Lockdown, Nasi Padang dan Bakso Malang Laris Manis di Inggris

Reza Gunadha | Suara.com

Kamis, 28 Mei 2020 | 11:36 WIB
Lockdown, Nasi Padang dan Bakso Malang Laris Manis di Inggris
Dua perempuan WNI, Ina Nugroho dan Yunni Marsid, menggali peluang bisnis makanan Indonesia di Inggris melalui pemesanan pembelian daring ketika seluruh kegiatan perkantoran lockdown. [BBC]

Suara.com - Jasa katering di Inggris seakan mati seketika saat Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan pemberlakuan lockdown atau karantina wilayah mulai tanggal 23 Maret lalu, lantaran penyebaran virus corona covid-19 di luar kendali.

"Saya benar-benar sedih dan kecewa karena membayangkan semua kegiatan akan dibatalkan. Sebelum lockdown saja semua order sudah dibatalkan. Bagaimana rasanya, pemasukan saya selama ini dari katering," ungkap Ina Nugroho, seorang warga negara Indonesia yang menetap di London, Inggris.

Kekhawatiran perempuan dengan panggilan akrab Teh Ina itu terbukti benar.

Warga diperintahkan untuk bekerja dari rumah, kecuali mereka yang bekerja di sektor-sektor esensial. Mereka hanya boleh keluar sekali per hari untuk kepentingan olahraga.

Seluruh kegiatan perkantoran, bisnis dan acara sosial dihentikan padahal selama ini klien terbesarnya adalah KBRI London.

Pembatalan pemesanan datang bertubi-tubi mulai dari pesta pernikahan, syuting film hingga pemesanan rutin.

Namun Ina dengan bendera usaha katering Dapur Teh Ini (DTI) itu menemukan peluang atas dasar kesulitan yang dialaminya.

"Alhamdulillah, sejak ada kebijakan lockdown animo peminat masakan Dapur Teh Ina (DTI) justru semakin meningkat dan rutin setiap minggu," ungkap perempuan yang pertama kali merintis usaha makanan Indonesia di London pada tahun 2005 tersebut.

Kini omsetnya meningkat 100 persen kalau dibandingkan pemasukan sebelum lockdown.

Masakan Padang, siomay, bakwan Malang dan jajanan pasar menjadi menu yang laris.

Melalui media sosial, ia gencar menawarkan masakannya. Pemesanan pembelian diterbitkan setiap minggu dan makanan yang dikemas dengan teknik kemasan vakum lantas dikirim via jasa kurir kepada pelanggan yang tinggal di luar London.

Adapun untuk pemesanan dalam kota, ia biasa berkeliling London seminggu sekali untuk mengantarkan pesanan dengan dibantu suaminya.

Masak 'bau' dekat tetangga

Yunni Marsid juga menemukan peluang di tengah kesulitan bertepatan denagan pemberlakuan karantina wilayah di Inggris.

Dari dapurnya di sebuah flat di London timur laut, Yunni membuat berbagai makanan Indonesia, terutama bakso, otak-otak dan lapis Surabaya.

Awalnya hanya melayani pesanan untuk even atau pesta, selama bulan puasa kemarin ia membuka pemesanan pembelian (PO) secara daring.

Bagaimana jika menggoreng terasi karena berada dalam satu gedung dengan tetangga?

"Kita tinggal di flat makanya kita sangat hati-hati. Saat masak yang berbau kita selalu tutup jendela," aku Yunni.

Yunni memulai usaha kuliner di Inggris sejak tahun 2004, awalnya atas dorongan para mahasiswa yang mencicipi masakannya di rumah. Usahanya sempat berhenti pada tahun 2016 ketika ia mengajak anak-anaknya.

"Saat kembali ke UK (Inggris) tahun 2018, beberapa bulan kemudian saya sempat bekerja sebagai cook assistant (asisten koki) sampai dengan akhir Januari 2020," tambahnya.

"Pada saat Ramadan kemarin, dalam kondisi lockdown terlintas untuk mulai mempromosikan kuliner lagi dengan buka open PO (pemesanan pembelian) di Facebook. Alhamdulillah ternyata banyak customer lama yang sudah menantikannya."

"Karena ramainya customer yang antusias dan feedback positif yang kita terima, hal tersebut membantu mengundang banyak peminat customer baru," katanya.

Usahanya di dunia maya dinamai Warung-e Yunni atau warungnya Yunni.

Dari dompet sekitar 30-40 konsumen seminggu, ia menerima pemasukan kotor antara £1.200-£1.500 atau sekitar Rp21 juta-Rp27 juta.

Katering kru film

Baik Ina Nugroho maupun Yunni Marsid mengandalkan pasar masyarakat Indonesia yang tinggal di Inggris dan warga setempat yang telah mengenal Indonesia.

Berdasarkan data KBRI London, jumlah WNI yang terdaftar di Inggris mencapai 9.362 orang, sebagian besar berdomisili di ibu kota.

Hanya ada beberapa restoran yang menyajikan masakan Indonesia di London, itu pun campur dengan menu-menu Malaysia.

Kedua perempuan itu juga membuka warung tenda di acara-acara komunitas Indonesia seperti bazaar 17 Agustus, acara kebudayaan dan pertandingan olahraga.

"Komentar konsumen orang asing pun cukup positif terhadap masakan kita dan selama ini feedback dari konsumen cukup bagus," jelas Yunni.

Di samping menyasar pasar yang sama, Ina juga mempunyai kontak dengan rumah produksi film Indonesia.

Ia mengaku telah melayani katering untuk kru pembuatan film-film, termasuk London Love Story 1 dan 2, bahkan Ayat-Ayat Cinta 2.

Bagi sebagian, ketersediaan kuliner Indonesia di tengah karantina wilayah karena virus corona bisa menjadi obat penawar rindu.

"Menurut saya jasa katering Dapur Teh Ina di masa lockdown ini sangat mempermudah dan menguntungkan konsumen yang memberikan pelayanan pemesanan jarak jauh. Tetap bisa menikmati masakan khas Indonesia di masa lockdown," ungkap Djonny Chen, seorang produser film yang berdomisili di Inggris.

Ia kerap memesan makanan Indonesia karena perusahaannya, Silent D Pictures, bekerja sama dengan perusaahaan-perusahaan film dari Indonesia yang melakukan syuting film layar lebar di Inggris.

Baik kru maupun bintang film dari Indonesia dan Inggris, tambahnya, sama-sama menikmati kekhasan makanan Indonesia.

Ia menyebut sejumlah nama, di antaranya Acha Septriasa, Fedi Nuril, Chelsea Islan, Dewi Sandra, Dimas Anggara dan Michelle Ziudith.

Komplain pembeli

Karena syuting berlangsung sampai sebulan atau bahkan lebih, ia meminta variasi menu. Yang jelas nasi goreng, nasi kapau, rendang, balado telur, empal, dan makanan-makanan lainnya sudah menjadi keharusan.

"British cast and crew sangat menikmati kekhasan masakan Indonesia dari bu Ina." Demikian Djonny menjelaskan ketika ketika menjawab pertanyaan wartawan BBC News Indonesia, Rohmatin Bonasir, Rabu (27/05).

Akan tetapi tidak semua konsumen merasa puas. Yunni Marsid berbagi pengalaman ketika ada pemesan yang mengadu karena pesanannya datang terlambat.

"Sudah dikasih tahu kalau terlambat dalam pengiriman itu diluar kontrol kita, masih saja tak terima kalau ada keterlambatan dan tak mau memahami bahkan menuntut tanggung jawab penjual," ia mengisahkan.

Konsumen lainnya mengadu karena kemasan lapis Surabaya yang dipesan rusak sehingga keamanan isinya diragukan. Tetapi setelah hendak dikembalikan pembayarannya, si konsumen menolak karena mengaku lapis itu "sudah dimakan".

Dan tidak hanya itu persoalan yang muncul. Tidak semua bahan yang diperlukan untuk memasak makanan Indonesia tersedia di toko-toko, walau toko makanan dan supermarket tetap buka selama karantina sejak tanggal 23 Maret lalu.

Pada umumnya bahan dan bumbu diimpor dari negara-negara Asia, seperti laos, serai, daun jeruk dan terasi. Bahan-bahan itu dijual di toko Asia atau oriental grocer.

"Kendala utama dalam masa lockdown adalah keterbatasan stok bahan masakan terutama untuk bahan-bahan asal Asia. Di samping itu, dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mengikuti prosedur social distancing (jaga jarak)," jelas Ina Nugroho merujuk pada antrean panjang di depan toko sembari menjaga jarak dua meter.

Betapapun, Ina Nugraha dan Yunni Marsid merasa beruntung karena berhasil menggaet konsumen ketika banyak restoran dan kafe di Inggris tidak beroperasi. Pemerintah Inggris mengharuskan tempat-tempat itu hanya melayani pesanan untuk dibawa pulang atau diantar selama karantina wilayah.

Inggris tercatat sebagai negara dengan jumlah kematian terbanyak di Eropa akibat Covid-19, 37.460 orang hingga Rabu (27/05).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

PM Inggris Bela Penasihatnya yang Langgar Aturan Lockdown

PM Inggris Bela Penasihatnya yang Langgar Aturan Lockdown

News | Senin, 25 Mei 2020 | 13:32 WIB

Langgar Aturan Lockdown, Penasihat PM Inggris Didesak Mundur

Langgar Aturan Lockdown, Penasihat PM Inggris Didesak Mundur

News | Senin, 25 Mei 2020 | 06:23 WIB

Beredar Penampakan Nasi Padang Versi Kue Pie, Warganet: Ada-ada Aja

Beredar Penampakan Nasi Padang Versi Kue Pie, Warganet: Ada-ada Aja

Tekno | Rabu, 20 Mei 2020 | 12:30 WIB

Bikin Warganet Melongo, Muncul Variasi Nasi Padang dalam Bentuk Kue Pie

Bikin Warganet Melongo, Muncul Variasi Nasi Padang dalam Bentuk Kue Pie

Lifestyle | Selasa, 19 Mei 2020 | 10:00 WIB

Pasien Corona Meninggal Melebihi 300.000 Jiwa, AS dan Inggris Tertinggi

Pasien Corona Meninggal Melebihi 300.000 Jiwa, AS dan Inggris Tertinggi

News | Jum'at, 15 Mei 2020 | 18:58 WIB

Unggah Foto Nasi Padang, Gambar Sajian Ini Malah Bikin Warganet Emosi

Unggah Foto Nasi Padang, Gambar Sajian Ini Malah Bikin Warganet Emosi

Lifestyle | Kamis, 14 Mei 2020 | 13:45 WIB

Hari-hari Janggal di London, Fotografer yang Mengabadikan Situasi Lockdown

Hari-hari Janggal di London, Fotografer yang Mengabadikan Situasi Lockdown

News | Selasa, 12 Mei 2020 | 17:02 WIB

Keluyuran di Taman saat Inggris Lockdown, Boris Johnson Dapat Acungan Jari

Keluyuran di Taman saat Inggris Lockdown, Boris Johnson Dapat Acungan Jari

News | Minggu, 10 Mei 2020 | 14:24 WIB

Terkini

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

Kritik Pedas Idrus Marham: Komunikasi Menteri Prabowo Jeblok, Kebijakan Bagus Malah Salah Paham!

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:24 WIB

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

Gelar Lebaran Bersama Rakyat di Monas, Pemerintah Bagikan 100 Ribu Kupon Belanja

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:15 WIB

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 16:04 WIB

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

Komisi III DPR RI Gelar RDPU Terkait Dugaan Korupsi Videografer Amsal Sitepu

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 15:55 WIB

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

Serangan AS-Israel di Bandar Khamir Tewaskan 5 Warga Iran, Teheran Balas Hantam Fasilitas Aluminium

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:53 WIB

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

Presiden Prabowo Bertolak ke Jepang, Bahas Investasi hingga Temui Kaisar Naruhito

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:49 WIB

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

Rudal Houthi Yaman Hantam Israel di Hari ke-30 Perang Timur Tengah

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:30 WIB

USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas

USS Tripoli Tiba di Timur Tengah Bawa Ribuan Marinir Saat Isu Serangan Darat ke Iran Memanas

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:12 WIB

Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan

Harga BBM Filipina Melambung Tinggi Akibat Perang Iran, Sopir Jeepney Terancam Kelaparan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:38 WIB

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

Pembatasan Medsos Anak Tak Cukup, IDAI Soroti Peran Orang Tua dan Kesenjangan Pendampingan

News | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:29 WIB