Beredar Video Jamaah Tabligh Akbar Dibawa Ambulans, Diduga Corona

Rendy Adrikni Sadikin, Husna Rahmayunita

Minggu, 19 April 2020 | 11:10 WIB
Beredar Video Jamaah Tabligh Akbar Dibawa Ambulans, Diduga Corona
Tangkapan layar video ambulans mengevakuasi jenazah tabligh akbar. (Twitter)

Suara.com - Video yang menampilkan mobil ambulans mengevakuasi jamaah tabligh akbar beredar di media sosial. Diduga, sejumlah jamaah tersebut diangkut karena terpapar virus corona.

Video tersebut salah satunya dibagikan oleh pemilik akun Twitter @black_valley1 pada Jumat (17/4/2020). Dalam video itu, terlihat dua orang petugas yang memakai baju hazmat menghampiri sejumlah jamaah tabligh akbar.

Mereka berbincang di samping ambulans Puskesmas Tanjung Priok, Jakarta Utara. "Izin bu, berapa orang yang harus dibawa," kata seorang laki-laki kepada petugas.

Petugas lalu menjawab, "Sekarang 5 orang, nanti 6 orang terus 6 orang lagi ya. Jadi masih 17 lagi, karena dari laporan ada 24 orang?"

Mendapat penjelasan tersebut, laki-laki itupun menyampaikan terima kasih. Sedangkan, seorang jamaah tabligh akbar masih melakukan diskusi dengan petugas lainnya.

"Jadi ini 4 kali balik, yang 5 orang kemarin udah dibawa ke UGD," ujar laki-laki.

Tak berselang lama, mobil ambulans bersama para petugas meninggalkan lokasi para jamaah.

Dari keterangan yang dituliskan akun @black_valley1, peristiwa tersebut terjadi di dekat yayasan Al-Mutaqin, Sunter.

Sebanyak 24 jamaah tabligh akbar keliling di wilayah tersebut positif terinfeksi corona lantaran diduga tidak mematuhi aturan, untuk menjauhi kerumunan di tengah pandemi virus corona.

baca juga

"Akibat tidak bisa dibilangin pada keras kepala ngumpul-ngumpul bikin tablig akbar keliling di wilayah Sunter dekat Yayasan Al Mutaqin akhirnya kena Covid-19. Positif 24 Orang terpapar corona. Lokasi, jembatan hitam arah Ancol," tulis akun tersebut, seperti dikutip Suara.com, Minggu (19/4/2020).

Tangkapan layar video ambulans mengevakuasi jenazah tabligh akbar. (Twitter)
Tangkapan layar video ambulans mengevakuasi jenazah tabligh akbar. (Twitter)

Sejak dibagikan video tersebut telah disaksikan lebih dari 4,7 ribu kali. Warganet pun turut memberikan beragam komentar.

"Semoga pada insaf dan lebih pilih dirumah aja.Dengan cara gak ngapa-ngapain, dirumah aja, ternyata bisa bantu banyak tenaga medis, pemerintah dan masyarakat. Baru kali ini mager sangat bermanfaat. Keluar rumah kalau ada pekerjaan penting, kalau ndak penting mending di rumah," kata @DHijrina.

"Mestinya yang kayak gini biaya pengobatannya ditanggung sendiri, tambeng dibilangin," timpal @anto_tweet.

Namun hingga kekinian, Suara.com belum mendapat konfirmasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Innalillahi, Tenaga Medis Pertama di Solo Positif Corona Meninggal Dunia

Innalillahi, Tenaga Medis Pertama di Solo Positif Corona Meninggal Dunia

Jawa Tengah | Minggu, 19 April 2020 | 10:34 WIB

Rombongan Pesepeda Paksa Masuk Wisata Watugupit, Netizen: Wabah Ngeyel!

Rombongan Pesepeda Paksa Masuk Wisata Watugupit, Netizen: Wabah Ngeyel!

Jogja | Minggu, 19 April 2020 | 10:06 WIB

Bermula dari Klinik, 6 Pegawai Puskesmas di Padang Terjangkit Virus Corona

Bermula dari Klinik, 6 Pegawai Puskesmas di Padang Terjangkit Virus Corona

News | Minggu, 19 April 2020 | 10:03 WIB

Modal Stiker Petugas Kesehatan, Pemobil Lolos Razia Polisi saat Lockdown

Modal Stiker Petugas Kesehatan, Pemobil Lolos Razia Polisi saat Lockdown

Otomotif | Minggu, 19 April 2020 | 10:05 WIB

Seperti China, WHO Perkirakan Berbagai Negara Akan Revisi Kematian Covid-19

Seperti China, WHO Perkirakan Berbagai Negara Akan Revisi Kematian Covid-19

Health | Minggu, 19 April 2020 | 09:58 WIB

Terkini

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

BRI KPR Hadirkan Solusi Cicilan Aman di Kelapa Gading

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:42 WIB

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Promo Spesial BRI, Nikmati Kudapan Gratis di Tong Tji House Sampai April 2027

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:32 WIB

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Daftar Resto Diskon dari BRI di Lampung, Makan Puas dengan Harga Menarik

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:18 WIB

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

YLBHI Minta Prabowo Mundur jika Tak Becus Urus Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:10 WIB

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

ZAP Festival 2026, BRI Tebar Diskon Bundling Treatment 50 Persen

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

Ratusan Warga Nyalakan Lilin untuk Korban Karhutla, FIAD Desak Status Bencana Nasional

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:03 WIB

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

Belanda Kembalikan 20 Barang Curian ke Indonesia: dari Berlian hingga Alquran Kuno

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 22:00 WIB

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

HUT ke-62 Golkar Digelar Sederhana, Bahlil Larang Acara di Hotel

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Polisi Cimahi Ungkap Peredaran 1 Kg Tembakau Sintetis, Sita Senpi Rakitan

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

Dituntut 5 Tahun Penjara, 11 Pengasuh Daycare Little Aresha Minta Keringanan dan Ngaku Korban Sistem

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 21:53 WIB

×