Berkunjung ke Jembatan Gantung Situgunung, Menteri LHK Dorong Wisata Alam

Fabiola Febrinastri, Dian Kusumo Hapsari

Jum'at, 12 Juli 2019 | 18:29 WIB
Berkunjung ke Jembatan Gantung Situgunung, Menteri LHK Dorong Wisata Alam
Menteri LHK, Siti Nurbaya jembatan gantung terpanjang se-Asia di Situgunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa Barat. (Dok : KLHK).

Suara.com - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengujungi jembatan gantung terpanjang se-Asia di Situgunung, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Sukabumi, Jawa Barat. Dalam kunjungannya tersebut, Siti mengungkapkan, akan terus mendorong pengembangan wisata alam sebagai pemanfaatan hutan yang berkelanjutan.

Pemanfaatan jasa lingkungan hutan konservasi dan pengembangan wisata alam secara lestari di taman nasional, taman wisata alam, taman buru dan taman hutan raya, dinilai mampu menjaga ketahanan ekonomi nasional dan berkontribusi pada penerimaan negara, serta menyerap banyak tenaga kerja di tengah kinerja ekspor yang kurang memuaskan akibat situasi perang dagang di pasar global. 

“Lokasi-lokasi yang potensial akan dikembangkan demi kesejahteraan dan peningkatan ekonomi masyarakat," ujarnya, Jabar, Jumat (12/7/2019).

Usaha wisata alam memberi kontribusi besar terhadap kas negara melalui Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Pada 2016, PNBP yang disumbang wisata alam di kawasan hutan mencapai Rp 136,13 miliar.

Jumlah ini naik menjadi Rp 160,16 miliar pada 2017 dan Rp 155,3 miliar pada 2018. Pada 2019, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan penerimaan PNBP wisata alam dari hutan konservasi sebesar Rp 131,2 miliar, dengan realisasi sampai Juni sebesar Rp 78,4 miliar. 

Kontribusi itu ditunjang oleh kenaikan jumlah pengunjung ke lokasi wisata alam. Pada 2016, jumlah pengunjung mencapai 8,02 juta wisatawan Nusantara (wisnus) dan 448.070 wisatawan mancanegara (wisman).

Pada 2017, jumlah pengunjung mencapai 6,8 juta wisnus dan 452.859 wisman, sementara pada 2018 pengunjung mencapai 7,3 juta wisnus dan 487.319 wisman. 

Selain penerimaan negara yang meningkat, usaha wisata alam juga menyerap banyak tenaga kerja. Pada 2018, tenaga kerja langsung yang diserap mencapai 1.575 orang.

Jumlah tenaga kerja yang terserap secara tidak langsung jauh lebih besar dari berbagai usaha jasa masyarakat, seperti transportasi, kuliner, souvenir dan pemandu wisata. 

baca juga

Pada kesempatan itu, Siti mengundang semua pihak yang akan mengembangkan taman nasional, tawan wisata alam dan kawasan konservasi lainnya, seperti yang terlaksana di Situgunung. 

Sementara itu, Kepala Balai Besar TNGGP, Wahju Rudianto menjelaskan, jembatan gantung mulai dikembangkan pada 2017. Saat itu jumlah PNBP yang bisa dihasilkan dari Resort Situgunung hanya sekitar Rp 360 juta.

Jembatan gantung yang dikenal masyarakat sebagai "Suspension Bridge" kemudian mulai dimanfaatkan pada Oktober 2018. Jumlah PNBP yang disumbang Resort Situgunung, pada Bidang Wilayah II TNGGP melonjak mencapai Rp 2,6 miliar.

“Tahun 2019 sampai Juni, jumlah PNBP dari Situgunung sudah mencapai Rp 2,9 miliar atau sudah sekitar 80 persen target tahun 2019," katanya. 

Adapun total PNBP yang disumbangkan Balai Besar TNGGP, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) pada 2018 mencapai Rp 6 miliar. Wahju menuturkan, jembatan gantung Situgunung telah menjadi ikon Sukabumi dan viral di sosial media.

Pada waktu yang akan datang akan dikembangkan ikon wisata jembatan gantung terpanjang sedunia di wilayah TNGGP, yang masuk daerah administrasi Kabupaten Bogor, dan wisata air panas di wilayah TNGGP,  yang masuk daerah administrasi Kabupaten Cianjur. 

Pengembangan wisata alam, kata Wahju, berdampak signifikan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan.

"Banyak usaha rakyat yang bergerak, seperti transportasi, oleh-oleh dan warung makanan," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menteri LHK Sebut Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat untuk Bayi dan Manula

Menteri LHK Sebut Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat untuk Bayi dan Manula

News | Kamis, 11 Juli 2019 | 14:01 WIB

Diduga Bukan di Indonesia, KLHK Terus Lacak Pelaku yang Kuliti Macan Dahan

Diduga Bukan di Indonesia, KLHK Terus Lacak Pelaku yang Kuliti Macan Dahan

News | Senin, 01 Juli 2019 | 13:16 WIB

Sampah Plastik Impor Akan Dipulangkan ke Negara Asal

Sampah Plastik Impor Akan Dipulangkan ke Negara Asal

Tekno | Senin, 10 Juni 2019 | 21:24 WIB

Mudik Lebaran, KLHK Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

Mudik Lebaran, KLHK Ajak Masyarakat Kurangi Sampah Plastik

News | Selasa, 28 Mei 2019 | 18:11 WIB

KLHK Amankan 3 Tersangka Perdagangan Online Gading Gajah

KLHK Amankan 3 Tersangka Perdagangan Online Gading Gajah

News | Selasa, 30 April 2019 | 00:00 WIB

Indonesia akan Hadiri Tiga Konferensi Tingkat Tinggi tentang Lingkungan

Indonesia akan Hadiri Tiga Konferensi Tingkat Tinggi tentang Lingkungan

News | Rabu, 24 April 2019 | 00:00 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×