BPPT Butuh Tambahan Pesawat untuk Membantu Modifikasi Cuaca

Chandra Iswinarno

Sabtu, 05 Oktober 2019 | 04:30 WIB
BPPT Butuh Tambahan Pesawat untuk Membantu Modifikasi Cuaca
Salah satu pesawat yang dipakai dalam operasional TMC. [Antara]

Suara.com - Proses modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan buatan saat ini sedang gencar dilakukan pemerintah. Meski begitu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) berharap ada penambahan pesawat untuk operasional sendiri dalam rangka pelaksanaan teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Kebutuhan armada pesawat yang cukup saat ini dirasa mendesak, lantaran kebakaran hutan dan lahan di area yang luas perlu direspon cepat. Apalagi, kondisi pertumbuhan awan yang dinamis. Karena operasi TMC dapat dilakukan jika ada awan, sementara keberadaan awan bisa hilang dalam satu atau dua hari.

"Armada pesawat memegang peranan penting dalam operasi TMC. Minimal kegiatan TMC menggunakan pesawat sekelas King Air dan Cassa untuk metode penyemaian berbeda, baik flare atau semai powder," kata Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam BPPT Yudi Anantasena seperti dilansir Antara, Jumat (4/10/2019).

Menurut Yudi, saat ini pihaknya hanya memiliki dua armada pesawat yang dalam kondisi perbaikan, sehingga hanya mengandalkan pesawat milik TNI Angkatan Udara untuk melaksanakan TMC saat ini.

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT hanya memiliki satu unit pesawat Cassa 212-200 PK-TMA, dan satu unit pesawat Piper Cheyenne II PK TMC yang merupakan pesawat bekas yang dibeli dari Amerika Serikat.

Pada awal pekan ini, TNI Angkatan Udara menarik armada Hercules C130 dari Posko TMC Pekanbaru untuk misi baru sehingga penanganan di Jambi akan dibagi dua yakni untuk penanganan Jambi bagian tenggara dan selatan ditangani Posko TMC Palembang, Sumatera Selatan. Sementara, Jambi bagian utara akan ditangani Posko TMC Pekanbaru.

Kepala Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT Tri Handoko Seto mengatakan, idealnya BPPT seharusnya memiliki lima pesawat untuk melakukan operasi TMC terutama untuk mendatangkan hujan buatan di saat kebakaran hutan dan lahan dengan cepat meluas.

Serta, kondisi awan yang bisa hilang dalam satu dan dua hari. Oleh karena itu, ketersediaan armada yang cukup akan mempercepat operasi TMC.

Ketika operasi TMC diperlukan, BPPT tidak bisa serta merta langsung terjun melakukan operasi hujan buatan karena tidak memegang anggaran untuk operasi TMC, BPPT hanya menyediakan layanan TMC. BPPT tidak memiliki independensi untuk melakukan operasi TMC, dan secara prosedur BPPT memang harus menerima permintaan dari BNPB yang akan mengucurkan dana operasi TMC ke BPPT.

baca juga

"Selama ini BPPT baru bekerja ketika sudah ada permintaan dari BNPB. Sementara ketika ada permintaan itu, BPPT mencari pesawat karena kurangnya armada," ujarnya.

Sementara, ketika ada permintaan dari BNPB untuk operasi hujan buatan, awan ada, namun pesawat tidak ada, maka operasi TMC tidak bisa segera dilakukan. Pertumbuhan awan yang dinamis, yang dapat hilang dalam waktu satu dan dua hari juga harus direspon dengan cepat untuk dapat menyemai bahan semai berupa garam agar dapat mendatangkan hujan.

Seto juga menuturkan saat ini sumber daya manusia untuk TMC terbatas sehingga tidak mampu membuka posko di Jambi karena keterbatasan tenaga. Dia mendorong perguruan tinggi untuk mencetak SDM yang bergerak di bidang TMC karena kebutuhan akan tenaga yang memahami operasi TMC, sebagaimana ada jurusan khusus TMC di China, namun di Indonesia belum ada hingga saat ini.

"Kalau BPPT dibekali independensi, BPPT lakukan perencanaan dengan matang secara ilmiah sehingga hasilnya lebih efektif," ujarnya.

BPPPT mengatakan perlu dilakukan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan TMC lebih masif dikerjakan oleh kementerian atau lembaga lainnya termasuk perguruan tinggi.

Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2015 tentang Peningkatan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan mengamanatkan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk melaksanakan hujan buatan dan teknologi pembukaan lahan tanpa bakar.

Hingga saat ini, BPPT menjadi satu-satunya institusi negara yang memiliki tugas dan fungsi untuk melakukan hujan buatan. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hujan Buatan Sukses Basahi Riau

Hujan Buatan Sukses Basahi Riau

Tekno | Kamis, 19 September 2019 | 15:20 WIB

Malaysia Ciptakan Hujan Buatan untuk Usir Kabut Asap Indonesia

Malaysia Ciptakan Hujan Buatan untuk Usir Kabut Asap Indonesia

Tekno | Senin, 09 September 2019 | 21:14 WIB

Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau, BNPB Akan Buat Hujan Buatan

Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau, BNPB Akan Buat Hujan Buatan

News | Selasa, 16 Juli 2019 | 00:10 WIB

Cegah Kerugian Panen karena Kekeringan Rp 3 T, BPPT Akan Buat Hujan Buatan

Cegah Kerugian Panen karena Kekeringan Rp 3 T, BPPT Akan Buat Hujan Buatan

Bisnis | Rabu, 10 Juli 2019 | 18:23 WIB

Cegah Karhutla, KLHK dan BPPT akan Buat Hujan Buatan

Cegah Karhutla, KLHK dan BPPT akan Buat Hujan Buatan

News | Selasa, 05 Maret 2019 | 09:30 WIB

Terkini

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Rupiah Balik ke Level Rp17.900 Lagi Pagi Ini

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar

Gegerkan Warga, Siswi SMK di Bintan Ditemukan Meninggal Dalam Kamar

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 09:48 WIB

Erick Thohir Singgung Malaysia Usai Indonesia Ditahan Imbang, Persaingan ASEAN Makin Panas

Erick Thohir Singgung Malaysia Usai Indonesia Ditahan Imbang, Persaingan ASEAN Makin Panas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:46 WIB

5 Cara Membuka Panci Presto agar Tidak Meledak, Begini Langkahnya

5 Cara Membuka Panci Presto agar Tidak Meledak, Begini Langkahnya

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:44 WIB

Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober

Tembus 93 Persen Mulus, Lampung Utara Bakal Diguyur Proyek Jalan Rp76 Miliar Akhir Oktober

Lampung | Rabu, 30 September 2026 | 09:43 WIB

Lakoni Partai Hidup Mati Lawan Bangladesh, Erick Thohir Minta Pemain Timnas Indonesia Mati-matian

Lakoni Partai Hidup Mati Lawan Bangladesh, Erick Thohir Minta Pemain Timnas Indonesia Mati-matian

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:41 WIB

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

The Story of an Hour: Merasakan Satu Jam Kebebasan sebagai Perempuan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 09:40 WIB

Thailand Hantam Vietnam 2-0, Anthony Hudson Bongkar Beban Berat Gajah Perang

Thailand Hantam Vietnam 2-0, Anthony Hudson Bongkar Beban Berat Gajah Perang

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:37 WIB

Tidur Nyaman Makin Personal, Pilihan Kasur Pun Tak Lagi Seragam

Tidur Nyaman Makin Personal, Pilihan Kasur Pun Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 09:31 WIB

Kecewa John Herdman, Suporter Teriak Shin Tae-yong, Erick Thohir Buka Suara: Saya Rasa ya Kembali

Kecewa John Herdman, Suporter Teriak Shin Tae-yong, Erick Thohir Buka Suara: Saya Rasa ya Kembali

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 09:30 WIB

×