Ahli Epidemiologi Ungkap Virus Corona Sudah Masuk Indonesia Sejak Januari

Chandra Iswinarno, Stephanus Aranditio

Rabu, 15 April 2020 | 22:06 WIB
Ahli Epidemiologi Ungkap Virus Corona Sudah Masuk Indonesia Sejak Januari
Simulasi saat proses evakuasi pasien positif Virus Corona di Bandara Ahmad Yani Semarang. [Suara.com/Dafi]

Suara.com - Ahli Epidemiologi dan Biostatistik Universitas Indonesia (UI) Dr Pandu Riono memprediksi sebenarnya keberadaan kasus virus corona COVID-19 di Indonesia sudah terjadi sejak Januari hingga Februari. Bukan Maret seperti yang diumumkan pemerintah.

Pandu mengatakan berdasarkan sistem surveilans epidemiologi kesehatan masyarakat memperlihatkan bahwa sejak Januari di Indonesia sudah terdapat dengan gejala covid seperti batuk dan demam.

"Karena dari bulan Januari sudah ada laporan-laporan kasus orang dengan gejala yang tidak sembuh ketika diobati dengan obat demam biasa, ini baru kecurigaan pertama," kata Pandu kepada Suara.com, Rabu (15/4/2020).

Dia menyebut hasil negatif Covid-19 pada saat itu dipengaruhi oleh laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) yang belum siap, sehingga baru terbukti positif di kemudian hari, setelah pasien meninggal dunia.

"Virus itu sudah lama di Indonesia, kita terlena, menganggap tidak ada, semangatnya Indonesia bebas virus. Itu yang membuat kita menjadi kondisinya seperti sekarang," ucapnya.

Anggota Tim Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) itu juga menduga seorang Jepang yang disebut Presiden Joko Widodo menjadi penular pertama terhadap dua orang pasien pertama dari Depok itu bukan benar-benar kasus pertama di Indonesia.

"Pada waktu itu, kita (Indonesia) masih buka penerbangan ke Wuhan, bayangkan berapa yang berinteraksi ketika masuk ke Indonesia, kita masih buka dan baru ditutup pas China lockdown," lanjutnya.

Pandu mengatakan, karena pemerintah sudah terlambat, maka tidak boleh lagi meremehkan dan tidak lagi memperlambat dengan alur birokrasi yang berbelit.

Untuk diketahui, data kasus virus corona hingga 15 April 2020 jumlah pasien positif mencapai 5.136, meninggal 468, sembuh 446, ODP 165.549, dan PDP 11.165.

baca juga

FKM UI Prediksi Jutaan Orang Indonesia Terinfeksi Corona

Tim FKMUI sendiri sudah memprediksi bahwa setiap satu kasus positif Covid-19 bisa menginfeksi setidaknya dua orang. Lalu dalam prediksi Tim FKMUI, untuk indikator yang digunakan berdasar pada jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 268 juta.

Dari jumlah penduduk tersebut, 52,9 persen populasi tinggal di wilayah urban; 14,8 persen tinggal di rumah kurang dari 8 meter persegi; angka terjadinya pneumonia (penyakit radang paru-paru) adalah 1,3 per 1.000 orang; 28,2 persen penduduk bepergian; 50,2 persen mencuci tangan dengan cara tidak benar.

Berikut adalah prediksi Covid-19 Modelling Scenarios Indonesia dari tim FKM UI:

Tanpa intervensi: +/- 2.500.000 orang berpotensi terjangkit COVID-19
Intervensi rendah: +/- 1.750.000 orang berpotensi terjangkit COVID-19
Intervensi moderat: +/- 1.250.000 orang berpotensi terjangkit COVID-19
Intervensi tinggi: +/- 500.000 orang berpotensi terjangkit COVID-19
Prediksi tersebut diasumsikan terjadi pada hari ke-77.

Tim menggunakan patokan hari ke-1 pada pekan pertama Februari 2020 alias lebih awal dari pengumuman kasus pertama oleh Pemerintah Indonesia (2 Maret).

Soal data yang diperoleh dari rumah sakit di Indonesia sudah menunjukkan adanya peningkatan kasus pneumonia dan gejala mirip COVID-19 sejak pekan pertama Februari. Itu adalah prediksi total kumulatif kasus positif COVID-19.

Berikut adalah prediksi efek terhadap kematian berdasarkan tingkat intervensi yang diterapkan pemerintah terhadap kondisi wabah ini.

Estimasi jumlah kematian kumulatif akibat COVID-19 di Indonesia:

Tanpa intervensi: 240.244
Intervensi redah: 144.266
Intervensi moderat: 47.984
Intervensi tinggi: 11.898.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tim Khusus Bentukan Anies Cari Jejak WN Jepang Positif Corona di Jakarta

Tim Khusus Bentukan Anies Cari Jejak WN Jepang Positif Corona di Jakarta

News | Selasa, 03 Maret 2020 | 17:49 WIB

Kenapa WN Jepang Penular Virus Corona di Depok Tak Terdeteksi di Bandara?

Kenapa WN Jepang Penular Virus Corona di Depok Tak Terdeteksi di Bandara?

News | Senin, 02 Maret 2020 | 15:20 WIB

Warga Depok Positif Virus Corona, Tertular Saat Berdansa dengan WN Jepang

Warga Depok Positif Virus Corona, Tertular Saat Berdansa dengan WN Jepang

News | Senin, 02 Maret 2020 | 14:36 WIB

Tinggal di Malaysia, Kronologi WN Jepang Paparkan Corona ke 2 Warga Depok

Tinggal di Malaysia, Kronologi WN Jepang Paparkan Corona ke 2 Warga Depok

News | Senin, 02 Maret 2020 | 13:47 WIB

WN Jepang yang Bawa Masuk Virus Corona di Indonesia Sempat ke Malaysia

WN Jepang yang Bawa Masuk Virus Corona di Indonesia Sempat ke Malaysia

News | Senin, 02 Maret 2020 | 12:10 WIB

Terkini

Lipstik Apa yang Bikin Bibir Hitam? Kenali Ciri-Cirinya agar Tak Salah Beli

Lipstik Apa yang Bikin Bibir Hitam? Kenali Ciri-Cirinya agar Tak Salah Beli

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 14:12 WIB

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Ingin Umrahkan Orang Tua, Pemuda Natuna Jadi Tentara Bayaran Rusia Meninggal

Batam | Rabu, 30 September 2026 | 14:08 WIB

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Deretan Motor dengan Nilai Jual Kembali Stabil Meski Berstatus Motor Bekas

Otomotif | Rabu, 30 September 2026 | 14:05 WIB

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Membedah Toxic Relationship Lewat Lagu 'Kau yang Memilih Aku' Syahrini

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 14:00 WIB

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bangladesh Janji Tampil Maksimal Hingga Sulitkan Timnas Indonesia di Laga Pemungkas

Bola | Rabu, 30 September 2026 | 13:57 WIB

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

DIM RUU LLAJ Diserahkan ke DPR, Puluhan Pasal Siap Dirombak Total

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:56 WIB

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Review Film Bad and Crazy: Saat Sisi Gelap dan Gila dalam Diri Saling Bertabrakan

Your Say | Rabu, 30 September 2026 | 13:54 WIB

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

5 Peeling Serum Lokal untuk Menghaluskan Tekstur dan Mencerahkan Wajah

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:53 WIB

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

KPK Datangi Glamping di Ciater Subang, Diduga Milik Anggota Polri Yayat Sudrajat

News | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Stres Kuliah? Ini 5 Tempat Refreshing untuk Menyegarkan Pikiran Penat di Jogja

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 13:51 WIB

×