Peneliti Asal AS dan Bandung Teliti Gempa Berpotensi Tsunami di Banda Naira

Chandra Iswinarno

Sabtu, 20 Juli 2019 | 19:34 WIB
Peneliti Asal AS dan Bandung Teliti Gempa Berpotensi Tsunami di Banda Naira
Peneliti asal AS meneliti gempa dan potensi tsunami di Banda Naira. [Teras Maluku]

Suara.com - Kota Naira di Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah, Maluku menarik perhatian lima peneliti gempa dari Brigham Young University (BYU) Amerika Serikat dan seorang peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk melakukan penelitian gempa yang berpotensi tsunami di wilayah tersebut.

Selama 12 har, tim yang dipimpin Profesor Ron Harris melakukan penelitian di sejumlah titik dengan melakukan penggalian lubang dan mengambil sampel tanah. Salah satunya seperti yang dilakukan pada Kamis (18/7/2019). Tim tersebut menggali lubang dengan kedalaman sekitar dua meter di Desa Kampung Baru Kota Naira Kecamatan Banda.

Dalam penelitian tersebut, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti peralatan Vs 30, sonar serta drone. Ron Harris mengatakan sejumlah sampel tersebut akan diteliti di Amerika. Meski begitu, Ron mengemukakan hasil penelitian tersebut nantinya akan disampaikan ke masyarakat.

Tak hanya melakukan penelitian, Ron juga memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar. Salah satunya dengan mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu mengenai gempa dan tsunami yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Dari abad 16, 1.600 tahun silam, Banda Naira mengalami 12 kali gempa yang besar dan menimbulkan stunami. Masyarakat Banda tidak boleh terpancing dengan isu yang beredar bahwa akan terjadi stunami," kata Ron Harris saat ditemui Teras Maluku - jaringan Suara.com seperti diberitakan Sabtu (20/7/2019).

Tak hanya itu, mereka juga menyosialisasikan tentang mitigasi bencana gempa dan stunami di Kantor Kecamatan Banda, serta sekolah-sekolah bagi warga Banda. Kepada masyarakat, tim tersebut mengemukakan jika gempa berdurasi lebih dari 20 detik diprediksi akan terjadi tsunami. Pun Tsunami membutuhkan waktu 20 menit untuk mencapai daratan, bila ketinggian airnya mencapai minimal 20 meter.

Karena itu, ia menganjurkan dalam durasi 20 menit tersebut, warga harus mencari dataran yang lebih tinggi sekitar 200 meter dan berteduh tiga hingga empat jam sampai gempa dan tsunami selesai.

"Warga tetap harus ikhtiar dan waspada, karena gempa bumi yang menyebabkan tsunami kapan terjadinya hanya Tuhan yang tahu," kata Ron.

baca juga
Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isu Megathrust di Pantai Selatan Jawa Rugikan Pariwisata Yogyakarta

Isu Megathrust di Pantai Selatan Jawa Rugikan Pariwisata Yogyakarta

Jogja | Sabtu, 20 Juli 2019 | 17:45 WIB

Pulau Seram Maluku Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5

Pulau Seram Maluku Diguncang Gempa Berkekuatan Magnitudo 5

News | Sabtu, 20 Juli 2019 | 06:52 WIB

Potensi Tsunami di Selatan Jawa, Menko Luhut: Selat Sunda Juga

Potensi Tsunami di Selatan Jawa, Menko Luhut: Selat Sunda Juga

News | Jum'at, 19 Juli 2019 | 21:45 WIB

Prakiraan Megathrust di Pantai Selatan Jawa, Sekda DIY: Yang Penting Siaga

Prakiraan Megathrust di Pantai Selatan Jawa, Sekda DIY: Yang Penting Siaga

Jogja | Jum'at, 19 Juli 2019 | 15:38 WIB

Terkini

Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan

Dari Lomba hingga Tawa, Anak-anak Mauk Belajar Berani di Momen Kemerdekaan

Banten | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:33 WIB

Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun

Kesadaran Jaminan Hari Tua: Jangan Jadikan Anak sebagai Dana Pensiun

Your Say | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:30 WIB

Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Jakarta Akan Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya

Link Live Peringatan Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus 2026, Cek Jadwal dan Lokasinya

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran

Purbaya Mau Tambah Layar Digital IFP ke Tiap Kelas di Sekolah, Janji Siapkan Anggaran

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:13 WIB

Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Purbaya Yakin PFII Bisa Tarik Dana Asing Lebih dari Rp 500 Triliun

Bisnis | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:08 WIB

Lengkap! Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Lengkap! Daftar Nama Anggota Paskibraka Nasional 2026 di Istana Negara

Lifestyle | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Daftar Harga HP Infinix Agustus 2026, Lengkap Seri Gaming hingga Entry Level

Daftar Harga HP Infinix Agustus 2026, Lengkap Seri Gaming hingga Entry Level

Tekno | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:05 WIB

Bantuan Sembako dari Presiden Mulai Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

Bantuan Sembako dari Presiden Mulai Didistribusikan ke Wilayah Terdampak Gempa NTT

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:04 WIB

BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

BRI Peduli Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Gempa Bumi Flores

Lampung | Minggu, 16 Agustus 2026 | 13:02 WIB

×