Cegah Kerugian Panen karena Kekeringan Rp 3 T, BPPT Akan Buat Hujan Buatan

Dwi Bowo Raharjo

Rabu, 10 Juli 2019 | 18:23 WIB
Cegah Kerugian Panen karena Kekeringan Rp 3 T, BPPT Akan Buat Hujan Buatan
Ilustrasi kekeringan akibat suhu panas (Shutterstock).

Suara.com - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah menemukan teknologi canggih untuk cegah potensi kerugian panen saat terjadi kekeringan. Teknologi itu yakni modifikasi cuaca (TMC).

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan kerugian panen dengan di tanah air sekitar Rp 3 triliun.

"Kita berusaha menghitung akibat kegagalan panen, ini masih dalam bentuk proposal, akibat kegagalan panen ini berapa kerugian negara kita, itu perkiraannya hampir mencapai Rp 3 triliun," ujar Hammam kepada wartawan di Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/7/2019).

"Karenanya harus dicari jalan bagaimana atasi kekeringan itu, salah satunya adalah dengan membuat hujan buatan," Hammam menambahkan.

Hammam menuturkan, areal persawahan banyak tersebar di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara Barat. Memasuki musim kemarau, sudah ada daerah yang berpotensi terancam kekeringan.

Ilustrasi kekeringan. (Shutterstock)
Ilustrasi kekeringan. (Shutterstock)

Oleh karena itu, teknologi modifikasi cuaca dapat menjadi langkah preventif untuk mengatasi masalah kekeringan yang muncul agar tidak terjadi kegagalan panen. Jika kekeringan melanda di banyak wilayah pertanian padi, maka dikhawatirkan produksi padi akan turun drastis.

Lebih lanjut, ia menilai Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah menyampaikan kepada BPPT untuk penggunaan TMC dalam mengatasi kekeringan untuk menghindari kegagalan panen.

"Waktu itu Pak Mendes (Menteri Desa) sudah menyampaikan agar BPPT menyiapkan proposal dan memaparkan ini ke Kementerian Pertanian, tapi belum ketemu, saya lagi menunggu tindak lanjutnya," tuturnya.

Untuk diketahui, teknologi modifikasi cuaca dapat mengatasi kekeringan dengan membuat hujan buatan, sehingga menjadi solusi bagi daerah-daerah untuk terhindar dari kekeringan.

baca juga

"Kalau kita mau menyelamatkan sekian triliun rupiah akibat gagal panen dan kita bisa mengalokasikan biaya dalam arti membuat hujan buatan dan mengatasi kekeringan itu, sehingga risiko gagal panen itu juga berkurang," jelas dia.

Sebelumnya, Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menyatakan seluas 11.000 hektare sawah yang ditanami padi sudah mengalami kekeringan di musim kemarau ini dan itu diperkirakan akan terus bertambah.

"Secara keseluruhan yang mengalami kekeringan itu sudah ada 11.000 hektare," kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Indramayu Ahmad Yani di Indramayu, Rabu.

11.000 hektare sawah yang mengalami kekeringan itu terbagi menjadi tiga kategori yaitu ringan, sedang dan berat.

Di mana yang mengalami kekeringan ringan yaitu seluas 4.000 hektare, kekeringan sedang 5.000 hektare dan kekeringan berat 1.300 hektare.

"Sementara 200 hektare lainnya sudah puso atau gagal panen akibat kekeringan," tuturnya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Musim Kemarau, Petani di Tangerang Merugi Hingga Puluhan Juta

Musim Kemarau, Petani di Tangerang Merugi Hingga Puluhan Juta

Banten | Rabu, 10 Juli 2019 | 17:14 WIB

Daftar Daerah Rawan Kekeringan di Jakarta

Daftar Daerah Rawan Kekeringan di Jakarta

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 12:44 WIB

BPBD: Jakarta Aman dari Ancaman Kekeringan Ekstrem

BPBD: Jakarta Aman dari Ancaman Kekeringan Ekstrem

News | Rabu, 10 Juli 2019 | 12:32 WIB

Kementan Gelar Rakor dengan TNI, Atasi Dampak Kekeringan 2019

Kementan Gelar Rakor dengan TNI, Atasi Dampak Kekeringan 2019

Bisnis | Rabu, 10 Juli 2019 | 08:00 WIB

Jakarta Terancam Kekeringan, Kadis LH Jamin Pasokan Air Bersih Aman

Jakarta Terancam Kekeringan, Kadis LH Jamin Pasokan Air Bersih Aman

News | Selasa, 09 Juli 2019 | 18:44 WIB

Terkini

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Atasi Kekeringan 2026, Pemprov Jateng Gelontorkan 75 Juta Liter Air Bersih ke 33 Daerah

Jawa Tengah | Rabu, 30 September 2026 | 09:02 WIB

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun

Sulsel | Rabu, 30 September 2026 | 09:00 WIB

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Wali Kota Pekanbaru Ingatkan Juru Parkir: Jangan Sampai Motor Minta Rp2 Ribu

Riau | Rabu, 30 September 2026 | 08:59 WIB

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Uang Hasil Setoran Imigrasi Mengalir ke Calon Promotor S3 Silmy Karim

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:55 WIB

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

Dibuntuti dari Bank, Uang Rp 1,3 Miliar di Mobil WNA Dirampok di Cikampek

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:50 WIB

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

BEI Resmi Cabut 4 Kriteria 'Menjebak' di Papan Pemantauan Khusus, Apa Saja?

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 08:46 WIB

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Siap Tempuh Jalur Banding, Manchester City Lawan Vonis FFP Premier League

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 08:44 WIB

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

KAWAT Indonesia Anggap Penetapan Tersangka Masinis KA Argo Bromo Prematur

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:41 WIB

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Apakah Sepatu Lari Cocok untuk Gym? Ini Kata Pakar

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 08:25 WIB

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

Sosok Noor Korompot Stafsus Menteri Hukum yang Bicara Konspirasi Timnas Indonesia

News | Rabu, 30 September 2026 | 08:23 WIB

×