KPAI Minta Mendikbud Nadiem Makarim Patuhi Putusan MA Sebelum Hapus UN

Bangun Santoso | Stephanus Aranditio | Suara.com

Selasa, 03 Desember 2019 | 07:57 WIB
KPAI Minta Mendikbud Nadiem Makarim Patuhi Putusan MA Sebelum Hapus UN
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan pidato saat acara Lepas Sambut di Kemendikbud, Jakarta, Rabu (23/10). [Suara.com/Arya Manggala]

Suara.com - Menteri Pendidikan Nadiem Makarim kembali mengangkat wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) yang sudah lama digaungkan namun tak pernah ada realisasinya.

Melihat wacana tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menilai pemerintah seharusnya memang sudah seharusnya menghapus UN sejak lama karena ada satu putusan Mahkamah Agung yang sejak 2009 tidak dijalankan oleh pemerintah.

Putusan MA yang dimaksud berawal dari penolakan UN pada 2006, ketika itu UN dijadikan sebagai satu-satunya penentu kelulusan, ketentuan ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

PP ini kemudian digugat oleh warga negara melalui citizen law suit dan menang hingga tingkatan Mahkamah Agung.

Kasasi yang diajukan pemerintah ditolak Mahkamah Agung pada 14 September 2009. Hakim MA memerintahkan kepada pemerintah untuk memulihkan psikologis anak-anak yang tidak lulus karena kebijakan UN saat itu.

Selain itu, MA juga memerintahkan sebelum melaksanakan UN, pemerintah wajib; meningkatkan kualitas guru dan menyebarkan guru berkualitas di seluruh Indonesa; memenuhi sarana prasarana pendidikan merata di seluruh Indonesia; dan sistem informasi antar sekolah harus merata di seluruh Indonesia.

"Seharusnya pemerintah saat itu memoratorium atau menghentikan sementara kebijakan UN sampai ketiga perintah MA dilaksanakan oleh pemerintah pusat, provinsi dan daerah. Namun, sampai hari ini ketiganya belum sepenuhnya dipenuhi negara. Kebijakan UN terus dilanjutkan, hanya saja tidak lagi menjadi 100 persen penentu kelulusan," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti melalui keterangan tertulisnya, Selasa (3/12/2019).

Oleh karena itu, KPAI mendorong pemerintah dalam hal ini Kemendikbud untuk menghormati keputusan pengadilan dalam hal ini Mahkamah Agung terkait kebijakan UN.

"Moratorium UN lebih tepat dibandingkan menghapus UN. Apalagi Menteri Nadiem juga menyatakan penghapusan UN masih harus dikaji lagi," jelasnya.

Untuk diketahui, wacana penghapusan UN hampir selalu muncul di setiap pergantian Mendikbud, kali ini Nadiem menyampaikannya dalam rapat bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Staf Khusus Mendikbud, dan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).

Nadiem menyebut wacana ini sedang dalam proses pengkajian dan baru akan terealisasi pada tahun ajaran 2020/2021.

Sementara tahun ini yang sistemnya sudah berjalan setengah semester, UN masih akan digelar agar guru dan siswa tidak bingung.

"Kami ingin siswa tidak stres. Tapi, 2020 masih akan ada UN," kata Nadiem di Gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Saran Wamendag kepada Nadiem Makarim: Hati-hati sama DPR

Saran Wamendag kepada Nadiem Makarim: Hati-hati sama DPR

News | Senin, 02 Desember 2019 | 18:12 WIB

Seumur Hidup, Nadiem Makarim Dipuji Ibu Pertama Kali saat Jadi Menteri

Seumur Hidup, Nadiem Makarim Dipuji Ibu Pertama Kali saat Jadi Menteri

News | Selasa, 03 Desember 2019 | 06:29 WIB

Pesenam SEA Games Dituduh Tak Perawan, Hotman Desak Mendikbud

Pesenam SEA Games Dituduh Tak Perawan, Hotman Desak Mendikbud

News | Minggu, 01 Desember 2019 | 18:54 WIB

Mendikbud Nadiem Makarim: Tahun 2020 Masih Ada Ujian Nasional

Mendikbud Nadiem Makarim: Tahun 2020 Masih Ada Ujian Nasional

News | Sabtu, 30 November 2019 | 18:22 WIB

Kepemimpinan 2.0 ala Nadiem Makarim

Kepemimpinan 2.0 ala Nadiem Makarim

Your Say | Sabtu, 30 November 2019 | 13:19 WIB

Anak SMP Teler Usai Sikat Tembakau Gorila, KPAI: Siapa yang Jual Ini?

Anak SMP Teler Usai Sikat Tembakau Gorila, KPAI: Siapa yang Jual Ini?

News | Sabtu, 30 November 2019 | 11:29 WIB

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Ada Materi Ajar yang Mengandung Radikalisme

Wapres Ma'ruf Amin Sebut Ada Materi Ajar yang Mengandung Radikalisme

News | Rabu, 27 November 2019 | 20:47 WIB

Hari Mendongeng Nasional, Franka Makarim Cerita Si Kancil Anak Baik

Hari Mendongeng Nasional, Franka Makarim Cerita Si Kancil Anak Baik

Health | Rabu, 27 November 2019 | 18:34 WIB

Terkini

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

Puncak Arus Balik dari Jogja Pertama Terlewati, Gelombang Kedua Diprediksi Akhir Pekan

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:13 WIB

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

Syarat Mutlak Iran Bagi Kapal Internasional di Selat Hormuz Agar Bisa Melintas Dengan Selamat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 12:05 WIB

Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia

Pramono Minta Penertiban Parkir Liar Diperkeras, Soroti Monas hingga Belakang Grand Indonesia

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:57 WIB

Eks Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Langsung Minta Penundaan Sidang Perdana

Eks Ketua PN Depok Ajukan Praperadilan, KPK Langsung Minta Penundaan Sidang Perdana

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:49 WIB

Tak Hanya Potong Gaji DPR dan Menteri, Wakil Rakyat Usul Efisiensi Sasar Anggaran Lain di Pemerintah

Tak Hanya Potong Gaji DPR dan Menteri, Wakil Rakyat Usul Efisiensi Sasar Anggaran Lain di Pemerintah

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:41 WIB

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

Inggris Kerahkan Kapal Perusak Tipe 45 dan Sistem Otonom Canggih ke Selat Hormuz Iran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:34 WIB

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

Misteri Negosiator Rahasia, Klaim Damai Donald Trump Dibantah Mentah-mentah oleh Teheran

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:25 WIB

Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat

Ribuan Tentara Amerika Serikat Siap Serang Iran Lewat Darat

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:22 WIB

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

Bocor! China Bikin Peta Laut hingga Indonesia untuk Hadapi AS di Perang Dunia III

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:14 WIB

Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur

Dihujani Drone Rusia di Siang Bolong, Situs Warisan Dunia UNESCO di Lviv Hancur

News | Rabu, 25 Maret 2026 | 11:05 WIB