

Siapkan Puluhan Saksi dan Ahli di Kasus Korupsi Satelit Kemhan, Kejagung: Untuk Yakinkan Hakim!

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 20:16 WIB

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Mensos Siapkan Skema Bantuan Khusus Bagi Ahli Waris

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:47 WIB

Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari

Buka-bukaan Anak Riza Chalid: Tanpa Terminal BBM OTM, Cadangan Pertamax Berkurang 3 Hari

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 19:42 WIB