Suhu di Siang Hari Capai 38 Derajat Celcius, Perhatikan 4 Hal Ini

Dwi Bowo Raharjo, Stephanus Aranditio

Jum'at, 25 Oktober 2019 | 13:28 WIB
Suhu di Siang Hari Capai 38 Derajat Celcius, Perhatikan 4 Hal Ini
Warga menghalau sinar matahari dengan tangannya saat melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (22/10). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut Indonesia saat ini tengah dilanda suhu panas di siang hari. Beberapa stasiun pengamatan BMKG mencatat suhu udara maksimum dapat mencapai 38 derajat celcius sejak tanggal 19 Oktober lalu.

Menanggapi fenomena ini, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto mengimbau masyarakat untuk mengantisipasinya dengan melakukan 4 hal penting sebelum beraktivitas sehari-hari:

Pertama Perbanyak Minum

Air adalah komponen terbesar di dalam tubuh manusia. Kandungannya bervariasi sesuai usia. Kandungan air pada bayi 80 persen, orang dewasa sebesar 60 persen dan pada usia lanjut atau di atas 65 tahun sebesar 50 persen.

Oleh karena itu, Achmad mengimbau setidaknya manusia harus minum paling tidak 2,5-3 liter air per hari, khususnya di suhu panas saat ini agar tidak dehidrasi.

"Jangan dilihat 3 liter ini banyak, memang kalau sekali minum 3 liter nggak mungkin, tapi kalau terjaga dalam waktu 15 jam, dimana 9 jam kita tidur, saya pikir 3000 cc dibagi 15 jam itukan sejam cuma 200 cc kok, enggak banyak itu cuma satu gelas per jam," kata Achmad di Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (24/10/2019).

Kedua Hindari Beraktivitas di Luar Ruangan

Cara termudah mengindari suhu panas adalah berlindung di tempat yang teduh, jika terpaksa beraktivitas di luar ruangan, hal yang paling penting adalah menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar dengan air putih.

Selain itu, penggunaan pelindung kepala seperti topi dan payung adalah hal wajib dilakukan saat beraktivitas di bawah terik matahari.

baca juga

Meski begitu, ketika beraktivitas di dalam ruangan juga tidak disarankan untuk berada di ruangan ber-ac terlalu lama karena akan membuat tubuh kering dan tetap dehidrasi.

Ketiga Nyamuk Lebih Cepat Berkembang di Suhu Panas

Achmad menuturkan, suhu panas berpotensi menimbulkan permasalahan baru yakni penyakit yang ditimbulkan akibat populasi nyamuk yang semakin banyak. Dia mengakui jumlah jentik nyamuk yang terdeksi di beberapa wilayah akibat cuaca panas yang terjadi beberapa hari ini.

"Beberapa penelitian dari BMKG, memang pada musim, kondisi suhu, kelembaban tertentu populasi nyamuk tumbuh dengan cepat, oleha karena itu kita antisipasi pada musim pancaroba seperti ini kita akan mewaspadai betul tumbuh suburnya populasi nyamuk, nah ini yang kemudian harus diwaspadai karena nyamuk itu kan faktor penyakit," kata Achmad.

Masyarakat diminta untuk lebih peduli dengan kebersihan lingkungan sekitar dengan tidak membiarkan nyamuk berkembang dengan cara rutin menguras bak mandi, membersihkan genangan air, tidak menggantung baju terlalu lama, membersihkan tanaman liar hingga menanam tanaman anti-nyamuk.

Keempat Gunakan Suncream

Achmad menyebut selain untuk menahan pigmen kulit agar tak terpancing menjadi hitam, suncream juga berfungsi menahan paparan sinar matahari agar tidak berujung ke penyakit kanker kulit.

"Paparan berlebihan terhadap itu, salah satu yang kemudian berpotensi menyebabkan mutasi genetik pada kulit yaitu kanker itu karena paparan matahari yang berlebihan," kata dia.

Namun, dia menegaskan yang terpenting adalah menjaga kelembaban tubuh dengan perbanyak minum agar tak dehidrasi.

Warga berteduh di bawah pohon saat akan melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (22/10). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Warga berteduh di bawah pohon saat akan melakukan aktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (22/10). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Penyebab suhu panas

Diketahui, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena akibat dari adanya gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun, sehingga potensi suhu udara panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama setiap tahunnya.

Bahkan pada 20 Oktober terdapat tiga stasiun pengamatan BMKG di Sulawesi yang mencatat suhu maksimum tertinggi yaitu, Stasiun Meteorologi Hasanuddin (Makassar) 38.8 derajat celcius.

Diiikuti Stasiun Klimatologi Maros 38.3 derajat Celcius dan Stasiun Meteorologi Sangia Ni Bandera 37.8 derajat Celcius. Suhu tersebut merupakan catatan suhu tertinggi dalam satu tahun terakhir, dimana pada periode Oktober di tahun 2018 tercatat suhu maksimum mencapai 37 derajat Celcius.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

LIVE STREAMING: Cuaca Panas di Indonesia Mendekati Suhu Maksimum

LIVE STREAMING: Cuaca Panas di Indonesia Mendekati Suhu Maksimum

Video | Jum'at, 25 Oktober 2019 | 09:22 WIB

5 Berita Tekno Ini Cocok Temani Anda Nikmati Sarapan

5 Berita Tekno Ini Cocok Temani Anda Nikmati Sarapan

Tekno | Kamis, 24 Oktober 2019 | 08:02 WIB

Menangkal Suhu Panas di Jakarta, Ini 5 Cara Aman Beraktivitas di Luar

Menangkal Suhu Panas di Jakarta, Ini 5 Cara Aman Beraktivitas di Luar

Health | Kamis, 24 Oktober 2019 | 06:12 WIB

Pastikan Isu Gelombang Panas Hoaks, BMKG: Cuma Suhu Panas

Pastikan Isu Gelombang Panas Hoaks, BMKG: Cuma Suhu Panas

Tekno | Rabu, 23 Oktober 2019 | 20:58 WIB

BMKG Berikan Penjelasan soal Kabar Cuaca Panas Ekstrem 3 Hari ke Depan

BMKG Berikan Penjelasan soal Kabar Cuaca Panas Ekstrem 3 Hari ke Depan

Tekno | Rabu, 23 Oktober 2019 | 16:06 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×