Menristekdikti: Impor Rektor Asing Tapi Nasionalisme Tetap Dijaga

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 02 Agustus 2019 | 15:07 WIB
Menristekdikti: Impor Rektor Asing Tapi Nasionalisme Tetap Dijaga
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. [Dok. Kemenristekdikti]

Suara.com - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi atua Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan tak masalah impor rektor asing dari luar negeri. Hanya saja nasionalisme harus tetap dijaga.

Nasir berharap agar rencana perekrutan rektor dari luar negeri tidak dimaknai sebagai tindakan yang tidak menjaga dan merawat nasionalisme.

"Yang perlu kita sampaikan pada publik kita jangan skeptis, jangan melihat sesuatunya adalah dari marwah dan harga diri. Semua nasionalisme kita jaga. Pertanyaan saya negara-negara lain yang rektornya dari negara asing apakah terus dia akan jadi liberal kan tidak juga, nasionalisme tetap dijaga, kebangsaan tetap harus dijaga, tapi dalam hal ini supaya jadi lebih baik," kata Menteri Nasir kepada wartawan di Gedung Ristekdikti, Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Ia mengatakan perlu ada perubahan pola pikir dalam memandang rencana pemerintah ini karena itu semata-mata bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan sumber daya manusia Indonesia.

"Sekarang kita mencoba melakukan perubahan 'mindset' (pola pikir), harus membuka diri, jangan menutup diri supaya kita menjadi perguruan tinggi yang masuk di kelas global dan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas," tuturnya.

Menteri Nasir mencontohkan King Fahd University of Petroleum and Minerals di Arab Saudi berhasil mendongkrak peringkat perguruan tinggi di kelas dunia. Salah satu strategi untuk menaikkan peringkat tersebut adalah mempekerjakan tenaga ahli asing.

Sebelum 2005, King Fahd University of Petroleum and Minerals masuk pada peringkat 800 besar dunia, namun sekarang bisa bergerak maju sampai peringkat 189 besar dunia menurut QS World University Rankings.

"Ternyata dosen-dosennya dan pejabatnya hampir 40 persen dari asing. Bagaimana kita mengambil best practice (praktik) dari negara lain yang punya hal yang sama," tuturnya. (Antara)

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tanpa Persiapan Matang, Impor Rektor Asing Mubazir

Tanpa Persiapan Matang, Impor Rektor Asing Mubazir

Jogja | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 14:56 WIB

Cerita Menristekdikti Dibully soal Impor Rektor Asing Sejak 2016

Cerita Menristekdikti Dibully soal Impor Rektor Asing Sejak 2016

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 14:50 WIB

Setelah Dibully, Menristekdikti Sebut Impor Rektor Asing Hal Biasa

Setelah Dibully, Menristekdikti Sebut Impor Rektor Asing Hal Biasa

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 14:40 WIB

Rencana Impor Rektor Asing Tuai Kritikan, Kali Ini dari Demokrat

Rencana Impor Rektor Asing Tuai Kritikan, Kali Ini dari Demokrat

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 09:38 WIB

Menristek Ingin Rekrut Rektor Asing, Politikus Demokrat Beri Sindiran

Menristek Ingin Rekrut Rektor Asing, Politikus Demokrat Beri Sindiran

News | Jum'at, 02 Agustus 2019 | 07:30 WIB

Terkini

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:24 WIB

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:10 WIB

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:04 WIB

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:00 WIB

×