WNI Pulang dari Wuhan, Menteri Kesehatan Berkantor Sementara di Natuna

Pebriansyah Ariefana, Novian Ardiansyah

Minggu, 02 Februari 2020 | 17:06 WIB
WNI Pulang dari Wuhan, Menteri Kesehatan Berkantor Sementara di Natuna
Kondisi ruang isolasi WNI dari Wuhan di Natuna. (Foto: Istimewa/via Batamnews)

Suara.com - Warga negara China dari China daratan sementara dilarang masuk Indonesia. Selain itu bebas visa dari China ke Indonesia juga dicabut.

Itu hasi rapat Kementerian Luar Negeri bersama Presiden Joko Widodo di Pangkalan Udara TNI AU di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (2/2/2020). Rapat itu juga dilakukan bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju serta Kapolri dan Panglima TNI menyusul evakuasi WNI dari Provinsi Hubei, China.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers seusai rapat terbatas dengan Presiden, menyampaikan enam poin yang menjadi kesimpulan dalam ratas itu.

"Baru saja rapat terbatas dipimpin Presiden dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma. Dari rapat terbatas yang dipimpin langsung Presiden, ingin kami sampaikan beberapa hal," kata Menlu Retno dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI AU di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu.

Pertama, Menlu mengatakan, pemerintah bersyukur total 243 orang warga negara Indonesia termasuk lima orang tim aju yang dipulangkan dari Wuhan, telah tiba dengan selamat di Natuna.

Para WNI itu akan melalui masa observasi selama 14 hari. Masa observasi juga akan dijalani oleh 42 orang yang masuk dalam tim penjemputan WNI dari Wuhan, China.

"Sehingga total orang yang akan menjalankan observasi adalah 285. Sampai saat ini alhamdulillah mereka dalam kondisi sehat," ujar Menlu.

Kedua, kata Menlu, Menteri Kesehatan bersama tim akan membuka kantor di Natuna, di mana juru bicara Menkes dari waktu ke waktu akan menyampaikan secara aktif perkembangan di sana.

Ketiga, penerbangan langsung dari dan ke China Daratan ditunda untuk sementara mulai Rabu pukul 00.00 WIB.

baca juga

Keempat, semua pendatang yang tiba dari China Daratan dan sudah berada di sana selama 14 hari untuk sementara tidak diizinkan masuk dan transit di Indonesia.

Kelima, kebijakan bebas visa kunjungan dan visa on arrival untuk warga negara China yang bertempat tinggal di China Daratan untuk sementara dihentikan.

Keenam, pemerintah meminta WNI untuk sementara tidak melakukan perjalanan ke China Daratan.

Rapat terbatas soal evakuasi WNI dipimpin langsung Presiden RI Joko Widodo dan dihadiri sejumlah menteri seperti Menko Polhukam Mahfud MD, Menlu Retno Marsudi, Menteri Hukum dan HAM Yassona Laoly, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan lain-lain, serta Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz.

Pada Minggu, pemerintah telah berhasil mengevakuasi 243 WNI termasuk di antaranya lima orang tim aju, dari Provinsi Hubei, China menggunakan pesawat maskapai berbadan lebar Batik Air jenis Airbus 330-300CEO milik Lion Air Group.

Penunjukan Batik Air sebagai maskapai pengevakuasi WNI, karena maskapai itu memiliki pesawat berbadan lebar yang dapat mengangkut 243 WNI dalam sekali penerbangan dan memiliki izin rute penerbangan langsung ke Wuhan.

Evakuasi dilakukan tim yang terdiri dari 42 orang antara lain dari unsur TNI, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan kru maskapai Lion Group. Tim dilengkapi dengan berbagai perlengkapan pelindung diri, termasuk masker dan baju khusus.

Sebanyak 243 WNI yang berhasil dievakuasi mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau pada Minggu pagi sekitar pukul 08.45 WIB untuk transit dan berganti pesawat.

Para WNI turun dari maskapai Batik Air sekitar pukul 09.23 WIB setelah menjalani prosedur kesehatan dan segera masuk ke pesawat milik TNI yang telah bersiaga di sebelahnya, untuk kemudian melanjutkan penerbangan ke Ranai, Natuna guna menjalani observasi lanjutan di pangkalan militer di Natuna.

Pesawat milik TNI yang dikerahkan untuk mengangkut WNI dari Batam yaitu Hercules A-1315 dan dua Boeing AI 7304 dan A 7306.

Kadis Ops Lanud Hang Nadim Batam Mayor Lek Wardoyo mengatakan pesawat Hercules dimaksimalkan dapat mengangkut 130 orang dan Boeing berkapasitas masing-masing 100 orang.

Rencananya 243 WNI akan menjalani observasi di Natuna selama dua pekan sebelum kembali ke keluarganya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Warga China Dilarang ke Indonesia, Bebas Visa Sementara Dicabut

Warga China Dilarang ke Indonesia, Bebas Visa Sementara Dicabut

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 16:59 WIB

Batik Air Penjemput WNI dari Wuhan Dibersihkan dari Kuman Virus Corona

Batik Air Penjemput WNI dari Wuhan Dibersihkan dari Kuman Virus Corona

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 16:49 WIB

3 WNI di Wuhan Dilarang Pulang, Ini Penjelasan Kemlu

3 WNI di Wuhan Dilarang Pulang, Ini Penjelasan Kemlu

News | Minggu, 02 Februari 2020 | 16:13 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×