Langit Jepang Ungu, Tagar #PrayForJapan Trending, Ini Penjelasannya

Arsito Hidayatullah, Rifan Aditya

Sabtu, 12 Oktober 2019 | 20:26 WIB
Langit Jepang Ungu, Tagar #PrayForJapan Trending, Ini Penjelasannya
Warganet bagikan foto langit Jepang menjadi ungu dengan tagar #PrayForJapan. (twitter @aanjalieesam)

Suara.com - Warganet ramai-ramai bagikan foto langit Jepang yang menjadi ungu. Mereka juga menambahkan tagar #PrayForJapan di foto tersebut.

Sudah ada lebih dari 90 ribu cuitan yang memakai tagar #PrayForJapan hingga Sabtu (12/10/2019) siang. Tagar ini juga menduduki peringkat pertama daftar trending topic Twitter.

Berdasarkan penelusuran Suara.com, banyak cuitan yang menunjukkan langit di Jepang berwarna ungu dalam tagar tersebut. Warganet juga mendoakan keselamatan orang-orang di Jepang.

Misalnya, akun @_chaestheticc yang menulis, "Untuk semua orang di Jepang, semoga tetap aman dan kuat. Mari kita berdoa untuk Jepang dan keselamatan mereka."

Warganet bagikan foto langit Jepang menjadi ungu dengan tagar #PrayForJapan. (twitter @aanjalieesam)
Warganet bagikan foto langit Jepang menjadi ungu dengan tagar #PrayForJapan. (twitter @_chaestheticc )

Dia juga mengunggah dua foto yang memperlihatkan langit di Jepang menjadi ungu.

Mengapa langit di Jepang berubah jadi ungu dan beredar luas di media sosial?

Menurut Science Daily, fenomena langit menjadi berwarna ungu disebut scattering yang terjadi ketika molekul dan partikel kecil di atmosfer mempengaruhi arah cahaya yang menyebabkan cahaya tersebar.

Panjang gelombang cahaya dan ukuran partikel menentukan warna langit. Fenomena ini bisa terjadi sebelum atau sesudah badai menerjang.

Warganet lain menyebut, meskipun langit berwarna ungu dan merah muda terlihat indah tapi badai akan menerjang Jepang. "Keheningan sebelum badai. Ini adalah kegilaan. Kegilaan yang indah akan menyerang Jepang," tulis @ohxxjen.

baca juga
Langit di Jepang berwarna ungu pertanda badai (twitter @ohxxjen)
Langit di Jepang berwarna ungu pertanda badai (twitter @ohxxjen)

Dilansir dari Straitstimes, warga Jepang diperingatkan untuk bersiap menghadapi Topan Hagibis yang terlihat di selatan Tokyo pada Jumat pagi.

Kecepatan angin Topan Hagibis ini bisa mencapai 252 km/jam. Hagibis sendiri dalam bahasa Filipina Tagalog berarti "kecepatan".

"Topan Hagibis dapat melampaui rekor curah hujan dan angin yang pernah ada," kata seorang pejabat di Badan Meteorologi Jepang. Ahli memperkirakan Topan Hagibis akan menghantam Jepang bagian tengah atau timur di sekitar Tokyo pada hari Sabtu.

Perdana Menteri Shinzo Abe meminta kabinetnya untuk mengambil semua langkah untuk mempersiapkan kemungkinan bencana. Para pejabat di Prefektur Chiba yang dilanda angin topan Faxai sebulan lalu, juga telah mengatakan kepada warganya untuk menyiapkan pasokan makanan dan air hingga tiga hari.

Lebih dari 1.000 penerbangan telah dibatalkan dan fasilitas kereta api dihentikan sejak Jumat sore.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Idol Jepang Dilecehkan, Penguntit Lacak Rumah dari Pantulan di Mata

Idol Jepang Dilecehkan, Penguntit Lacak Rumah dari Pantulan di Mata

News | Sabtu, 12 Oktober 2019 | 10:13 WIB

Penyataan Perdana Menteri Jepang Hadapi Topan Hagibis

Penyataan Perdana Menteri Jepang Hadapi Topan Hagibis

News | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 17:24 WIB

Terdampak Topan Hagibis, Kualifikasi F1 GP Jepang Diundur ke Minggu Pagi

Terdampak Topan Hagibis, Kualifikasi F1 GP Jepang Diundur ke Minggu Pagi

Sport | Jum'at, 11 Oktober 2019 | 16:35 WIB

Terkini

Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK

Kader Gerindra Jadi Tersangka Suap Jabatan, Partai Serahkan Kasus ke KPK

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:38 WIB

11 Rusun Baru Akan Dibangun di Jakarta, Termasuk Marunda dan Rorotan

11 Rusun Baru Akan Dibangun di Jakarta, Termasuk Marunda dan Rorotan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:38 WIB

'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!

'Kenapa Bisa Bikin Lirik Begitu?' DPR Kritik Lagu Bupati Purwakarta Tak Sensitif Perempuan!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:33 WIB

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

Mengapa Masa Depan Kendaraan Listrik Mungkin Tak Lagi Bergantung pada Nikel?

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:30 WIB

7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan

7 Gubernur Berganti, Proyek Jalan Tembus Pasar Minggu-BIN Masih Tersandera Pembebasan Lahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:25 WIB

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

Selat Hormuz Sudah Dibuka, Kok Harga BBM Belum Turun? Ini Penjelasan Ekonom

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:15 WIB

Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton

Puan Tegaskan PDIP Bukan Partai Abu-abu! Senyum Saan Mustopa dan Cucun Jadi Soroton

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:08 WIB

Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya Sudah Jadi Masalah Nasional

Penahanan Ijazah karena Tunggakan Biaya Sudah Jadi Masalah Nasional

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:05 WIB

Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!

Bukan Ajang Bagi-bagi Kursi, Puan: Jabatan Komisaris BUMN Harus Profesional dan Kompeten!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:53 WIB

Cerita Korban Penjualan Tiket Spekulatif Piala Dunia 2026, Sudah Bayar Rp 107 Juta Tapi Zonk

Cerita Korban Penjualan Tiket Spekulatif Piala Dunia 2026, Sudah Bayar Rp 107 Juta Tapi Zonk

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 13:52 WIB

×