BIN Ungkap Teror Penularan Corona, dari Asimtomatik hingga Super Spreader

Agung Sandy Lesmana | Novian Ardiansyah | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2020 | 12:54 WIB
BIN Ungkap Teror Penularan Corona, dari Asimtomatik hingga Super Spreader
Ilustrasi-Penanganan Virus Corona di AS. [Josh Edelson/AFP]

Suara.com - Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) Bidang Intelijen Teknologi Mayjen TNI Afini Boer membeberkan mengenai ancaman bahaya dari potensi penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Indonesia yang dilakukan oleh orang-orang yang memang sudah terinfeksi.

Afini menyebutkan setidaknya ada bebarapa tipe penularan corona yang patut diwaspadai. Pertama ialah, orang yang sudah terinfeksi corona namun tidak menunjukan gejala penyakit. Tipe ini dikenal dengan asimtomatik.

Bahaya dari asimtomatik ialah, seseorang yang positif corona tetapi tidak menunjukan gejala apapun masih dapat bergerak bebas dari satu tempat ke tempat lain. Pergerakannya itu yang kemudian menimbulkan potensi penularan ke orang lain tanpa diketahui.

"Tantangan yang perlu kita lihat sebetulnya gejala asimtomatik itu tadi. Jadi ada orang tidak menunjukkan gejala sakit, tapi dia sudah terinfeksi dan bisa menyebarkan kepada orang lain, dan dia bisa beredar ke mana-mana masyarakat ini," kata Afini dalam diskusi bertajuk Bersatu Melawan Corona di Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Jumat (13/3/2020).

Potensi penularan yang patut diwaspadai juga, yakni penularan super atau super-spreader. Super-spreader sendiri merupakan tipe penularan yang dilakukan oleh satu orang ke orang banyak secara cepat dan luas.

Penularan corona melalui super-spreader bahkan sudah ditemukan kasusnya di sejumlah negara. Terbanyak terjadi di Korea Selatan, di mana seorang wanita menyebarkan virus corona kepada banyak orang saat dirinya berada di sebuah Gereja.

"Kemudian ada suatu gejala lagi kita lihat super-spreader. Jadi satu orang itu bisa menularkan pada banyak orang. Ini terjadi di Korea Selatan, di satu Gereja seorang wanita menyebarkan kepada banyak sekali orang. Kalau tadi penyebaran itu hanya bersifat klaster-klaster kecil, satu menginfeksi ribuan orang lainnya, ini ternyata bisa super-spreader," kata Afini.

Kemudian tipe penularan corona lainnya, kata Afini, ialah melalui infeksi kelompok yang ditularkan dari manusia ke manusia secara berkelanjutan atau disebut community infection, sustained human to human transmission.

"Jadi sudah tidak tahu lagi sebetulnya dari mana sumber infeksi itu. Jadi si A sudah menularkan ke si B dan dia tidak tahu lagi dari mana sumber asalnya sehingga akhirnya terjadi infeksi di tengah masyarakat itu," kata dia.

"Walaupun sebetulnya orang yang terinfeksi ini merasa saya tidak pernah kontak dengan orang yang terinfeksi sebelumnya. Sehingga sudah tidak jelas siapa sumber awalnya infeksi yang terjadi di komunitas itu," sambungnya. 

Penularan corona juga berpotensi terjadi di tempat yang ramai dikunjungi orang, semisal fasilitas publik hingga transportasi umum.

"Yang high risk juga sebetulnya fasilitas kesehatan. Kita lihat di Depok lokasi kesehatan itu juga diinikan, disterilisasi. Kemudian juga public transportation. Umpamanya di Jakarta ini masyarakat yang lalu-lalang dari Jakarta, dari Bogor, Bekasi, Tangerang bisa mencapai 500 ribu dan itu kalau sore-sore itu penuh," kata Afini.

"Kalau satu orang di situ terinfeksi, maka bisa diperkirakan itu bisa terjadi infeksi yang massal. Termasuk di rumah ibadah, tempat berkumpul orang di situ, kemudian juga sekolah."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Imam Besar Masjid Istiqlal: Virus Corona Bukan Azab!

Imam Besar Masjid Istiqlal: Virus Corona Bukan Azab!

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 12:45 WIB

JK Bicara Corona: Masjid Tidak Berbahaya, yang Berbahaya Virusnya!

JK Bicara Corona: Masjid Tidak Berbahaya, yang Berbahaya Virusnya!

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 12:22 WIB

Bisa Pulang Usai Sembuh Corona, Pesan RSPI SS ke Pasien 01 Warga Depok

Bisa Pulang Usai Sembuh Corona, Pesan RSPI SS ke Pasien 01 Warga Depok

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 12:05 WIB

Cegah Corona, Menag Larang Jemaah Suhu 38 Derajat Salat Jumat di Masjid

Cegah Corona, Menag Larang Jemaah Suhu 38 Derajat Salat Jumat di Masjid

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:56 WIB

Perdana Menteri Kanada akan Diisolasi Setelah Istri Positif Corona

Perdana Menteri Kanada akan Diisolasi Setelah Istri Positif Corona

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:51 WIB

Waspada Virus Corona, Vatikan Tutup Semua Gereja Katolik di Roma

Waspada Virus Corona, Vatikan Tutup Semua Gereja Katolik di Roma

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:49 WIB

Virus Corona Menyebar, Obat Tradisional China Diserbu Pembeli

Virus Corona Menyebar, Obat Tradisional China Diserbu Pembeli

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:50 WIB

Termakan Hoaks Corona, 27 Warga Iran Terbunuh Usai Minum Alkohol Oplosan

Termakan Hoaks Corona, 27 Warga Iran Terbunuh Usai Minum Alkohol Oplosan

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:48 WIB

Momen Lucu Pangeran Charles Lupa Tak Boleh Salaman karena Virus Corona

Momen Lucu Pangeran Charles Lupa Tak Boleh Salaman karena Virus Corona

News | Jum'at, 13 Maret 2020 | 11:50 WIB

Terkini

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

Bulog Pastikan Beras SPHP Tetap Terjangkau untuk Masyarakat

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:19 WIB

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

Kapal Berisi Jurnalis dan Relawan Indonesia Dibajak, Kemlu Kecam Keras Militer Israel

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

Mensos Gus Ipul Minta Penjangkauan Calon Siswa Sekolah Rakyat Tepat Sasaran

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:14 WIB

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

Menjaga Protein dari Hulu, Misi SPHP Jagung Meredam Gejolak Harga Telur

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:11 WIB

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

Tak Terima Dituntut 5 Tahun Penjara, Noel Ebenezer: KPK Harus Taubat Nasuha

News | Senin, 18 Mei 2026 | 23:09 WIB

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

Raksasa Sawit PT Musim Mas Jadi Tersangka Perusakan Lingkungan, Kerugian Capai Rp187 Miliar

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:18 WIB

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

9 WNI Hilang Kontak Usai Diintersep Israel, GPCI Langsung Siagakan 3 KJRI untuk Evakuasi

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:16 WIB

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

DPR Desak Kemenhub Awasi Ketat Fuel Surcharge, Jangan Sampai Harga Tiket Ugal-ugalan

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:10 WIB

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

Dirjen Binwasnaker K3 Dituntut 4,5 Tahun, Sultan Kemnaker 6 Tahun Penjara

News | Senin, 18 Mei 2026 | 21:08 WIB

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

Pramono Anung Resmikan Integrasi CCTV Jakarta, Targetkan 24 Ribu Titik Pantau

News | Senin, 18 Mei 2026 | 20:40 WIB