Pakar Sebut Verifikasi ODP dan PDP Covid-19 Diperlukan Agar Tak Buang Duit

Dwi Bowo Raharjo, Ria Rizki Nirmala Sari

Kamis, 16 April 2020 | 00:00 WIB
Pakar Sebut Verifikasi ODP dan PDP Covid-19 Diperlukan Agar Tak Buang Duit
Update Corona RI 15 April

Suara.com - Pemerintah mengumumkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona atau covid-19 di Indonesia mencapai 10.482 orang. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 139.137 orang.

Terkait itu, pakar Epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), dr Syahrizal Syarif, menilai keakuratan pihak terkait dalam melakukan verifikasi data pasien itu penting agar tidak menghamburkan anggaran.

Syahrizal menjelaskan tingginya angka masyarakat yang menjadi pasien ODP itu tentu membuat masyarakat resah. Gejala batuk, pilek, serta demam ringan malah dianggap sebagai gejala Covid-19, sehingga langsung ditetapkan sebagai ODP di tengah situasi darurat seperti ini.

Padahal menurutnya, gejala yang paling utama adalah demam dengan suhu tubuh mencapai 38 derajat celcius. Batuk dan pilek hanya menjadi penyakit penyerta.

"Sebenarnya ukuran paling utamanya demam, tapi kalau dia (tenaga medis) bilang "kamu demam enggak?" Kan bukan hanya saat itu demam atau riwayat pernah demam. Jadi orang yang datang dengan batuk pilek tanpa demam dia masuk ODP juga tuh," kata Syahrizal saat dihubungi Suara.com, Rabu (15/4/2020).

"Tapi susah situasi begini juga tenaga medis, "kemarin demam enggak?" nah orang itu cenderung bilang "demam gak yah? yaudah deh yang penting ada batuk pilek" nah masuk ODP. Saya khawatir angka tinggi itu sebagian besar dari yang saya yakini itu," tambahnya.

Kemudian ia mengatakan kalau angka pasien ODP-nya tinggi, mesti diperhatikan sudah berapa spesimen yang diperiksa. Ia mencontohkan, saat kasus positif Covid-19 mencapai 3 ribuan, jumlah spesimen yang diperiksa adalah 14 ribu. Dengan begitu, jumlah spesimen yang menunjukkan hasil negatif ialah 11 ribu orang.

Menurutnya langkah seperti itu hanya buang-buang uang. Pasalnya, dari 14 ribu yang diperiksa itu harus dirawat di rumah sakit sambil menunggu hasil tes yang akan ke luar empat sampai 10 hari kemudian.

Artinya harus ada dana perawatan yang dikeluarkan sembari menunggu hasil tes tersebut.

baca juga

"Bayangkan 11 ribu orang dikasih makan 8 hari ternyata negatif. Jadi sebetulnya di balik angka-angka itu ada persoalan penting lain," ucapnya.

Oleh karena itu ia meminta agar pemerintah pusat bisa memberikan edukasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan verifikasi terhadap pasien ODP dan PDP.

"Mestinya dari pusat juga harus lebih tegas menyampaikan ke pemerintah-pemerintah daerah dan mereka harus melakukan validasi, verifikasi terhadap apa yang disebut ODP, PDP, mudah-mudahan sudah memenuhi verifikasi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pakar Epidemiologi UI Ragukan Validitas Data ODP dan PDP Milik Pemerintah

Pakar Epidemiologi UI Ragukan Validitas Data ODP dan PDP Milik Pemerintah

News | Rabu, 15 April 2020 | 22:17 WIB

Ahli Epidemiologi Ungkap Virus Corona Sudah Masuk Indonesia Sejak Januari

Ahli Epidemiologi Ungkap Virus Corona Sudah Masuk Indonesia Sejak Januari

News | Rabu, 15 April 2020 | 22:06 WIB

Pemerintah Baru Buka Data ODP dan PDP, Ahli Epidemiologi UI: Terlambat

Pemerintah Baru Buka Data ODP dan PDP, Ahli Epidemiologi UI: Terlambat

News | Rabu, 15 April 2020 | 21:52 WIB

Bekasi Terapkan PSBB, Penumpang Bus Protes ke Petugas saat Diberhentikan

Bekasi Terapkan PSBB, Penumpang Bus Protes ke Petugas saat Diberhentikan

Jabar | Rabu, 15 April 2020 | 21:51 WIB

Pemprov Jatim Gandeng Bonek untuk Perangi Wabah Corona di Surabaya

Pemprov Jatim Gandeng Bonek untuk Perangi Wabah Corona di Surabaya

Bola | Rabu, 15 April 2020 | 21:50 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×