Darurat Asap Kebakaran Hutan, Pelajar di Palembang Dilarang Keluar Kelas

Kamis, 12 September 2019 | 12:17 WIB
Darurat Asap Kebakaran Hutan, Pelajar di Palembang Dilarang Keluar Kelas
Jembatan Ampera Palembang. (Shutterstock)

Suara.com - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sumatera Selatan (Sumsel) Widodo meminta kepada tenaga pengajar untuk tidak melakukan kegiatan di luar kelas. Sekarang ini sudah terjadi kabut sehingga bila ada asap kegiatan belajar di luar kelas ditiadakan, kata Widodo usai membagikan masker dan edukasi kepada pelajar SMA 20 Palembang, Kamis.

Dinas pendidikan mengeluarkan himbauan bila terjadi kabut asap agar tidak melakukan kegiatan di luar ruangan. Jadi setiap sekolah diminta untuk meniadakan kegiatan di luar kelas selama kabut asap menyelimuti daerah tersebut.

Hal itu sebagai upaya dalam mengantisipasi agar siswa tidak terkena dampak kabut asap yang dapat merusak kesehatan. Memang, menurut dia beberapa waktu lalu pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran terkait arahan untuk sekolah saat kabut asap pekat.

Namun hingga kini, hampir semua SMA di Sumsel rata-rata masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan jam normal. Dia mengatakan, karena hampir semua sekolah masih menerapkan jam masuk belajar dengan waktu normalnya maka pihaknya mengeluarkan himbauan baru.

Himbauan itu seperti tidak melakukan kegiatan di luar ruangan baik senam maupun kegiatan lainnya. Memang hingga kini sudah ada sekolah yang meniadakan kegiatan di luar ruang terutama saat adanya kabut asap.

Pihaknya juga sudah melakukan edukasi ke sekolah untuk bisa mengantisipasi agar tidak terkena penyakit akibat kabut asap, pihaknya juga minta agar setiap guru maupun siswa mendapatkan informasi mengenai kualitas udara di website BMKG.

Mengenai imbauan dan arahan terkait kebijakan itu diprioritaskan untuk kabupaten kota yang terdampak kabut asap seperti di Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Musi Banyuasin, Palembang, Musi Rawas, Penungkal Abab Lematang Ilir.

Sementara Kepala SMA Negeri 20 Palembang, Rozali mengatakan, ada sekitar 30 orang siswa di sekolahnya yang setiap hari harus melewati jalur sungai untuk bisa tiba ke sekolah tersebut.

Jadi karena kabut asap sangat pekat pada pagi hari, pihaknya sudah memberikan kelonggaran waktu masuk siswa hingga pukul 08.00 WIB.

Baca Juga: Kebakaran Hutan di Sampit Sebabkan Asap Pekat, Pemotor Tabrak Pohon

"Kalau di hari biasa, mereka kita beri kelonggaran masuk kelas hingga pukul 07.30 WIB, namun karena kabut asap seperti ini kami sudah memberikan kelonggaran hingga pukul 08.00 WIB," jelasnya.

Selain itu pihaknya sudah menyiagakan oksigen khusus di UKS dan juga telah koordinasi dengan Puskesmas dan RS terdekat sebagai antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, tambah dia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI